Radikalisme
dalam Pilkada Serentak
Buya
Syafi’i Maarif mengkhawatirkan Pilkada Serentak 2018 akan terjadi seperti
Pilgub DKI 2017. Kekhawatiran
yang cukup beralasan mengingat Pilgub DKI dipandang Buya memiliki suasana yang
sangat buruk. Intoleransi dan isu SARA dimainkan oleh para politisi untuk
memenangkan hati rakyat.
Pasca
Pilgub DKI 2017 lalu menyisakan kontestasi radikalisme agama di ruang publik yang
memasuki tahap yang mengkhawatirkan. Intoleransi menjadi mekar di tengah
masyarakat. Khususnya di media sosial, kekerasan verbal, perang caci-maki, kian
menjauhkan rasa damai. Dampak buruknya, tergerusnya kebersamaan dan kesatuan,
munculnya kecurigaan dan kian sulit membangun saling kepercayaan.