Agama
Politik, Politik Agama
ABDULLAH
KHUSAIRI
Kontestasi
agama di ruang publik (public sphere)
kerap menampakkan wajah yang seram dari pada wajah damai. Khususnya di media
sosial, wajah seram itu menjadi senjata untuk menyerang kelompok lain secara
kasar. Tujuan beragama tampaknya sudah sia-sia.
Tentu
tidak semua orang beragama yang berbuat demikian. Hanya sebagian kecil saja
yang serupa itu, tetapi mereka sangat aktif menyudutkan yang lain. Mereka yang
sebagian kecil ini, sebenarnya bukanlah orang yang khatam terhadap ajaran
agama, tetapi yang juga masih belajar atau sudah merasa pintar.
Sayangnya,
mereka ini sedang berada dalam euforia
beragama dan tunduk pada suatu kepentingan yang sedang diperjuangkan. Sebuah
perasaan beriman yang tinggi (extace)
ketika sudah bicara agama dan melemparkannya ke ruang publik. Mereka sedang
menjalankan peran, agama politik dan politik agama.