Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Monday, March 26, 2018

Agus Harimukti Yudhoyono - AHY


Jalan Politik AHY


Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) baru saja menyudahi program "Ngariung di Jabar." Sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Pemilukada 2018 dan Pilpres 2019 Partai Demokrat, AHY mulai menjalani aktivitas politik praktis yang kian mendaki tetapi mengasyikkan. Ia sangat menikmati setiap kota yang disinggahinya.

Hingga hari ini, AHY masuk dalam pusaran bursa Cawapres Jokowi. Namun dinamika dan kontestasi politik masih terus berkembang. Jokowi dan tuhanlah yang tahu, siapa yang bakal dipilihnya. Yang jelas, ada banyak nama yang terus disebutkan di media, AHY selalu masuk dalam pusaran tersebut.

Jokowi, sebagai incumbent, tentu saja dengan pertimbangan-pertimbangan yang amat mutakhir akan mengeluarkan nama dari saku depannya di saat yang tepat. Akankah AHY nama itu? Wallahua'alam.

Sunday, March 11, 2018

Menunggu Ijtihad SBY


Demokrat dilanda kiamat. Kiamat tidak saja sudah dekat, tapi sudah terjadi. Pecah kongsi itu makin pasti. Friksi-friksi memang sudah mengharu biru si biru. Semua berawal dari libido kekuasaan dan godaan materi!

Inilah tabiat dari komunikasi kelompok dalam sebuah komunitas, apapun bentuk komunitas tersebut. Boleh partai, Ormas, maupun lembaga bisnis. Ada proses pendewasaan dalam komunitas tersebut melalui ajang konflik intern. Antar individu saling memengaruhi di dalam sistem yang terbangun masih terlalu pagi. (centrifugal theory = teori keterpelantingan)

Sunday, March 4, 2018

Agama Politik - Politik Agama



Agama Politik, Politik Agama

ABDULLAH KHUSAIRI

Kontestasi agama di ruang publik (public sphere) kerap menampakkan wajah yang seram dari pada wajah damai. Khususnya di media sosial, wajah seram itu menjadi senjata untuk menyerang kelompok lain secara kasar. Tujuan beragama tampaknya sudah sia-sia.

Tentu tidak semua orang beragama yang berbuat demikian. Hanya sebagian kecil saja yang serupa itu, tetapi mereka sangat aktif menyudutkan yang lain. Mereka yang sebagian kecil ini, sebenarnya bukanlah orang yang khatam terhadap ajaran agama, tetapi yang juga masih belajar atau sudah merasa pintar.

Sayangnya, mereka ini sedang berada dalam euforia beragama dan tunduk pada suatu kepentingan yang sedang diperjuangkan. Sebuah perasaan beriman yang tinggi (extace) ketika sudah bicara agama dan melemparkannya ke ruang publik. Mereka sedang menjalankan peran, agama politik dan politik agama.