Sunday, March 4, 2018
Agama Politik - Politik Agama
Tuesday, February 27, 2018
REFLEKSI
KOMENTAR
Sunday, December 25, 2016
Bulan Manja dari Ayah
HIKMAH
Bulan Manja dari Ayah
ABDULLAH KHUSAIRI
Alhamdulillah. Kita bertemu lagi di bulan suci Ramadhan. Bulan penuh berkah. Bulan penuh perenungan. Bulan peperangan bathin menahan hawa nafsu. Bulan penuh kasih sayang.
Soal kasih sayang, saya punya pengalaman indah tentang kasih sayang Ayah, yang sebelumnya tak disadari. Hanya tahu, membenci rotan di tangannya. Setelah dewasa, barulah tahu, maksud kasih sayang itu. Ayah yang pendiam, kasih sayangnya sangatlah dalam!
Sekitar tahun 80-an, sebagai seorang bocah Sekolah Dasar (SD), tugas sudah didapatkan dari Ayah, yaitu mengembala sapi dan kambing. Setiap sore, harus dihidupkan api di dalam kandang sapi. Dengan begitu, sapi akan nyaman. Kandang sapi harus bersih, sebelum beberapa ekor sapi itu masuk. Ayah akan inpeksi mendadak (Sidak), sewaktu-waktu. Kalau sempat kandang sapi kotor, kalau api padam, siap-siaplah menghadapi murkanya!
Monday, July 18, 2016
Nilai Kejujuran
"Kakak tidak bekerjasama. Tidak mencontek. Hasil usaha sendiri," sedikit manyun gadisku memberi penjelasan. Sebenarnya, ia sedang membanggakan diri, walau sedang takut dengan nada tinggi suara ayah. Ia juga sedang ingin berusaha tegak di kebenaran yang pernah diberikan ayah.
Nilainya sedikit anjlok dari perkiraan. Saya masih bersyukur, nilainya masih rata-rata air dari yang lain. Tetapi dia sepertinya tetap puas, melakukan sendiri. Sebaliknya, saya gelisah setengah mati, karena teman-temannya dapat nilai tinggi dan bisa lolos ke sekolah selanjutnya dengan mulus.
Friday, June 3, 2016
Tidak Berkompeten Sama Sekali
Pernahkah engkau merasakan, ketika apa yang kita usulkan dari pikiran yang jernih tapi dianggap suatu virus? Pernahkah engkau merasakan, sikap kritis terhadap sistem tetapi dianggap sebagai bahaya? Pernakah engkau merasakan, tidak dianggap berkompeten dan cakap padahal, engkau dan teman-temanmu sudah melakukannya lebih dari seribu kali sebuah kegiatan itu?
Tuesday, December 8, 2015
Catatan Idiot
Pejabatnya tidak memenuhi standar dan kapasitas yang baik, hasil dari politik praktis tingkat paling ortodok. Pejabatnya banyak berpikir kerdil dan sempit. Tidak luas. Pemikiran serupa itu, dimungkinkan karena pengetahuan dan wawasan yang terbatas. Mereka berebut kekuasaan tapi tidak dengan kemampuan tapi bersandar sekte.
Walau mereka sudah bergelar akademik, doktor dan profesor namun sesungguhnya mendapatkan sesuatu dengan perjuangan paling minimal. Mereka melakukan apa saja demi jabatan dan pangkat naik. Ini baik, sayangnya tidak diikuti oleh pengetahuan dan kemampuan kepemimpinan. Mereka merangkak dari bawah, dari dasar di sini, bertahun-tahun lamanya. Hebat.
Friday, November 27, 2015
Catatan Anak Adam
Gagal Negoisasi dengan Tuhan
Pada bingkai kosmologi, nalar memang tidak mampu sampai pada hukum tuhan yang paling puncak, bernama kepastian. Akal terus berjuang aktif hingga menyikapi satu persatu lautan ilmu pengetahuan tentang kehidupan paling hakiki, kebenaran paling hakiki, sertai bagaimana sunatullah telah ditetapkan di alam ini, yang biasa disebut hukum alam.
Akal sangat terbatas, membatasi sendiri dan dibatasi keadaan. Akal diberikan kepada ummat manusia hanya untuk memikirkan alam, tidak Pencipta Alam, apalagi zat Pencipta Alam. Memikirkan alam Maha Pecipta saja, akal ternyata tidak mampu seutuhnya. Setiap hasil rekayasa nalar selalu ditemukan titik rumpang.
Begitulah catatan sehabis menikmati tontonan teater berjudul Anak Adam, produksi Teater Imam Bonjol (TIB) Padang, di Gedung Teater Tertutup, Taman Budaya Sumbar, Jumat (27/12), pukul 20.00 WIB.
Monday, November 9, 2015
Catatan MotoGP2015
"The Doctor 46 tetap pemenangnya." Tulis seorang gadis di status blackberry, setelah menonton live Valencia MotoGP 2015 dengan drama menegangkan hingga laps terakhir.
Publik dunia pun tahu, apa yang terjadi di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol. Ada tiga rider Spanyol di depan, Jorge Lorenzo, Marc Marquez, Dhani Pedrosa. Sementara, ada satu Italiano, Valentino Rossi di posisi 4, setelah melewati belasan rider.
Sunday, August 2, 2015
LEBARAN 1436 Hijriah
Tuesday, June 9, 2015
Seniman Sumbar Ultimatum Tim 9
Dalam Tempo 15 Hari mesti Laksanakan Musyawarah Seniman
Wartawan : Ganda Cipta - Padang Ekspres
Editor : Riyon
09 June 2015 12:04 WIB
Forum Silaturahmi Seniman Sumatera Barat (FSS-SB) mengultimatum Tim 9 untuk segera meyelenggarakan musyawarah seniman Sumbar dalam 15 hari ke depan, sejak ultimatum tersebut dikeluarkan.
Ultimatum tersebut tertuang dalam sebuah petisi yang ditandatangani seniman dan budayawan Sumbar yang hadir dalam Silaturahmi Sastra Sumbar di Komunitas Seni INTRO Payakumbuh, Sabtu (6/6).
Dari acara Silaturahmi Sastra Sumbar itu terungkap bahwa, Tim 9 adalah tim yang di-SK-kan Gubernur Sumbar Irwan Prayitnon untuk menyelenggarakan musyawarah seniman Sumbar, 2013 lalu.
Monday, May 4, 2015
Obituari HM. Nurdin Razak
Hari Ini, Tokoh Pendidikan Kami Menghadap Ilahi
Selamat jalan Datuk HM. Nurdin Razak. Cucu tertua ini tak bisa ikut mengantar ke pemakaman Pematang Karas. Ada dua kelas, hari ini, Senin (4/5). Keduanya kelas Teologi Dakwah di Jurusan Manajemen Dakwah dan Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol Padang. Cucumu ikhlas atas kepergian Datuk. Tentu Datuk berbahagia bisa bertemu dengan Nenek.
Kita terakhir bertemu, Agustus lalu, selebihnya kita biasa berkabar lewat seluler. Aku pulang setelah kabar duka kepergian Pak Ngah Uje. Ampun dan maaf tak bisa kali ini bisa pulang mendadak seperti waktu itu. Selain dua kelas, sudah pula ada rencana jadi pemateri dalam sebuah pelatihan se kabupaten yang ditaja Balai Bahasa Padang. Ada pula agenda penelitian di kabupaten lain.
Sunday, May 3, 2015
Moderator Calon Rektor
Suksesi rektor kali ini diberi kesempatan menjadi moderator empat calon, tiga panelis dalam acara yang bertajuk, Diskusi Publik Bedah Visi Misi Calon Rektor. Calon rektor itu, Prof. Dr. Duski Samad, M.Ag, Dr. Eka Putra Wirman, Dr. Yasrul Huda, MA, dan Prof. Dr. Armai Arif, MA. Sedangkan panelis, Prof. Dr. Z Mawardi Effendi, M.Pd, Prof. Dr. Werry Darta Taifur, MA, dan Edi Utama. Tampil sebagai moderator bersama Muhammad Taufik, M.Si.
Monday, March 2, 2015
Menunggu Kelahiran Televisi Komunitas
Abdullah Khusairi
Sebuah mimpi yang terus diusahakan agar terwujud di Fakultas Dakwah & Ilmu Komunikasi IAIN Imam Bonjol Padang adalah hadirnya sebuah Televisi Komunitas. Sebagai sarana laboratorium bagi mahasiswa. Proses kehadiran televisi komunitas terus berjalan, seiring tahapannya. Sebagai sebuah lembaga pendidikan yang mengusung cita-cita melahirkan tenaga ahli kejuruan, Fakultas Dakwah & Ilmu Komunikasi terus berusaha untuk melengkapi sarana dan pra sarana. Televisi Komunitas merupakan sarana penting agar mahasiswa cakap dalam bidang broadcasting.
Sunday, February 1, 2015
Catatan Awal Tahun
Tak Perlu Berlebihanlah
Awal tahun kita diributkan oleh kisruh dua lembaga penegakan hukum, KPK-Polri. Awalnya KPK menetapkan status Tersangka kepada Calon Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Budi Gunawan (BG), atas kasus rekening gendut, yang besoknya akan melakukan Fit and Propert Test di Gedung DPR. KPK seperti biasa membuat konferensi pers yang diliput banyak media. Memang begitu tradisinya, kadang setelah itu tak tahu lagi bagaimana nasib Tersangka. Ada yang langsung masuk sesi Persidangan ada yang terkatung-katung hingga satu tahun lebih. Kasihan juga mereka yang sudah ditetapkan Status Tersangka, mereka sudah dicap oleh publik sudah bersalah padahal panjang jalan mencari keadilan belum dilalui.
Korupsi memang meraja, tetapi tata cara pemberantasan korupsi memang harus tampak sempurna dan profesional. Membuat Tersangka terkatung-katung nasibnya, kasihan sekali, karena kebenaran tuduhan harus dibuktikan di Pengadilan. Kasus mantan Menteri Agama R.I, Surya Dharma Ali salah satu yang tak ada kabar berita di media. Mungkin saja ada perkembangan lanjutannya.
Tuesday, December 9, 2014
#rotfl
Tak ada yang lebih mengecewakan dari pada memiliki pemimpin, yang sudah dipilih tetapi terbukti tak punya visi. Tidak Kreatif, kaku, lalu hanya bisa main ancam terhadap bawahan. Bawahan tidak bergairah bekerja karena di bawah ancaman demi ancaman. Tidak ada kabar mengembirakan yang membangkitkan semangat untuk meningkatkan kinerja.
Apalagi memiliki pemimpin yang hanya bisa memikirkan remeh-temeh. Menggaruk tidak di tempat yang gatal. Menjahit tidak di tempat yang kuyak. Maka cukup sudah kekecewaan itu hingga habis masa jabatannya. Lalu yakinkanlah tidak akan cukup dikenang sebagai pemimpin yang fenomenal.
Wednesday, October 22, 2014
Arti Kehadiran
Hadir Memberi Arti
Abdullah Khusairi
Ini persoalan yang terus mengganggu. Seharusnya tidak perlu lagi menjadi debat panjang yang makin menggerus akal sehat. Apalagi harus berkejang urat leher hanya soal hadir tidak hadir, lalu mempertebal foto copy seluruh aturan demi membuat dalil yang masuk akal.
Sebuah sistem di institusi modern, kinerja individu dan kelompok merupakan target tujuan lembaga. Kehadiran itu wajib, sesuai dengan ketentuan berlaku. Namun selalu ada aturan yang dibuat untuk berlaku khusus.
Sebuah Pengalaman
Bekerja di redaksi, seorang wartawan mengisi absensi jika diperlukan. Jika ada rapat, maka absensi dihadirkan. Penilaian kehadiran memiliki persentase kecil dibandingkan dengan nilai kinerja, dengan begitu, kehadiran seorang wartawan, redaktur, dan awak redaksi yang lain disesuaikan dengan karakter pekerjaannya.
Monday, October 6, 2014
Asas Usus ISIS
Wednesday, July 9, 2014
Tinta di Jari Kelingking
Wednesday, June 4, 2014
Workshop Dosen Non Kependidikan IAIN Imam Bonjol Padang
Sertifikasi Lahirkan Masalah di Lahan Parkir
PADANG --- Sertifikasi para pendidik telah membuat lahan parkir menjadi masalah di lembaga pendidikan. Para pendidik yang dapat tunjangan sertifikasi beralih alat transportasi, dari roda dua ke roda empat. Sementara lahan parkir belum disiapkan.