Showing posts with label FIKSI. Show all posts
Showing posts with label FIKSI. Show all posts

Tuesday, December 8, 2015

Catatan Idiot

Pejabatnya tidak memenuhi standar dan kapasitas yang baik, hasil dari politik praktis tingkat paling ortodok. Pejabatnya banyak berpikir kerdil dan sempit. Tidak luas. Pemikiran serupa itu, dimungkinkan karena pengetahuan dan wawasan yang terbatas. Mereka berebut kekuasaan tapi tidak dengan kemampuan tapi bersandar sekte.


Walau mereka sudah bergelar akademik, doktor dan profesor namun sesungguhnya mendapatkan sesuatu dengan perjuangan paling minimal. Mereka melakukan apa saja demi jabatan dan pangkat naik. Ini baik, sayangnya tidak diikuti oleh pengetahuan dan kemampuan kepemimpinan. Mereka merangkak dari bawah, dari dasar di sini, bertahun-tahun lamanya. Hebat.

Monday, June 1, 2015

Bengkel Sastra Balai Bahasa SMANSA Padang

Judul Cerpen

1. Pertemuan di Atas Sebuah Gedung - Ernatati
2. Sang Pemimpi - Ivonne Avionita -
3. Payung yang Berdebar - Melisa Putri Mardatillah
4. Kata Sebingkai Maaf untuk Ibu - Chindy Selvia
5. Perjuangan Senyuman Manis - Yolanda Putri Yani
6. Dunia Jebakan - Silvia Febiola
7. Selimut untuk Adik - Citri Aisyah
8. Perlombaan Pramuka yang Menakutkan - Trinaldi Pramudya
9. Sosok Aneh di Sekitar WC - Dwiki Erman
10. Segi Tiga Patah Hati - Meylani Ferta Putri
11. Hijab Pelangi dan Amplop Merah Jambu - Witri Wilia
12. Siena - Estetia Fajrianti
13. Petaka di Ujung Tahun ke Sepuluh - Aulia Putri
14. Bahagia Abadi - Hafifa Cahyani
15. Goresan Pena - Siti Zahra
16. 20th Kemudian - Nadhea Dewirza
17. Tekanan Batin Sang Pacar - Debio Khalisa
18. Amplop Putih - Moza Khairunisa
19. Penantian yang Membuahkan Hasil - Putri Ismalina
20. Kertas Lusuh - Fadillah Hasnah Nadia
21. Bunga Terakhir - Milenia Ruadelia

Tuesday, December 9, 2014

#rotfl


Tak ada yang lebih mengecewakan dari pada memiliki pemimpin, yang sudah dipilih tetapi terbukti tak punya visi. Tidak Kreatif, kaku, lalu hanya bisa main ancam terhadap bawahan. Bawahan tidak bergairah bekerja karena di bawah ancaman demi ancaman. Tidak ada kabar mengembirakan yang membangkitkan semangat untuk meningkatkan kinerja.


Apalagi memiliki pemimpin yang hanya bisa memikirkan remeh-temeh. Menggaruk tidak di tempat yang gatal. Menjahit tidak di tempat yang kuyak. Maka cukup sudah kekecewaan itu hingga habis masa jabatannya. Lalu yakinkanlah tidak akan cukup dikenang sebagai pemimpin yang fenomenal.

Friday, February 1, 2013

Wiranto Negarawan Bersikap Tegas


Padang, Padek---Wiranto adalah negarawan yang memiliki sikap tegas dan berani. Inilah pemimpin dibutuhkan bangsa ini.


"Dia memiliki track record yang bagus dalam perjalanan negeri ini. Kalau saja ia ingin kudeta pada waktu proses reformasi, alangkah mudahnya, tetapi ia tak mau melakukan itu. Bahkan, ia mengiringi perjalanan reformasi itu secara aman," ujar Pengurus Jamaah Syathariyah, TK Mudo Ismet Ismail kepadan koran ini, ketika diminta komentarnya seputar Capres Partai Golkar, H Wiranto.


Tuesday, January 15, 2013

Berita Lama

>> PT Semen Padang Pasca Eksekusi <<

Manajemen Baru Jangan Lamban


Manajemen baru jangan terlena dan bernyanyi sehingga menjadi janji. Tunjukkan profesionalisme untuk menyelesaikan persoalan yang ada di PT Semen Padang (PT SP). Pasca Eksekusi memang seperti sudah selesai dan redam, sesungguhnya kinerja manajemen baru terus disorot dan ditunggu keberhasilannya.



Demikian diingatkan Ketua Forum Independen Andalas, Ir Jhon Farlis ketika diminta komentarnya, Sabtu (20/9).


"Jangan terlena, bernyanyi sehingga menjadi janji. Bekerjalah dengan profesional apa yang sudah ditetapkan oleh pemegang saham. Amat banyak yang harus dibenahi di perusahaan itu," ujar dosen Universitas Andalas tersebut.

Thursday, December 27, 2012

Catatan Akhir Tahun

Pergantian tahun, selalu istimewa bagi mereka yang mampu mengapresiasikannya. Tapi tak semua mampu. Karena persepsi terhadap waktu, perjalan hidup, berbeda-berda."Ah, mengalir sajalah," begitu satu pendapat yang mengemuka.


Menghargai waktu seumpama menghargai diri. Sejauh mana menghargainya, sejauh mana bisa memanfaatkannya. Jika ditata dengan baik, tentu saja, ada kesuksesan dari waktu demi waktu.


2013 segera datang. 2012 tak jadi kiamat. Renungi kesuksesan masing-masing. Semoga kita masih dapat melangkah dengan pasti dan yakin atas cita-cita, mimpi, target tahunan, yang bisa membuat kita sukses. (Abdullah Khusairi)

Sunday, September 9, 2012

Juadah Terakhir


(Obituari Hj. Hazimah Binti H. Ibrahim)

 Suatu hari, perempuan itu membuat penganan khas yang amat aku kenal sejak kecil. Juadah itu berbungkus daun pisang. Masih panas, asapnya menebar aroma harum di ruang tamu. Pada lidahku, rasa penganan ini pernah amat lekat. Nikmat. Tak usah kau banding dengan Pizza Hut, McDonal, atau makanan cepat saji yang hari ini dimakan anak-anak kita. Ini penganan yang telah membesarkan kami. Tak tertandingi dengan makanan cepat saji itu. Ini sangat alami.

Ketika aku makan penganan ini, ingatanku langsung menghubungi masa lalu, ketika ibu sering membuatnya. Aku tak tahu cara membuatnya, tetapi entah kenapa rasanya begitu akrab. Juadahnya begitu sama. Komentarku ketika itu, ini penganan masa kecil yang begitu dicita-citakan. Enak sekali.

Wednesday, February 16, 2011

Suara Kampus Online

Awal berdirinya, Suara Kampus lahir 1977, menggunakan sistem manual. Untuk mewadahi civitas akademika IAIN Imam Bonjol dalam menuangkan intelektualitasnya dalam bentuk tulisan. Lahir dengan tema Mengemban Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah.


Hal ini disampaikan Aktivis Pers Mahasisa Suara Kampus periode pertama, Emma Yohanna saat launching portal berita suarakampus.com, Rabu (23/06/2010) di Gedung Serbaguna IAIN Imam Bonjol Padang.

“Saya teringat masa lalu ketika kami menerbitkan Suara Kampus dengan sistem manual. Namun kini, perjuangan dan usaha keras kami dilanjutkan adik-adik ini dengan menerbitkan suara kampus versi online. Saya bangga, karena ada generasi penerus dengan semangat juang yang tinggi. Selamat!” ujarnya bernostalgia.

Anggota DPD RI ini berharap, dengan adanya media baru yang memiliki jangkauan yang luas, portal berita suarakampus.com ini, bisa menjadi control dan sarana berkreatifitas bagi civitas akademika.

Thursday, August 19, 2010

Dana Gempa Cair

Padang---Koordinator Tim Pendukung Teknis (TPT) Rehab Rekon Sumbar, Dr. Sugimin Pranoto menjelaskan, dana tahap II Rp350 miliar telah cair. Sebagian telah ditransfer ke Bendahara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rehab Rekon Sumbar.

"Tahap II Rehab Rekon dengan dana Rp1,65 Triliun, juga telah masuk ke Satuan Anggaran Kerja dan disetujui oleh Menteri Keuangan. Sekarang sedang proses penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) oleh Dirjen Perbendaharaan," ungkap Sugimin di ruang kerjanya, Rabu (18/8).

PPK Rehab Rekon Sumbar adalah Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tarkim (Prasjal Tarkim), Ir. Dodi Ruswandi, MSC, yang selama ini terlibat aktif dalam penanganan rehab rekon sumbar, dalam bidang perumahan dan infrastruktur.

Penjelasan Sugimin ini, menjawab pernyataan Gubernur Sumbar di Singgalang, Rabu (18/8) seputar dana gempa yang belum jelas. Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menyatakan, kendala pencairan dana bantuan gempa di pusat.

Dikatakan Sugimin, dana bantuan gempa tetap mengikuti mekanisme keuangan negara. Setelah diusulkan, baru disetuju, lalu diturunkan melalui proses yang ditetapkan peraturan yang berlaku. Beberapa waktu lalu, dana bantuan korban gempa memang telah disetujui oleh DPR RI.

"Tidak ada kendala yang berarti. Mekanismenya memang harus diikuti," ujar Sugimin.

Dana tahap II ini lebih banyak dialokasikan ke perumahan masyarakat. Jika Tahap I rehab rekon hanya bisa membantu sektor perumahan Rp114 miliar, untuk 7000 rumah, sedangkan tahap II, setidaknya Rp118 rumah akan mendapat bantuan. Selain untuk sektor perumahan, dana juga dialokasikan untuk sektor infrastruktur gedung pemerintahan.

“Sembari tahap I diselesaikan, tahap II kita masuki secepatnya,” ujar Sugimin Optimis.

Realisasi tahap I dari Rp313 miliar untuk Sektor Perumahan, Infrastruktur, Kesehatan, Ekonomi Produktif dan Sosial, telah mememasuki tahap akhir monitoring dan evaluasi. [] Sumber, Singgalang. Kamis 19 Agustus 2010

Friday, April 30, 2010

Mengatur Infrastruktur yang Hancur

PADANG---Pengerjaan proyek infrastruktur yang rusak akibat gempa sudah memasuki masa pengerjaan oleh kontraktor. Progres menunjuk pada angka 58 persen.
Laporan terakhir, 20 April 2010, Kabid Infrastruktur Dinas Prasarana Jalan dan Tata Ruang Permukiman (Dinas Prasjal Tarkim) Sumbar sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), realisasi fisik di lima wilayah lebih maju dari sektor lain.
Rinciannya adalah, Wilayah I, Pasaman-Agam, 75, 23 persen, Wilayah II, Pariaman-Pessel 64,17 persen, Wilayah III, Tanahdatar-50 Kota 84,30 persen, Wilayah IV Solok-Sijunjung 55,98 persen.
Infrastruktur Jembatan dan Jalan disiapkan Rp48.384 Miliar. Realisasi keuangan terakhir, Rp15 Miliar.
Badan jalan yang diperbaiki akibat bencana gempa, di antaranya adalah Ruas Jalan Lubuk Basung-Sungai Limau, Ruas Jalan Ketaping-Pariaman, Ruas Jalan Pariaman-Manggopoh.
Selain itu, Ruas Jalan Manggopoh-Padang Luar, Ruas Jalan Padang Sawah-Kumpulan.
Di Kabupaten 50 Kota, ruas jalan Suliki-Koto Tinggi, Ruas Jalan Payakumbuh-Sitangkai. Di Tanahdatar Jalam Kubu Kerambil-Batusangkar, Jalan Baso-Batusangkar, Batas Kota-Guguk Cino, Guguk Cino Sawahlunto. Jalan Sitangkai-Batas Payakumbuh, Sitangkai-Batas Tanjung Ampalu.
Wilayah IV, Ruas jalan Lubuk Selasih-Surian, Solok-Alahan Panjang. Simancung-Tanjung Ampalu, Tanjung Ampalu-Sijunjung, Sijunjung-Tanahbadantung.
"Juga di wilayah-wilayah ini, jembatan sekaligus direhab dan rekon. Selain jalan, rangka jabatan telah juga ditenderkan," jelas Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK) Syahrial, S.ST.
Rapat Koordinasi
Rapat koordinasi SKPD, Kamis (29/4), Koordinator TPT BNPB Sumbar, yang dihadiri seluruh instansi terkait, laporan TPT menghimpun progres dari dana rehab rekon Rp313 Miliar, telah terealisasi Rp37 Miliar, alias 11,9 persen.
Realisasi anggaran ini lebih banyak uang muka kontraktual. Namun demikian, dijelaskan KPA Perumahan, luncuran bantuan kepada korban gempa sedang dilaksanakan. Pokmas yang persyaratan sudah selesai segera ditransfer. "Kendala kita di SK Pokmas dari wali kota dan bupati yang mendapatkan bantuan ini," ujar Fachruddin.
KPA Perumahan baru merealisasi keuangan sebenar Rp9,13 persen dari Rp114,540 miliar yang harus dituntaskan untuk masyarakat korban gempa.
Refdiamon dari Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Sumbar, wanti-wanti agar percepatan realisasi keuangan sangat menentukan kesuksesan. Dan ini menjadi nilai kinerja pemerintah juga.
Mengemuka juga masalah penyediaan tanah untuk gudang BNPB di by pass. Namun objek tanah yang disediakan, juga diusulkan oleh dinas kesehatan sumbar. Sementara, BNPB mengingatkan agar Pemprov sumbar segera memberikan, karena pemerintah Australia melalui Duta Besar Australia, telah bersedia memberi bantuan. Jika tak direalisasikan, maka harus direlakan ke daerah lain, karena bantuan ini merupakan bantuan regional.
Koordinator TPT BNPB RR Sumbar, Dr. Sugimin Pranoto mengharapkan agar seluruh masalah yang bisa menghambat segera tuntas sehingga percepatan rehab rekon itu kelihatan.
"Karena dana tahap II suda pula kita proses," tegas Sugimin.
Tak kurang Rp1,28 Triliun akan dikucurkan BNPB ke Sumbar. Namun demikian, mekanisme yang sudah ada harus dievaluasi lebih dahulu. []abdullah khusairi

Saturday, April 3, 2010

Wendra Yunaldi Tak Jadi Maju Jadi Calon Bupati

Limapuluh Kota, Padek
Calon bupati dan wakil bupati kabupaten 50 Kota boleh lega, satu kandidat yang diprediksi kuat akan bisa menjadi orang nomor satu di Luak Limo Puluah menyatakan tak jadi maju jadi calon bupati. Tokoh muda ini menyatakan, belum waktunya. Walau pada dasarnya, test case sebagai calon DPD dalam Pemilu 2009 lalu, ia pemenang untuk daerah ini.

Ketua KNPI Payakumbuh ini meyakini, waktunya belum tepat untuk memimpin Limapuluh Kota.

"Saatnya, saya berikan kesempatan untuk balon lain. Toh, puluhan balon saat ini sudah optimis semua menang," ujarnya, kemarin.

Tentang komitmen membangun kampung halaman, sementara ini, Wendra masih terus berpikir agar Limapuluh Kota maju di semua bidang. Namun, ia akan terus memberikan segenap kemampuannya bagi daerah.

"Tidak harus berlomba-lomba jadi Bupati atau Wakil Bupati. Saya punya rumusan Segar agar Limapuluh Kota terbangkitkan. Setidaknya, sumbangsih saya tak pernah terputus."

Wendra menjawab pembatalan dirinya maju di bursa bakal calon, bukan juga karena tokoh muda lainnya, Jeffrey Geovanie menyatakan mundur di bursa gubernur. Ini tidak ada kaitannya.

Selaku kaum muda, Wendra yakin pendukungnya tidak ingin ia ikut di perlombaan ini membabi-buta. Masih ada waktu. Masih ada cara lain untuk membangun Limapuluh Kota lima tahun ke depan.

"Saya, sementara fokus dulu di usaha dan media yang saya bangun. Ke depan, Payakumbuh dan Limapuluh Kota telah memberikan inspirasi kepada saya untuk membangun daerah. Kita lihat saja nanti. Tapi saya, mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang mendukung saya, baik di pooling media atau setiap hari datang dan meminta saya ikut maju," tukasnya bersahaja. [ndy] SUMBER: PADANG EKSPRES

Friday, March 26, 2010

Multi Media Ilmu Masa Depan

PADANG --- Ketika dunia masuk abad digital, ilmu masa depan yang menjanjikan adalah multi media. Pemikir dan pekerja masa depan dituntut untuk menguasainya. Jika tidak, ia akan ketinggalan.

"Generasi muda Islam harus menguasai multi media agar tidak ketinggalan zaman," ungkap Dekan Kulliyah Fakulti Multi Media Kolej Universiti Insaniah, Alor Star, Kedah Darul Aman Malaysia, Encik Uzaini bin Amir di Padang, Kamis (18/3).

Menguasai multi media, mulai dari konten hingga teknologinya akan membuat generasi muda Islam akan bisa menjadi bagian dari percaturan profesional dunia.

"Salah satu media yang patut dicermati adalah dunia maya atau online. Perkembangannya melintasi teoritorial negara dan agama. Media satu ini hampir tak ada kontrol atau kendali. Tak ada pula morality di situ. Siapa saja boleh nak buat apa saja," jelas Encik.

Seminar dan Kerja Sama
Encik Uzaini juga menyatakan, televisi lokal dan koran lokal akan tetap mengalami perkembangan pesat. "Masih banyak yang belum profesional, dan minimnya tenaga kerja yang benar-benar ahli. Ini harus dijawab oleh university," paparnya.

Encik Uzaini bersama rombongan dari University Insaniyah Kedah Malaysia ini melawat ke Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol Padang dalam rangka menjalin kerja sama dan seminar sehari seputar multi media. Seminar digelar di Fakultas Dakwah, kemarin, dihadiri seluruh civitas akademika Fakultas Dakwah.

Dekan Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol Padang, Drs. Abdurrahman, MA menyatakan, kerja sama dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia di bidang multimedai bagi kedua belah pihak.

"Bentuknya program pertukaran mahasiswa dan tenaga pengajar. Ini kemajuan yang harus dilakukan, mengingat perkembangan multi media sudah hitungan detik. Fakultas Dakwah punya kepentingan untuk itu," jelas Abdurrahman.

Fakultas Dakwah kini memiliki jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Bimbingan Konseling Islam (BKI), Pemberdayaan Masyarakat Islam (PMI), Manajemen Dakwah Islam (MDI) dan Prodi Jurnalistik dan Humas (JH).

"Semuanya itu berkaitan erat dengan kerja multimedia. Abad digitalitas menghukum setiap kurikulum untuk menyesuaikan zamannya," tutur Abddurrahman.

Penjajakan kerja sama ini dalam jangka panjang akan membentuk labor edukasi televisi, online dan percetakan. "Selain itu tetap juga dimasukkan dalam bidang pengabdian masyarakat dan penelitian. Sebagai tridharma perguruan tinggi yang kita miliki," tutur Abddurrahman. []

Bekali Institusi Pendidikan dengan Teknologi Mutakhir

Singapore Education FAM Itinerary For Indonesian Media
Pendidikan Singapura batu loncatan untuk masa depan yang lebih cerah. Singapura menawarkan penggabungan pelayanan pendidikan secara khusus dan bervariasi di lingkungan internasional dan di lingkungan yang nyaman.
LAPORAN---ABDULLAH KHUSAIRI---SINGAPURA
PENDIDIKAN di singapura menawarkan kurikulum global dan aktual untuk membekali para siswa dengan kualifikasi dan pelatihan terkait yang menyiapkan batu loncatan untuk masa depan yang lebih baik.
"Di singapura, pendidikan adalah salah satu hal yang sangat penting yang membantu kaum muda untuk menyadari potensi yang mereka miliki. Kami menawarkan pendidikan dasar yang terkait dengan kebutuhan pada setiap generasi. Membekali institusi pendidikan kami dengan teknologi dan perlengkapan pendidikan yang mutakhir dan terbaik," ungkap Manager Student Services Departement Susan Leen Foong Leng di ruang pertemuan Singapore Education Services Center (SECS) di 1 Orchard Road # 01-01 Singapura, Senin (24/5).
Didampingi Manajer Basic Education & Higher Learning Department Education Service Division Singapura Toursm Board (STB), Selene NG Lin Ying dan Guide (STB) Fern Wong Siu Huang koran ini bersama delapan jurnalis lain dari Indonesia diundang melihat dari dekat pola pembangunan sistem pendidikan yang dilakukan Singapura.
SECS merupakan lembaga pelayanan pendidikan bagi masyarakat internasional yang ingin melaksanakan pendidikan di Singapore. Secara detail lembaga ini akan siap membantu agar pelajar luar Singapura menguasai sistem pendidikan, kehidupan dan juga biaya hidup di Singapura, hingga persoalan lain yang ditemukan.
"Kami juga percaya bahwa belajar bersifat kekal, maka kami menawarkan tempat pelatihan yang terdiri dari banyak program pengayaan dan pelatihan bagi para eksekutif, professional dan ibu rumah tangga. Pada dasarnya siapapun akan menentukan nilai atas pembekalan pada diri sendiri untuk meraih cita-cita mereka," tambah Susan Leen Foong.
Banyak yang telah memilih untuk datang ke singapura untuk melakukan pendidikan mereka karena yakin Singapura menyediakan lingkungan yang ideal untuk hal tersebut.
Seorang siswa internasional di Singapura menghabiskan paling tidak sekitar S$750-S$2,000---Rp4.500.000-Rp12.000.000, jika nilai rupiah Rp6000/S$1---perbulan untuk biaya hidup. Jumlah ini tentu saja bervariasi tergantung pada gaya hidup individual dan tempat pelatihan anda. Dengan rincian, S$200 - S$1,500 untuk penyewaan yang bervariasi dengan lingkungan geografis, jenis akomodasi, permintaan, fasilitas yang disediakan dan jumlah orang.
Biaya makan sehari-hari, S$300 - S$450 (berdasarkan S$10 - S$15, 3 kali sehari) dan Biaya lain-lain S$50 - S$80. Sekedar catatan, ini tidak untuk asrama sekolah, sekolah asrama biasanya menyediakan makanan 2 kali sehari. Tidak termasuk kedalam harga kamar, ruangan tinggal yang secara normal menawarkan makanan dengan harga tambahan.
Informasi seperti ini sangat detail dimiliki SECS sebagai lembaga inisiatif yang didirikan oleh Pemerintah Singapura di tahun 2003 untuk mengembangkan Singapura sebagai pusat pendidikan utama, juga membantu siswa internasional mengambil keputusan dalam belajar di Singapura. Inisiatif ini dipimpin oleh Singapore Economic Development Board dan didukung oleh Singapore Tourism Board, SPRING Singapore, International Enterprise Singapore dan Departemen Pendidikan. Lembaga ini dibuka 27 Oktober 2005.
Sebagai lembaga pendukung Singapore Education, STB menjalankan berbagai aktivitas promosi, yang termasuk Organisasi Pameran Pendidikan, Konseling pendidikan, Pelatihan bagi konselor pendidikan, Publisitas dan promosi.
Selain ke SECS, rombongan jurnalis Indonesia juga diperkenalkan ke National Library di 100 Victoria Street #14-01 Singapore 188064, Singapore Polytechnic di 500 Dover Road dan Singapore Institute of Management (SIM) di 461 Clementi Road.
Dua lembaga pendidikan dan satu pustaka merupakan representasi lembaga pendidikan yang cukup canggih dan terukur. Selain dengan teknologi canggih juga memiliki komitmen untuk pelayanan terhadap konsumen.
Tidak itu saja, STB dan SECS juga memberikan keterangan rinci terhadap tempat-tempat yang memungkinkan untuk pelajar mendapatkan rumah (flat). Beberapa condominium seperti di Rio Vista Condo menyiapkan orang tua pendamping untuk pelajar dari luar Singapur.
Di National Library, gedung baru yang dibuka 12 November 2005 merupakan pustaka yang menyiapkan literatur terlengkap. Sistem pelayanan digital dengan ruang yang nyaman, 16 Tingkat, 3 tingkat ke dalam tanah.
"Buku-buku penulis Indonesia juga ada di sini," ungkap Reference Librarian, Juffri bin Supaat didampingi Senior Manager Singapore & Southeast Asia Collection, Noryati Abdul Samad dan Senior Executive Corporate Communications, Patricia Tay.
Kunjungan koran ini di setiap tingkat, buku dipinjam dengan kartu anggota pustaka. Buku-buku diberi chip yang tidak bisa dibawa keluar begitu saja. Seperti barang supermarket dan sirkulasinya tidak memakan waktu dan tidak dilayani oleh tenaga kerja. Pengembalian pun dilakukan di tempat-tempat umum yang menyediakan kotak pengembalian buku. Canggih dan efisien.
Buku, majalah, jurnal disiapkan dari segala umur secara total dengan jumlah buku 630.000. Pada tingkat 9, ruangan ini menyiapkan buku bahasa ibu di Singapura, seperti bahasa Melayu, Mandarin dan Tamil. "Konsepnya adalah kemesraan alam dan membuka semua diskusi keilmuan di lantai teratas," tambah Juffri. Gedung pustaka yang menghabiskan S$203.000.000 ini dikunjungi oleh insan ilmu lebih kurang satu juta orang.
Sementara itu di Singapore Polytechnic, koran ini disambut Student Development Officer, Michelle Neo. Ia mengungkapkan seputar Singapore Polytechnic kampus sangat representatif sebagai tempat belajar. Jurusan favorit selama ini, elektro dan Kelautan. Beberapa kursus juga diminati. Kalau kuliah di sini, rekomendasi untuk bekerja di Singapur cukup besar. Di sini disiapkan 1400 staf pengajar. Saat ini jumlah pelajar tak kurang dari 13.000 orang. 10 persen adalah mahasiswa luar Singapura termasuk Indonesia. Polytechnic adalah perguruan tinggi milik pemerintah yang tertua dan sangat ternama.
Sedangkan di Singapore Institute of Management (SIM), sebuah institut terkemuka swasta di Singapura, koran ini disambut Director Corporate Communications, Kennet Tan, Officer Media Corporate Image, Tan Wendy, Executive Events & Community Relations, Lavina Chua dan Manager Media and Corporate Image Yvonne Low.
Kennet Tan memaparkan kesiapan SIM menerima pelajar indonesia. "Sekarang sudah banyak pelajar Indonesia yang belajar di sini," ungkap Kennet.
Sistem belajar dan ujian yang menggunakan technologi sangat membantu pelajar akan cepat mengerti. Keramahan tenaga pelajar dan lingkungan belajar yang didukung sarana lengkap membuat pelajar tidak mau pulang cepat.
Hal ini diakui oleh pelajar dari Indonesia, Sandri, Jassica (Medan), Leonardo (Bandung), Claudia (Batam) dan Alpin (Jakarta). Lingkungan belajar SIM yang efektif dan kerja sama dengan universitas terkemuka di dunia seperti University of London, The George Washington University, The State University of New York at Buffalo, The University of Sydney, The University of Melbourne. Satu semester hanya tiga mata kuliah dan satu semester hanya tiga bulan. "Pemeriksaan ujian secara elektronik sehingga sangat objektif, kalau tidak lulus ya karena kita sendiri, begitu juga kalau sukses. Dosen hanya membimbing saja," ungkap Claudia.
Dengan 50 lebih program akademik mulai dari diploma, sarjana hingga kursus kemahiran sampai program magister SIM cukup layak tempat tujuan belajar di Singapore.
Satu catatan untuk sekolah dan kuliah di Singapore, disiplin, mandiri sangat perlu agar bisa menyamakan posisi dengan pelajar lokal. Soal mendaftar maupun mencari tempat tinggal, semuanya diatur secara online.
Sedangkan fasilitas belajar dan fasilitas hidup semuanya tergantung uang yang disiapkan, semuanya tersedia. ***
Publicing in Harian Pagi Padang Ekspres, Minggu (30/4)

Uniquely Singapura
Tawarkan Kebanggaan dan Kelangkaan

Singapura. Kemajuan dan percepatan pembangunan terus menggeliat menapaki zaman lebih dahulu dari negara lain. Pemerintah dan masyarakatnya telah memikir dan berbuat apa yang belum tersentuh oleh yang lain. Maka perubahan begitu cepatnya di negara kecil ini.

LAPORAN---ABDULLAH KHUSAIRI---SINGAPURA
Koran ini bersama delapan jurnalis dari Indonesia, diundang untuk melakukan perjalanan jurnalistik yang bertajuk, Singapure Education FAM Itinerary For Indonesian Media, digelar 22 – 25 April 2006.
Media yang mendapat kesempatan kali ini selain Harian Pagi Padang Ekspres, Seputar Indonesia (Chaerunnisa), Pikiran Rakyat (Anwar Effendi), Kedaulatan Rakyat (Ronny Sugiantoro), Suara Merdeka (Sugiarto), Jawa Pos (Ratih Pramita Aisyah), Sumatra Ekspres (Santi Virgianti), Jambi Independen (Kristian Edi Candra) dan Riau Pos (Henny Elyati).
Selain menggelar mengunjungi lembaga pendidikan terkemuka milik Singapura, jurnalistik dari Indonesia juga mendapat kesempatan ke beberapa tempat wisata. Seperti Sentosa Island, sebuah pulau yang "disulap" menjadi tempat libur yang nyaman dengan fasilitas terlengkap. Secara umum tak ada yang baru memang, tetapi pembenahan terus dilakukan setiap waktu di pulau seluas 400 ha tersebut.
Jika di Indonesia masih bisa menonton film dengan garapan 3 Dimensi, Sentosa Island menawarkan 4 Dimensi. Selain teknologi 3 Dimensi seperti yang ada di Indonesia, Singapura telah menambahkan pada dimensi ruang penonton yang tidak hanya diberi kaca mata mata khusus, tetapi juga kursi yang bergoyang seketika, air dan angin yang berhembus seperti kenyataan sesungguhnya. Stop, jangan coba-coba bagi ibu hamil, jantungan, atau punya gangguan pada penyakit lain. Karena kejutan dalam film cukup membuat kita berdebar, seterusnya tertawa.
Film yang diputar tidaklah lama, hanya 15 menit. Tetapi dimensi yang digarapnya sangat menarik. Dari serangga yang mengencingi penonton hingga merasa jatuh sebenarnya dari sebuah kapal dalam film tersebut. Siap dan siagalah untuk tidak terkejut kena bom yang "seakan-akan" ada di depan mata.
Setelah menonton film tersebut kita diajak untuk mengunjungi Images of Singapore, sebuah gedung peninggalan Inggris yang disulap pula menjadi "gudang" sejarah masyarakat Singapore. Juga terdapat foto tua yang bisa hidup setelah diolah dengan komputer. Foto ini terdiri dari etnis, China, Inggris, Melayu dan India yang sepakat menyatakan perbedaan yang dibina akan membuat kemajuan. Menakjubkan.
Ke pulau ini sangatlah tidak sulit. Karena di Singapura semua hotel menyediakan peta yang bisa dibawa oleh pelancong. Ke Sentosa bisa naik Mono Rel Train (MRT) dari beberapa terminal yang tak jauh dari pusat kota. Hanya beberapa menit akan sampai dan kita akan melihat dari dekat pelabuhan di Singapura. Menurut Guide (STB) Fern Wong Siu Huang, pelabuhan adalah pemasukan devisa terbesar Singapura. Ada enam pelabuhan yang bisa melayani 800 kapal perhari.
Di Sentosa, layaknya sebuah pulau tempat rekreasi terdiri dari banyak tempat hiburan. Salah satunya Luge, seperti go kart tapi tanpa mesin yang menuruni bukit puluhan meter berkelok-kelok. Sedangkan untuk naik kembali menggunakan chairlift, yang bisa melihat dengan jelas pemandangan sekitar pulau Sentosa. Chairlift, seperti sky way tetap terbuka dan hanya sebuah bangku panjang yang digantungkan kabel, diber pengaman. Gamang tetapi asyik. Dari atas Chairlif ini, pemandangan yang cukup jelas bisa dinikmati.
Sebelum itu, cobalah menaiki Sky Tower setinggi 131 meter dari permukaan laut. Pemandang lebih menakjubkan. Indah di waktu siang, bak permata di waktu malam. Dari Sky Tower seluruh pulau Sentosa bisa dilihat. Beginilah teknologi diciptakan untuk menyuguhkan view menarik untuk pariwisata. Sementara di Ranahminang, view itu sudah ada. Beberapa tempat di Sumbar justru memiliki panorama natural yang tiada taranya.
Selain pemandangan dari atas, Pulau Sentosa juga menyuguh dunia bawah laut. Sebuah dunia yang kaya dengan spesies. Underwater World milik Sentosa Island memiliki lebih dari 2500 spesies ikan 250 dari itu adalah spesies langka. Pelancong akan dapat penjelasan detail seputar dunia bawah laut yang dimiliki Sentosa Island.
Belanja & Pendidikan
Singapura bukanlah melulu kota bisnis dunia. Ia juga memiliki tempat untuk belanja barang-barang khas Singapura. Apa khas Singapura? "Singapura dihuni oleh etnis Melayu, China, Inggris dan India. Keempat etnis ini hidup berdampingan dan menghormati perbedaan. Pendiri negara ini menyatakan agar menghormati perbedaan budaya. Nah, budaya empat etnis inilah yang dimiliki," tutur Fern.
Koran ini diajak untuk menikmati suasana belanja di India. Namanya Little India. Sepertinya India dipindahkan ke sini. Karenanya apa yang kita inginkan tentang India ada di sini. Dari pakaian hingga asesoris budaya.
Setelah itu, yang tak asing lagi bagi mereka yang ke Singapura. Naik Boat menelusuri sungai dan mendekati Merlion---lambang negara berkepala Singa dan berbadan ikan. Singa melambangkan kekuatan dan ambisi, ikan melambangkan kedamaian. Setengah jam mengelilingi dan mengikuti sungai yang membelah Singapura dengan Pulau Sentosa, kita seakan-akan ada di Mahattan. Hal yang tidak berlebihan, karena dari sungai ini kita melihat gedung bertingkat dan metropolitan yang selalu sibuk, tidak pernah tidur.
Setelah itu, berbelanja ke Chinatown, Toa Payoh. Tempat masyarakat Singapura berbelanja murah meriah dan selalu ramai dikunjungi turis dari seluruh dunia. Kalau sudah tak kuat perut menahan lapar, jangan khawatir kalau tidak ada nasi padang. Nyaris tempat atau deretan restoran ada selalu Nasi Padang. Jangan segan berbahasa minang atau setidaknya berbahasa Indonesia, mereka akan menyapa dengan ramah.
Singapura selain transportasi laut, darat, juga ada di bawah tanah, yaitu Mono Rel Train (MRT). Jalur kereta ini membelah Singapura menjadi empat, satu dengan yang lainnya berhubungan pada pusat atau terminal. Kalau dari Toa Payoh ke Bugis, sebuah tempat belanja juga, kita bisa naik MRT selama 15 menit dan dengan peta di tangan kita bisa turun di salah satu terminal dan naik MRT arah ke Bugis. Menikmati MRT agaknya perlu dipelajari, karena ia dilayani secara teknologi. Menukar koin lebih dahulu, seterusnya memasukkannya tempat kartu MRT. Sejenak setelah itu, kita diberi waktu menekan pilihan tujuan kepergiaan. Harga langsung tercatat dan keluarlah kartu masuk yang bisa digunakan untuk masuk ke terminal dan MRT.
Di Singapura, jenis unggas dilindungi bisa bermain dengan kita di tangah kota. Seperti burung jalak, burung gagak, murai batu, bisa dilihat sewaktu-waktu. Bahkan bisa bermain di depan hotel. Hal yang berbeda di Indonesia, unggas seperti burung jalak dan murai batu, sangat diburu untuk dimiliki.
Objek wisata yang juga memiliki kesan natural lengkap flora dan fauna adalah Eksplore Nigh Safari. Beragam spesies dari yang ganas hingga yang langka di sini. Sama dengan taman safari di Indonesia, hanya saja kesan natural dan pelayanan cukup prima. Kita dibawa dengan kereta di tengah hutan yang seakan-akan mengerikan. Tentu saja, bagi mereka yang hidup di perkotaan merindukan hal seperti ini. Hewan di kiri dan kanan jalan yang kita kelilingi selama setengah jam amat banyak. Seperti si Raja Hutan, Singau, Harimau, Gajah, Beruang, kancil, rusa dan masih banyak lagi. Mereka dekat sekali dengan kita, tapi jangan coba-coba memberi makanan kepada mereka.
Satu catatan penting sebelum melancong ke Singapura, dana tak perlu banyak tapi ukur kemungkinan "demam" belanja. Setelah itu jangan lupa memilih hotel. Ada banyak pilihan-pilihan hotel, dari yang termurah sampai yang paling mahal. Biasanya Singapura Toursm Board (STB) memiliki data dan siap memberikan secara cuma-cuma.
Hotel paling strategis di sekitar Orchad Road, walau masuk kalangan hotel berbintang, mereka dekat dengan semua jurusan transportasi yang akan dituju. Salah satu hotel yang representatif adalah Orchad Hotel, gaya eropa pelayanan asia dan jenis makanan yang disiapkan di event tertentu cukup memikat. ***
Publishing in Harian Pagi Padang Ekspres, Minggu (07/05/2005)

Tuesday, December 23, 2008

PUISI JALANAN

Semu
masih saja kuah santan
sisa ketupat menggoda
dengan seduh teh yang menguap pagi.

merendam salalauak
seribu kenangan basah sudah.
selebihnya wajah
waktu yang semu

[Pasar Kuraitaji, 22 Des 08.08.05]

Sunday, December 7, 2008

BUKABUKU DI PADEKS MINGGU

Cintailah Sastra


Abdullah Khusairi, MA
www.padang-today.com


Lambertus L Hurek pernah memaparkan Kiat Menulis Enak ala Dahlan Iskan, CEO Jawa Pos Groups. Menurut Lambertus, Dahlan memiliki kekuatan bahasa sehingga mempunyai pembaca fanatik. Jika ada tulisan muncul di koran, pasti dibaca tuntas.
Bagaimana kekuatan bahasa itu? Dahlan Iskan membangun kalimat pendek yang aktif. Sepakat dengan Pemimpin Redaksi Majalah Madina, Farid Gaban, yang menukilkan pendapat klasik penerima nobel sastra, Ernest Hemingway: Less is more. Sedikit itu banyak. Jauhi kata sifat, akrabkan kata kerja. Bangun kalimat aktif, usir kalimat pasif.
Kiat berikutnya, banyaklah membaca. Harus kutu buku. Karena membaca sebuah proses mengasah dan mengisi sampai memori otak. Jika sudah penuh maka ia akan membuat stimulasi pada nalar. Langkah berikutnya, mengasah ingatan agar tidak mudah lupa. Dahlan Iskan tak perlu banyak mencatat kalau sedang wawancara. Ia mencatat yang perlu saja. Tetapi ketika dia tuliskan semua yang diingatkannya, maka cespleng dibandingkan dengan tulisan wartawan lain.
Energi lain yang dimiliki Dahlan Iskan adalah logika yang sederhana dan menguasai banyak bahasa.
"Terakhir, cintai sastra!" kata Lambertus.

Sunday, November 30, 2008

BUKABUKU


Cita Rasa


Oleh Abdullah Khusairi


Abdullah khusairi1Pesta rakyat pesta demokrasi. Vox populi vox dei. Suara rakyat suara tuhan. Rakyat sedang berdaulat. Rakyat sedang berkuasa. Pesta ini akan menyerahkan kekuasaan itu kepada wakilnya.


"Tapi tak banyak yang menghibur. Tak banyak yang mendidik. Egois. Hanya memperkenalkan diri. Berjanji. Memenuhi titik pandang kita," seorang pengamat sosial baru saja berkomentar seputar baliho, spanduk, poster para calon legislatif.


"Tidak banyak yang memiliki daya pikat. Eye caching!" ia seperti berpuisi saja.


Sedikit mungkin benar apa yang dikatakannya. Karena sejauh yang teramati, tidak begitu banyak kemasan baliho, spanduk, poster para calon legislatif bisa menandingi kemasan iklan produk. Atraktif. Menyita perhatian.

Wednesday, November 26, 2008

PEMBACA dan SAJAK ITU

SEORANG TUKANG RAMBUTAN PADA ISTRINYA


Oleh: Taufiq Ismail




“Tadi siang ada yang mati, Dan yang mengantar banyak sekali
Ya. Mahasiswa-mahasiswa itu.
Anak-anak sekolahYang dulu berteriak: dua ratus, dua ratus!
Sampai bensin juga turun harganya
Sampai kita bisa naik bis pasar yang murah pula
Mereka kehausan dalam panas bukan main
Terbakar muka di atas truk terbuka
Saya lemparkan sepuluh ikat rambutan kita, bu
Biarlah sepuluh ikat juga
Memang sudah rezeki mereka
Mereka berteriak-teriak kegirangan dan berebutan
Seperti anak-anak kecil “Hidup tukang rambutan! Hidup tukang rambutan”
Dan menyoraki saya. Betul bu, menyoraki saya
Dan ada yang turun dari truk, bu
Mengejar dan menyalami saya “Hidup pak rambutan!” sorak mereka
Saya dipanggul dan diarak-arak sebentar“Hidup pak rambutan!” sorak mereka
“Terima kasih, pak, terima kasih!
Bapak setuju kami, bukan?”
Saya mengangguk-angguk. Tak bisa bicara
“Doakan perjuangan kami, pak,”
Mereka naik truk kembali
Masih meneriakkan terima kasih mereka
“Hidup pak rambutan! Hidup rakyat!”Saya tersedu, bu.
Saya tersedu
Belum pernah seumur hidup
Orang berterima-kasih begitu jujurnya
Pada orang kecil seperti kita.
——————————————————————————————1966

Tuesday, September 16, 2008

SECANGKIR PUISI





Rahim Angin
Abdullah Khusairi

semacam sembilu menyelinap di dada mengayuh kepiluan. hanyut dari hilir sungai yang sama: kita menyebutnya benci! maka biarkan damai menunggu di hulu tepian mandi…

kebencian itu lahir dari rahim angin! Dimana kekosongan dan ketiadaan melarut hasrat

padahal kita alpa membaca alam. kejauhan mengikat kita dengan rentang dawai sangka. dan bila ombak datang ke kaki biarkan pasir nakal mencubit! menghibur pilu bersimpang benci tersebab masih ada kasih tertumpang…



Padang, 16 Sept 2008, 13.30 WIB









Saturday, April 12, 2008

CERPEN

Gemercik Api



Batang Hari airnya tenang, sungguh pun tenang derasnya ke tepi.


Anak Jambi jangan dikenang, kalau dikenang merusak hati.*



Dewi terkesima membaca pantun yang masuk ke inbox dikirim dari nomor yang tidak dikenal. Ia menebak-nebak dari siapa pesan pendek berupa pantun itu. Dan tiba-tiba melintas ingatan tentang seseorang yang sudah lama terkubur di hatinya. Wajah tampan seorang laki-laki melintas di angan-angannya. Ah!


Mungkinkah dia? Dewi harap-harap cemas. Dan semua kenangan hidupnya di negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah terburai sudah. Ah, itu sudah lima tahun lalu.



Thursday, April 10, 2008

MIMPI TUA

Baginya, membuat pagi menjadi indah cukup cuci muka, kopi dan rokok kretek yang dinyalakan lalu dihisap. Maka merebaklah aroma racikan
tembakau ke seluruh ruangan dihembus gemulai angin pagi bersama aroma kopi hangat. Dan pagi sangat indah sekali terasa...??
Begitulah, aktivitas pagi hari Tuan Leman semenjak masuk masa pensiun beberapa tahun silam. Menikmati embun dan harum melati di beranda
bersama sang istri. Mengenang masa muda yang bergelora, masa jaya yang bergairah. Pagi dengan rindang pepohonan di halaman rumah,
mentari mengintai di balik daun-daun Melinjo. Kuning keemasan sinarnya menerpa kaca jendela yang kusam, lama tak dibersihkan. Keok
ayam dan itik memberikan nada desa yang pasrah.
Kakek enam cucu dari lima anak ini benar-benar sangat menikmati hari- hari setelah pengabdiannya sebagai seorang pejabat. Sisa ketampanan
di raut wajahnya masih tampak tegas. Gaya berbicara yang dulu berapi- api sesekali masih tampak. Kini sudah bertambah pula dengan nyinyir.
Pertanda melewati usia tua.
Sayangnya, selama pensiun, tak lagi ada tempat resmi untuk berbicara di depan khalayak. Hanya sesekali ia mendapat kesempatan bisa
mengekspresikan dirinya secara tidak resmi jika bertemu teman lama atau kedatangan tamu. Satu tempat yang sering menjadi ajang pertemuan
itu adalah tempat mengambil dana pensiun. Bila bulan muda tiba, semangat muda juga datang, maka ia berangkat ke bank itu dengan
segala keceriaan pagi. Di sana ia bertemu teman lama.
Dan, menjelang siang, dia akan bercerita panjang lebar tentang dunia yang pernah di dalam kantong celananya. Di hari-hari biasa, ia lebih
banyak membaca koran, mendengar radio, menonton televisi. Sesekali melagukan dengan sumbang tembang lama yang populer pada masa mudanya.
Begitulah lelaki berkaca mata tebal ini menelan hari demi hari. Tak banyak lagi kesibukan menghukumnya. Dari luar tampak ia menyimpan
kebahagiaan dan ketentraman. ***
Kedamaian Tuan Leman tiba-tiba terusik beberapa hari terakhir. Ia diusik oleh mimpi yang berkelibat setiap tidurnya yang sudah beberapa
kali datang. Mimpi ini membuat Tuan Leman berkeringat dingin sesudah mimpi berlalu. Bagaimana tidak? Tuan Leman didatangi seorang laki-
laki yang menawarkan Tuan Leman menjadi tuhan. Persyaratannya tidak terlalu susah untuk dipenuhi Tuan Leman. Begitu persyaratan dipenuhi,
ia segera menjadi tuhan.



Dipilihnya Tuan Leman karena ia pernah menduduki jabatan strategis di
masa-masa sulit. Ia berhasil membawa masyarakat hidup makmur.
Begitulah lelaki dalam mimpi itu memberi alasan.



"Untuk itu, tak ada alasan, Anda segera menjadi tuhan dan penuhi persyaratannya!" Lelaki itu berlalu dan Tuan Leman terjaga. Tak ada
kesempatan Tuan Leman untuk bertanya lebih lanjut ketika laki-laki itu datang. Bila ia terjaga, keringat dingin mengucur deras dari
tubuhnya yang segera ringkih. Wajahnya pasi.


"Benar-benar konyol. Tak mungkin, itu tak mungkin." Tuan Leman menyatakan keresahannya sambil geleng-geleng kepala.


"Ah, jangan terlalu percaya. Mimpi adalah bunga tidur, kenapa diambil pusing pula," sang istri menyela. Ia mencoba untuk menenangkan suaminya.


Ia tahu suaminya tak bisa begitu saja terpengaruh. Hanya saja, suaminya acap terjebak dengan hal-hal sepele. Itu sering terjadi.


"Tetapi, jika mimpi itu bunga tidur. Bukankah sering terjadi, mimpi juga akan berbuah kenyataan? Nah…," ungkap Leman membantah kenyataan demi kenyataan dan hukum akal yang bermain di kepalanya.



Sang istri yang mengerti luar dalam tentang suaminya mengurut dada. Ia memahami ambisi masa muda sang suami memang belum pudar, walau waktu memakan usia. Ia tahu betul, obsesi, harapan, apa saja atas nama untuk ketenaran dan kekuasaan membuat dada suaminya panas. Keinginan berkuasa Tuan Leman ini memang besar. Ia dengan strategi apa pun akan berusaha untuk mendapatkannya. Termasuk menggunakan seni dan strategi perang ala Sun Tzu. Dalam banyak pidato ia mengutip Sun Tzu: Pertahanan yang baik adalah menyerang. Sadar posisi diri, kawan dan lawan. Naluri yang tajam dan peka terhadap kompetisi politik.
***
Mimpi itu terus-menerus mengganggu Tuan Leman. Sayang sekali, setiap mimpi itu datang, Tuan Leman tak bisa berbicara dan berkomunikasi dengan laki-laki dalam mimpi itu. Lama-lama Tuan Leman jadi ketakutan, keheranan bercampur dalam kebingungan.


Dalam pemikiran sehat yang datang pada Tuan Leman, orang kaya pemilik tanah dan sawah ini memang tak bisa menerima apa pun terhadap mimpi itu. Ia berusaha untuk melupakannya. Tetapi, sejauh ia berusaha untuk melupakannya, sedekat itu pula ingatannya datang terhadap mimpi itu. Diam-diam ia jadi tertarik untuk menjalankan tawarannya itu. Menjadi tuhan? Sesuatu yang sangat tak mungkin, tetapi betapa hebatnya kalau itu bisa terjadi.


"Itu benar-benar bunga tidur. Tidak akan pernah berbuah," tegas Tuan Leman dalam ragu dan mau yang mengganggu. Enggan berkelindan menggerus rayu mendayu. Tuan Leman berjalan di pematang yang kecil ketika padi masih baru ditanam, angin deras seperti segera badai. Ia seperti ayam termakan sepotong rambut. Diam merenungi mimpi yang selalu datang.


Melihat gelagat yang tidak baik akhir-akhir ini suaminya, sang istri resah. Gelisah. Ada keinginan untuk memanggil psikiater untuk suaminya tetapi ia takut suaminya marah. Ingin juga menelepon anak- anak di kota, tapi apakah itu mungkin, Lebaran saja mereka jarang pulang. Karena takut, ia coba memendamkan semua kemauannya demi menjaga hati suaminya yang sedang dihadang gelombang.


Sebenarnya, ia bangga sekali dengan kesuksesan sang suami. Hingga saat ini ia kagum dengan nama besar suami tercintanya itu. Amat banyak pujian untuk suaminya, ia dengar langsung dari orang-orang yang datang kepadanya. Walau tetangga sempat mengungkapkan kalau- kalau suaminya mengidap post power syndrom. Ketika kekuasaan tak ada lagi di tangan, membuatnya sedikit mengalami gangguan kejiwaan.


"Tetapi aneh, kenapa baru sekarang. Ia sudah lama pensiun. Lima tahun lalu," sang istri mencoba mengungkap alasan kepada dirinya sendiri.


Orang mengenal Tuan Leman seorang yang sukses dalam banyak hal. Ia kaya pengalaman baik-buruk, asam-garam dunia. Tetapi yang sangat diingat orang, ketika ia sedang berkuasa, perintah yang datang dari mulut dan telunjuknya harus diselesaikan sesuai dengan maunya. Tak mau mendengar alasan jika ada kegagalan. Sungguh kadang-kadang tidak masuk akal. Satu lagi, ia paling tak suka orang yang membantah. Ia benar-benar sok tahu. Padahal, mungkin saja dalam banyak hal bisa diketahuinya, tetapi dalam satu hal harusnya ia belajar dan bertanya pada ahlinya. Itulah yang tidak berlaku pada Tuan Leman. Tetapi, kelebihannya, ia solider. Kalau ada temannya yang sedang kesusahan, bukan kepalang dia akan menolong. Ia tak perhitungan kalau sudah begitu. Sayangnya, kalau sudah dirayu dan dipuji, ia sering kali lupa diri, maka alamat habislah dana taktis yang harusnya ia manfaatkan untuk hal yang lebih baik. Itulah beberapa hal dari sekian banyak ingatan orang terhadap Tuan Leman yang sukses. Sekali lagi, masa lalunya adalah pahit, manis, dan getir..?


Suatu hari pernah terjatuh akibat sakit kepala yang sangat parah bersamaan dengan naiknya asam urat yang ada di tubuhnya. Ini persis seperti orang besar seperti Napoleon Bonaparte, yang tak takut dengan seribu tentara, tetapi sangat takut dengan surat kabar. Tuan Leman memang tak kuat dikritik, ia jatuh ketika membaca tajuk rencana sebuah surat kabar yang menusuk dadanya.


Orang besar tak selalu berdjiwa besar. Orang pintar seringkali bertingkah seperti kekanak-kanakan. Orang bidjak memang banjak tapi soesah dicari. Karena itu, kekoeasaan itu candoe, ia tak bisa lepas setelah mendapatkannya. Orang-orang jang selalu meminta pengakoean atas kepintarannja. Biasanja adalah orang bodoh. Dan, orang yang selaloe berkoar-koar sok tahoe biasanja dia tidak tahoe apa-apa. Dan, amatlah soesah saat ini, mencari orang yang adil kepada seorang moesoeh, sebuah tindakan terpoeji pada zaman nabi. Wahai bapak pedjabat! Bersikap baik, lebih baik dari pada memboeat diri menderita dan orang lain tertawa. Walau kau bentji pada seseorang, djangan sesekali berboeat tidak adil padanja, karena, doa orang jang dizhalimi sungguh didengar-Nja. Itulah seboeah derita ketika kedjoedjoeran mendjadi djalan hidoep nantinja. Wahai, boeka kaca mata keloearlah dari roeanganmu, pandanglah doenia.



Akibat membaca tulisan itu, Tuan Leman dibawa ke rumah sakit. Ia terbaring selama empat hari. Pulang sebelum benar-benar pulih karena permintaan anak bungsunya yang bongsor. Itulah salah satu episode hidup sang tuan yang waktu itu cukup mengerikan bagi banyak orang.
"Ia cukup tegar," cerita salah seorang temannya. Hanya saja, begitu ia pensiun, satu satu orang-orang terdekat Tuan Leman menghilang bak ditelan bumi. Semua saluran komunikasi putus. Hal ini membuatnya pulang ke kampung halaman dan menghuni rumah tua yang sudah lama ditinggalkan sanak saudaranya dulu. Cucu dan anak-anaknya pun tak banyak memberikan support, hanya sapaan lewat telepon seadanya, jika diperlukan.
*
"Kalau memang benar mimpi itu, saya tunggu nanti malam. Saya bersedia memenuhi persyaratannya," ujar Tuan Leman di tengah kebingungannya.
Istrinya tambah bingung.
"Pak, coba Bapak ke orang pintar dulu," usul istrinya, sambil melirik polos ke sang suami. Sisa kemesraan masa muda yang masih mengilau.



"Untuk apa kalau hanya membuat mereka tertawa. Sekarang saya akan menikmati mimpi itu kalau ia datang. Saya siap lahir batin,"
ungkapnya yakin dan tak goyah sedikit pun. Masih tetap ada nada kebimbangan.


Malam yang gelap. Kelam yang hitam. Entah kenapa mimpi itu tak pernah datang. Tuan Leman menanti-nanti dan mencoba untuk tidur secepatnya, namun percuma mimpi itu tak pernah datang. Hal ini pula yang membuat Tuan Leman bertambah bingung. Ketika kemauannya menjadi tuhan memuncak, justru mimpi itu tak datang-datang. Diam-diam, istrinya lega dengan mimpi yang tak pernah datang lagi ke suaminya.


Bagi Tuan Leman, ini seperti sebuah penghinaan kepada dirinya. Tetapi siapa yang harus dimarahi? Ketika mimpi itu tak datang lagi untuknya.



"Ke mana kau wahai laki-laki dengan wajah kelam?" ujarnya geram, ketika akan tidur. Matanya tak mau terpejam. Diam-diam Tuan Leman
beranjak bangkit dari pembaringan. Ia keluar kamar hati-hati sekali, takut istrinya bangun. Ia ke dapur mencari sesuatu. Malam amat pekat.
Ia meraba-raba dan mendapatkan hulu belati.



"Crassh." Ia menusuk dadanya dengan belati itu. Di gelap malam yang hening, Tuan Leman menggelepar-gelepar di dapur meregang nyawa. Darah mulai berceceran dari ujung hulu belati yang tertancap di dada kirnya. Lantai merah, mengalir, kental. Tuan Leman telentang sesekali ngorok, satu-satu napasnya dapat ditarik. Ia kalah dengan mimpi yang pernah datang kepadanya. Di akhir sekarat Tuan Leman, seperti ada tangis yang tertahan dari tenggorokan sang tuan. Malam menggigil, satu-satu gerakan Tuan Leman, lalu diam selama-selamanya. Kini rohnya benar-benar menuju tuhan. [] Padang, 15 Oktober 2005
Judul Cerpen : Mimpi Tua
Ditulis Oleh : Abdullah Khusairi
Dimuat : Jawapos Minggu 25 Nopember 2007