Sunday, November 21, 2021

FDIK UIN Padang-Fidikom UIN Ciputat Rancang Kolaborasi Seminar Internasional

FDIK UIN Padang-Fidikom UIN Ciputat Rancang Kolaborasi Seminar Internasional 

PADANG --- Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang bersama Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom) UIN Syarif Hidayatullah merencanakan Seminar Internasional Keilmuan Dakwah dan Komunikasi di Padang, tahun 2022 nanti. 

"Kita agendakan pada bulan Juni 2022. Ini hasil pembicaraan terakhir, serta akan terus berkoordinasi. FDIK-Fidikom akan berkolaborasi juga dengan perguruan tinggi dari Turki dan Malaysia," ungkap Wakil Dekan III FDIK Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, UIN IB Padang, Dr. Abdullah Khusairi, MA kepada Suara Kampus melalui jaringan seluler, Jumat (19/11). 

Sunday, January 10, 2021

In Memoriam H. Boy Lestari Dt. Palindih

 In Memoriam H. Boy Lestari Dt. Palindih

Sepasang Kekasih Telah Pergi Saat Pandemi 

ABDULLAH KHUSAIRI


Ketua Gerakan Seribu (Gebu) Minang Sumbar, H. Boy Lestari Dt. Palindih berpulang, Pukul 05.5 Wib. Sabtu (9/1). Tokoh yang sangat populer. Hampir semua orang kenal dengannya. Pengusaha sukses yang religius. Sumbar berduka. 

Satu dari sekian banyak yang kenal itu, adalah saya. Kenal dekat dan akrab. Saling memuji, kadang juga saling kritik tetapi jarang bertemu. Sama-sama sibuk tetapi saling bersahutan di lini masa dan ruang group percakapan. Kadang bagarah, kadang serius, kadang berdebat. 

Friday, January 1, 2021

NOVEL KHAIRUL JASMI CETAK ULANG

RELIS 

Novel Tentang Rahmah El Yunusiah 

Cetak Ulang



PADANG --- Insan dunia perbukuan tak perlu pesimis menghadapi zaman nirkertas (paperless). Animo publik terhadap buku masih tinggi, sungguhpun kedatangan teknologi membuat buku versi digital memang sempat mengkhawatirkan. 

"Ini kabar baik di awal tahun. Novel biografi Perempuan yang Mendahului Zaman dicetak ulang. Masih ada novel-novel akan dicetak ulang," ungkap Sastrawan Khairul Jasmi, Jumat (1/1). 

Friday, November 13, 2020

NOVEL TENTANG RAHMAH EL YUNUSIYAH BEREDAR

Kisah Heroik Etek Amah Mengibar Panji Diniyah Puteri


PADANG --- Satu lagi novel serial tokoh pendidikan Islam diterbitkan. Kali ini tentang seorang perempuan pejuang pendidikan dari Ranahminang. Namanya harum dikenang hingga kini. Terkenal hingga jauh ke perantauan semenanjung. 

Diniyah Puteri, itulah nama dari lembaga pendidikan perempuan pertama di bumi nusantara yang didirikannya, jauh sebelum Indonesia diproklamirkan. Kiprah perempuan ini, membuat Pemerintah Hindia Belanda sering ketar-ketir. Jatuh bangun ia mendirikan sekolah untuk perempuan di tengah keterpurukan keadaan pada masa itu, semangatnya tak pernah padam demi kaumnya. Semacam pemberontakan ketika dominasi laki-laki jauh lebih bebas untuk mendapatkan pendidikan. 

Friday, November 6, 2020

Buku Tentang Covid 19 Telah Beredar

Buku Tentang Covid 19 Telah Beredar 


PADANG ---
Satu demi satu buku tentang Covid 19 diterbitkan. Buku terbaru yang telah bisa dibeli secara online dan segera ditemui di toko buku, adalah "Ini Kisah Saya Positif Covid (Rumahkayu, Padang: 2020). Ditulis oleh seorang jurnalis perempuan di masa-masa pemulihan. Sebuah buku yang mengharu-biru. Laksana ditulis dengan tinta air mata. 

"Buku-buku yang berkaitan dengan Covid 19 akan banyak kita temukan, sebab buku adalah penanda sejarah. Covid 19 adalah sejarah di masa depan yang akan terus dibicarakan. Hampir satu tahun dunia menghadapi pandemi Covid 19," ujar Direktur Rumahkayu, Alizar Tanjung, ketika dihubungi, kemarin. 

Tuesday, September 1, 2020

Catatan Malam

Mengukur Bayang-Bayang


Pernahkah lihat meme tentang mahasiswi berpakaian modis dengan suasana kota kontra orang tua mereka di sawah? Pernahkah lihat meme orang kaya di dunia berpakaian sederhana dibarengi dengan foto orang yang mengaku kaya dengan pakaian supermewah? Bila pernah, apakah komentarmu? 

Jawabannya banyak. Sebab pertanyaan terakhir memiliki kebebasan probabilitas. Pertama, ada yang menjawab suka-suka merekalah. Kedua, itu hak mereka. Ketiga, orang bebas melakukan apapun. Keempat, orang kaya biasanya tak hendak mengedepankan harta di samping dia juga berhak mengedepankannya. Kelima, orang kaya baru minta diakui sebagai orang kaya, kayak orang-orang kaya yang lain. Keenam, ada memang orang yang tak begitu kaya merasa sok kaya. Ketujuh, ada pula yang orang miskin menutupi kemiskinan. Kedelapan, jawaban yang paling mungkin yang merasa sok kaya biasanya tidak kaya dan cenderung tak tahu diri. Kesembilan, orang kaya menutupi kekayaannya. Kesepuluh, orang miskin dan mungkin juga kaum menengah, harus banyak tahu diri. 

Thursday, August 6, 2020

KEDAULATAN PERSONAL DI DUNIA MAYA

Kedaulatan Personal


ABDULLAH KHUSAIRI

Kapan pertama memiliki media sosial? Apa yang pertama ditulis di lini massa? Tentu kita sudah lupa. Kita hanya membuat dan membuat, lalu lupa password dan buat baru. Maka banyaklah jejak digital yang tak terhapus di lini massa atas nama sendiri. 

Begitulah laku yang tak pernah disangka sebelum terjadi. Ada yang punya akun media sosial di seluruh platform, ada yang tidak. Ada yang punya akun belasan di media sosial pada platform yang sama. Macam-macamlah. 

Sunday, July 5, 2020

EDISI MINGGU

Sore ini, Minggu 5 Juli 2020, kami sekeluarga  keluar abis Ashar. #DirumahAja memang  masih dilakukan. Tak banyak aktivitas di luar. Keluar harus hati-hati, cuci tangan, pakai masker, yang keluar mobil tidak semua. Dari dalam mobil berkaca gelap, saya difoto oleh seseorang. Di kawasan GOR Agus Salim Padang. 

Minggu kemarin, 28 Juli 2020, ke pantai Ketaping Padangpariaman. Sudah lama tidak ke sini. Biasanya rutin, kalau pulang dari Ciputat. Mengisi hari libur dengan biaya murah meriah. Hahaha.

Hari minggu memang hari keluarga. Dulu waktu jadi jurnalis, jarang bisa memenuhi waktu buat keluarga. Sibuknya luar biasa. Apalagi waktu jadi Koordinator Liputan (Koorlip), setiap peristiwa, usulan pemikiran, tak boleh berhenti. Mau tidur malam juga harus siapkan penugasan untuk besok.

Kini semua telah berubah. Jalan hidup telah dipilih, semua harus dinikmati dan disyukuri. Terus berjuang untuk yang terbaik bagi orang-orang tercinta.

Friday, June 5, 2020

#DIRUMAHAJA

Belajar dari Hujan 

ABDULLAH KHUSAIRI



Hujan di Bulan Juni 

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
---------------------------------> Sapardi Djoko Damono 

Selain puisi Hujan di Bulan Juni, Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana, karya penyair ini sangatlah populer. Jangan pernah mencoba untuk mengutipnya tanpa menyebut nama, sebab semua penyair tahu siapa pemilik larik-larik indah ini. 

Hari ini, Jumat 5 Juni 2020. Hujan sejak pagi, yang mengingatkan kembali tentang sebuah puisi. Begitulah kata-kata yang disusun dengan rima dan maksud yang sampai ke hati pembacanya. Kata orang, menulis dengan hati akan sampai ke hati. Maka menulislah dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih. Sembari melupakan sejumlah teori-teori menulis yang membuat ribet setengah mati. 

Tuesday, May 19, 2020

#DIRUMAHAJA


Dakwah bil Qalam 

ABDULLAH KHUSAIRI 

Sejak pertengahan Februari, banyak di rumah dari pada di luar. Gerakan #DirumahAja dan #WorkforHome telah menggiring menggunakan kesempatan untuk membaca dan menulis sembari menyelesaikan tugas-tugas rutin sebagai pengajar. Kuliah online tetap dilaksanakan, seminar proposal online juga digelar, walaupun tidak efektif karena kendala-kendala media komunikasi yang digunakan. 

Membaca dan menulis sudah menjadi hobi. Sesekali diingatkan oleh mereka yang peduli, agar pergi dan menjauh dari laptop, buku, dan hal-hal yang mengasyikkan ini. Biasanya saya geber motor tua keluar komplek, keliling-keliling saja, atau pergi ngopi ke kedai komplek, atau keliling dengan mobil sembari mencari pabukoan. 

Sunday, May 17, 2020

#DIRUMAHAJA

Makan Lemang 
dengan Rendang 


ABDULLAH KHUSAIRI 

"Tapainya berapa pak?" 
"Tak usah, saya makan lemang pakai rendang." 
"Oh, enak juga. Cukup setengah?" 
"Cukup."
"Makasih, bapak." 
*
Satu dari sekian banyak dialog yang pernah teringat dan berulang. Tadi sore juga begitu. Sambil memanaskan mobil, kelilinglah sebentar. Hingga masuk kampus, sekadar berputar arah dan berhenti di ATM.

Kota Padang memang sepi dari biasa. Sejak PSBB, orang banyak di rumah, walau beberapa tempat ramai. Saya kira itu hanya sebentar, orang-orang belanja memenuhi kebutuhan dapur dan mungkin juga belanja untuk lebaran. Setelah mampir isi BBM, yang masih tak turun-turun walau stok minyak dunia  sedang banjir, berhenti membeli lemang. Selera puasa memang ada-ada saja. Walau sudah ada masakan di rumah, nafsu belanja meninggi dari biasa.