Thursday, April 30, 2026

The Language of Politics and the Paradox of Democracy

 The Language of Politics and the Paradox of Democracy


Language reflects a nation—so goes a proverb that is simple, yet sharp and profound. Words mirror the self; what is outward reveals what lies within. Every utterance carries character, culture, a way of thinking, and an attitude that eventually takes shape as action and policy. Lately, it is precisely this pattern of language that has become troubling. Public officials use words far removed from elegance and egalitarianism—far from being friendly, protective, calming, and reassuring, as one would expect from a leader. Instead, what reaches the public ear is a tone that signals distance, arrogance, conceit, and even a veiled unease. 

We are witnessing a recurring pattern. Officials who ought to uphold the dignity of their office through language instead diminish their own stature through their choice of words. Public criticism is met with sarcasm. Differences are answered with tones of exclusion. Disagreement invites dismissal: those who dissent are told to leave; those who disagree are asked to step aside. These fragments form a pattern of political communication that will likely be remembered as a dark chapter in the intellectual and leadership history of the nation.

Friday, March 13, 2026

Reinstall Demokrasi

Perkembangan teknologi digital mengubah struktur komunikasi politik secara mendasar. Teknologi jaringan mempercepat produksi informasi. Platform digital memperluas distribusi pesan politik. Media sosial membuka ruang partisipasi publik dalam skala luas. Perubahan ini membentuk ruang publik baru dalam kehidupan demokrasi modern. Warga memproduksi informasi secara mandiri. Warga menyebarkan bukti visual, dokumen digital, dan rekaman peristiwa secara langsung. Proses ini memperluas pengawasan publik terhadap kekuasaan. Publik dapat memverifikasi tindakan politik melalui berbagai sumber informasi.

Perubahan ini mencipakan masalah serius. Aktor politik memproduksi klaim kebenaran dalam jumlah besar. Mereka menyebarkan narasi kemenangan secara intensif. Mereka membingkai realitas politik melalui propaganda digital. Kajian komunikasi politik menyebut fenomena ini sebagai post-truth politics. Politik jenis ini menempatkan emosi dan identitas di atas fakta empiris. Narasi politik bekerja melalui resonansi emosional dalam masyarakat.

Saturday, January 31, 2026

NOTE

Indexed Reputation


Digital technology assigns social positioning by attaching a reputational level to individuals based on the field they pursue. In simple terms, when someone asks about a person’s name, the first response is often to conduct digital “stalking” across online platforms—to examine how far their reputation, portfolio, track record, and professional trajectory extend within their chosen field. In the academic world, this logic operates even more strongly. Numerous indexing and ranking systems effectively place scholars under a regime of measurement, where individuals become bound—and in many ways constrained—by quantifiable indicators. This reality feels suffocating, yet it remains difficult to escape, even when one is reluctant to accept it. Therefore, anyone’s arrogance about past greatness may ultimately become nothing more than a fading name and a diminishing brand, day by day, because the public and netizens judge what is displayed in those indexing and ranking systems. This condition is dangerous for those who continue to think within narrow, insular frameworks.

Monday, January 19, 2026

CATATAN JANUARI 2026

Jejak Kerja 

Sebuah fase panjang berakhir dan meninggalkan jejak yang layak dicatat. Waktu bekerja secara selektif, menghapus hal-hal remeh dan menyisakan pengalaman yang membentuk cara berpikir. Mencatat berfungsi sebagai metode refleksi, bukan nostalgia. Tulisan bekerja sebagai arsip kesadaran. Produktivitas akademik berjalan konsisten. Ritmenya sederhana dan berulang. Membaca, menulis, mengirim. Hasilnya beragam. Penolakan dan penerimaan datang silih berganti, biaya publikasi menjadi bagian dari ekosistem. Semua itu berhenti memicu reaksi emosional. Perhatian bergeser pada proses dan akumulasi pengetahuan. Menulis berada pada fase yang semakin terbuka. 

Monday, October 27, 2025

PRESS RELEASE PESERTA AICIS+ 2025

Lima Akademisi UIN Imam Bonjol
Terpilih jadi Peserta AICIS+ 2025



PADANG ---
Lima akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol terpilih menjadi peserta ajang bergengsi, Annual International on Islam, Science, and Society (AICIS+) 2025, yang digelar di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok 29-31 Oktober 2025. 

Mereka adalah Mhd. Ilham Armi (Fakultas Syariah), Andri Ashadi, Dwi Wahyuni (Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama), Ifkar Rasyid (Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kependidikan) dan Abdullah Khusairi (Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi). 

Event akademik yang sudah berumur 24 tahun ini, mengusung tema utama; Islam, Ecotheology, and Technological Transformation: Multidisciplinary Innovations for an Equitable and Sustainable Future. Menghadirkan akademisi terpilih dari perguruan tinggi ternama dari dalam dan luar negeri. 

Mhd. Ilham Armi akan menyampaikan karya akademiknya yang berjudul, The Narrative Construction of Adat-Islam Conflict in Minangkabau: A Decolonial Critique of Epistemological Bias in Indonesianist Scholarship. Sedangkan Andri Ashadi dengan artikel “Islam Antara” and Religious Decentralization of Muslim Minorities in the Nias Islands.

Sunday, October 19, 2025

DINAMIKA KOMUNIKASI POLITIK


Prestasi yang diraih seseorang, siapapun itu akan membanggakan bagi yang menyukai capaian itu. Sebaliknya  akan menjadi kebencian bahkan ancaman bagi mereka yang merasakan hal tersebut mengganggu eksistensi mereka. Begitulah hidup yang harus dihadapi, kenyataan yang sulit terelak dalam situasai dan kondisi dimanapun itu. 

Hal ini sudah disebutkan dalam teori-teori klasik, yang hingga kini bisa dilihat dalam kehidupan kelompok dimana seseorang di dalamnya sebagai individu. 

Sunday, May 25, 2025

Menjadi Pemimpin

Sejarah tidak pernah menulis para manajer. Ia menulis nama-nama pemimpin.

Nama-nama seperti Umar bin Khattab, Gandhi, Soekarno, Mandela, dan Roosevelt tidak dikenang karena mereka pandai menyusun laporan tahunan. Mereka dikenang karena mampu membaca tanda-tanda zaman, memilih titik-titik genting dari seratus masalah yang ada, dan mengubahnya menjadi lompatan peradaban. Mereka bukan orang yang hadir sekadar untuk memastikan semua lampu padam pukul sepuluh malam. Mereka hadir justru untuk mematikan beberapa lampu agar cahaya baru bisa dinyalakan dari tempat yang lain.

Kepemimpinan bukanlah jabatan. Bahkan bukan pula peran sosial biasa. Ia adalah panggilan batin yang hanya bisa dijawab oleh orang-orang yang melihat dunia bukan dari catatan absensi, melainkan dari peta sejarah dan arah masa depan. Seorang pemimpin sejati tidak tenggelam dalam pekerjaan rutin. Ia menyentuh yang 20 persen paling genting, paling menentukan, paling bernilai. Selebihnya, 80 persen lainnya, cukup berjalan sebagaimana mestinya. Karena memang, mengatur bukanlah tujuan seorang pemimpin. Membangun arah, itulah yang utama.

Friday, January 10, 2025

BERITA SUARA KAMPUS

Jadilah Mahasiswa Aktif,  
Jangan Gunakan Sertifikat Bodong 



PADANG ---
Satuan Kredit Ekstra Kurikuler (SKEK) itu memiliki tujuan ideal mendorong mahasiswa aktif mengumpulkan bukti shahih aktif di dunia kemahasiswaan. Agar kegiatan tidak cuma kelas kuliah namun juga mengembangkan diri. Munculnya iklan jasa sertifikat bodong, yang berseliweran di social media, menunjukkan adanya perilaku menyimpang di tengah mahasiswa semester akhir. 

"Saya sudah pernah mengusulkan tinjau ulang SKEK ini beberapa tahun silam, mengingat kemajuan teknologi telah memudahkan pemalsuan sehingga banyak sertifikat bodong. Usulan saya hilang di jalan saja. Sekarang, saya usul agar Penasehat Akademik (PA) agar aktif setiap semester untuk mengevaluasi perkembangan mahasiswa asuhnya," ungkap Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol Padang, Dr. Abdullah Khusairi, S.Ag, MA, di ruang kerjanya, Jumat (10/1). 

Menurutnya, pada dasarnya SKEK itu sudah ideal untuk mendorong mahasiswa menjadi aktif. Tidak sekadar jadi peserta seminar namun juga kegiatan lain, seperti pengurus organisasi mahasiswa di dalam kampus, maupun di luar kampus. Banyak juga yang berhasil, dimana sejak semester-semester awal sudah aktif. 

Friday, October 25, 2024

UIN IMAM BONJOL KE PARLEMEN AUSTRALIA

 Gedung Rakyat, Terbuka untuk Publik

 Sepuluh mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang terpilih lewat sebuah ivent melawat ke Sydney Australia, rangka pelatihan dan pengabdian. Di sela-sela kegiatan yang padat, mendapat kesempatan ke gedung parlemen Australia di Canberra. Tempat bersidang para politisi di negeri Kanguru itu.

ABDULLAH KHUSAIRI, Canberra


Sebuah gedung megah terpampang di hadapan setelah rombongan melibas jalan mulus selama tiga jam Sydney - Canberra. Memasuki area parlemen, bus dibelokkan ke bawah gedung, yang ratusan mobil sudah parkir di sana. Agak gelap, sebanyak 15 orang dari Padang segera turun lalu naik tangga menuju lantai pertama. Terdapat hamparan langit yang cerah, panas terik tapi angin bertiup dingin.

"Kalau di Indonesia, ini gedung DPR di Senayan. Tempat wakil rakyat Australia rapat. Kegiatan mereka sejak pagi hingga siang. Siang hingga sore, dibolehkan kunjung untuk publik. Sebagai tanda dan simbol gedung ini terbuka untuk publik, " ungkap Uni Nentis Gushelfi, koordinator kegiatan dari Surau Sydney Australia (SSA) didampingi Uniang Asni dan Ajo Jamaris.

Sepuluh mahasiswa bersama empat dosen pendamping plus satu orang tenaga kependidikan, naik ke lantai demi lantai dan masuk ke ruang demi ruang di gedung luas itu. Hingga sampai ke puncak, dekat bendera besar berkibar megah di langit biru. Angin dingin tak berhenti bertiup. Bendera itu tampak perkasa berkibar tiada henti, dengan tiang yang dipasang secara unik dan futuristik.  

Friday, September 27, 2024

LAPORAN DARI SYDNEY VII

Surau, Ruang Dialektika Orang Minang 
Berpikir Dinamis 


BANKSTOWN, SYDNEY
--- Surau dalam budaya minangkabau adalah ruang proses dialektis tesis antitesis dari lapau dan pasa. Lapau dan pasa adalah kegiatan sosial antara kebutuhan sosial sedangkan surau menjawab kebutuhan sosial dan spiritual. 

Demikian dikatakan Guru Besar Sosiologi Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Prof. Nurus Shalihin, M.Si, Ph.D, di hadapan puluhan jamaah Surau Sydney Australia (SSA), Gartmore Avenue, Bankstown, Selasa malam hari (24/9).

"Artinya, surau, pasa, lapau, adalah ruang kehidupan bagi orang minang yang kini cuma berkaki satu, yaitu tarekat. Jauh sebelumnya, surau berkaki banyak sekali menunjang keberadaannya. Wadah penting laki-laki minang tumbuh dengan karakter yang teruji," ujar Nurus. 

Menurut Nurus, di surau merupakan transformasi ilmu, budaya, dan seni yang diberikan dalam bentuk mengaji dan latihan silat. Surau sebagai pusat perubahan dari anak-anak kemudian pancaroba ke remaja hingga dewasa. 

LAPORAN DARI SYDNEY VI

Air Mata Anggota SIBac-sip 

Jatuh di Bankstown


BANKSTOWN, SYDNEY
--- Begitu sedikit waktu terasa bagi anggota SIBac-sip 2024 untuk belajar dan mengabdi. Sepuluh hari tiba-tiba berakhir segera. Air mata pun jatuh di Bankstown, kegiatan berakhir ketika keakraban baru terjalin. 

"Tarimo kasih atas semua kebaikanya begitu lengkap, banyak dan sulit disebut satu persatu. Berkah dan akan dibalas Allah swt berkali lipat. Maafkan kalau ado nan talonsong; talendo katiko naiak, tagesoh katiko turun. Maklumlah kami ko banyak," ujar pembimbing SIBac-sip 2024, Dr. Abdullah Khusairi, MA, ketika memberi sambutan perpisahan di Surau Sydney Australia (SSA), Selasa malam (24/9).

Menurut Khusairi, Ikatan Keluarga Minang Saiyo (IKMS) dan jamaah SSA, menerima seluruh civitas akademika seperti keluarga sendiri. 

"Amak-amak, one-one, bundo kanduang diaspora telah menjadi ibu bagi mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang. Masakan yang enak dan banyak, sungguh di luar dugaan. Terima kasih, semua menjadi catatan positif yang akan kita laporkan ke pimpinan dan juga masyarakat di ranah minang," ujar Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, FDIK UIN Imam Bonjol Padang ini. 

LAPORAN DARI SYDNEY V

Randai SIBac-sip 2024 

Hoyak Wiley Park


BANKSTOWN, SYDNEY
— Gemuruh tepuk tangan penonton menggema di lapangan terbuka ketika alunan musik talempong dimainkan. Sepuluh mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang berpakaian randai bergerak dan melompat dinamis sembari memukul celana galembong.

Cerita tentang Syamsudin Anak Rantau dimainkan selama 30 menit membuat para diaspora Minang diajak untuk kembali nuansa kampung halaman. Anggota Youth Minang Center, anak-anak perantau tampak antusias menyimak cerita dan melihat Tarian. Sesekali jalan cerita mengundang tawa.

“Program serupa ini harus dilanjutkan. Sangat dibutuhkan bagi keluarga dispora. Hari ini, mengisi hari libur dengan silaturrahmi dan seni budaya yang melepas rindu kampung halaman,” ungkap Ketua Ikatan Keluarga Minang Saiyo (IKMS), Sydney Yusuf Rizal, di hadapan 200 keluarga diaspora di salah satu pentas terbuka di Wiley Park, Bankstown, Sydney, Minggu (22/9).

LAPORAN DARI SYDNEY IV

Orang Minang Egaliter, 

Dinamis Memilih Pemimpin


BANKSTOWN, SYDNEY — Orang minang itu egaliter dan sangat dinamis dalam memilih pemimpin. Pertimbangan dalam memilih pemimpin mesti memenuhi takah, tokoh, tageh. Juga terkonfirmasi terpenuhi unsur tokeh.

Takah itu adalah manakah, secara sederhana dapat diartikan patut, pantas dan mendekati ideal; diakui ketokohannya secara luas, juga tageh yang berarti kuat dan kokoh. Sedangkan tokeh, punya harta lebih dari yang lain.

“Sehingga pasca Pilpres, ada tudingan menyebut orang minang itu radikal. Hal itu keliru dan terlalu pejoratif karena pemilihan dalam konteks kontestasi nasional, unsur pertimbangan masih sama bagi orang minang. Dinamis dan egaliter,” ungkap Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK), UIN Imam Bonjol Padang, ketika mengisi Program Kajian Kenagarian Surau Sidney Australia, Jumat (20/9).

Dua hasil riset yang dilakukannya secara bersama, di bawah judul Orang Minang Memilih Presiden; Perspektif Sejarah, Komunikasi, Budaya, dinyatakan orang minang dalam memilih presiden pasca reformasi bukanlah hal yang sakral. Melainkan sesuatu yang profan sebagai peristiwa politik nasional. Sekalipun kalah secara nasional, bagi orang minang di Sumatera Barat, hal yang biasa.

LAPORAN DARI SYDNEY III

Belajar Jadi Minoritas 

di Komunitas Muslim Sydney


BANKSTOWN, SYDNEY
— Komunitas-komunitas Islam di Sydney tumbuh dan eksis menyelaraskan diri dengan dinamika sosial budaya global. Potret muslim ini mewakili wajah Islam yang moderat (washatiyah) sehingga dipandang positif bagi lingkungan mereka.

“Hal ini tumbuh sebagai counter opini buruk pasca peristiwa 9/11 terhadap unmat Islam. Komunitas Islam dengan wajah damai, perilaku sebagaimana ajaran yang ada di dalam al Quran, dikabarkan dan ditawarkan dalam bentuk perilaku sehari-hari,” ujar Prof Mehmet Ozalp, Guru Besar Islamic Studies dari Charles Sturt University dalam sesi Short Course di hadapan Peserta Student of Imam Bonjol Academic Community – Smart Internship Program (SIBac-sip) 2024.

Menurut Mehmet, muslim di Australia mewakili wajah Islam yang damai dan menghormati perbedaan. Tentu saja menjauhi konflik dan ikut membangun negara.

LAPORAN DARI SYDNEY I

SIBac-Sip 2024 Australia
Antusias Menyibak Dunia


BANKSTOWN, SYDNEY ---
Sepuluh mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang yg yang terpilih seleksi mengikuti Student of Imam Bonjol Academic Smart Internship Program (SIBac-sip), antusias menjalankan kegiatan di Sydney, Australia sejak keberangkatan 14 September 2024 hingga berakhir sepuluh hari kemudian.

"Selamat Datang. Selamat belajar, kembangkan diri. Ini kesempatan yang baik untuk mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang," sambut Ketua Surau Sydney Australia (SSA), Novri Latif, Minggu (15/9) malam.

Pada acara penyambutan yang hangat dari keluarga Ikatan Keluarga Minang Saiyo (IKMS) di SSA, Novri memaparkan pengalaman perantau dan berdirinya sebuah tempat yang representatif untuk berkumpul. "Penuh perjuangan dan pengorbanan untuk mengikat persaudaraan di perantauan. Alhamdulillah, kini Surau Sydney Australia menjadi tempat silaturrahmi bagi seluruh orang minang di Sydney," tambahnya.

LAPORAN DARI SYDNEY II

Belajar dengan Banyak Tugas, 

Healing ke Kampus-kampus Ternama


BANKSTOWN, SYDNEY — Peserta Student of Imam Bonjol Padang Academic Community – Smart Internship Program (SIBac-sip) 2024 belajar dengan tekun dalam short course Islamis Studies di ISRA, di bawah bimbingan Prof. Mehmet Ozalp. Tugas menulis artikel membuat fokus untuk riset dan membaca materi.

Reward atas itu, sehabis belajar kita healing menikmati kampus-kampus yang bisa dijangkau di kota ini,” ungkap Nabila Arsya, salah seorang peserta dari Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Kamis (19/20).

Sepuluh mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang dalam SIBac-sip 2024 di bawah pembimbing Dr. Abdullah Khusairi, MA dan Chanti Diananseri, M.Pd, sehabis belajar berkunjung ke kampus-kampus terkenal untuk mendapatkan informasi dan pengalaman berharga. Di antara kampus tersebut, University New South Wales (UNSW), Western Sydney University, University Sidney, hingga Chatolic College.

“Semua masih mimpi, ingin melanjutkan pendidikan di sini. Kita selesaikan dulu tugas untuk wisuda tepat waktu untuk sarjana. Setelah itu, memikirkan magister ke sini,” tambah anggota SIBac-sip lain, Nurul Izzati Husni dari Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora.

Wednesday, June 12, 2024

SIBac-sip 2024

Selamat! 20 Mahasiswa Lolos SIBac-sip

Melawat ke Turkey dan Sidney


PADANG
--- Inilah sejarah baru Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Sebanyak 20 mahasiswa terpilih  ajang Student of Imam Bonjol Academic Community - Smart Internship Program (SIBac-sip) 2024. Melalui seleksi yang ketat dari tim juri, mereka dipandang cakap untuk melaksanakan lawatan masing-masing 10 mahasiswa ke Marmara University, Istanbul Turkey dan 10 mahasiswa ke Charles Sturt University, Sidney Australia.

"Setelah mengikuti proses panjang sejak Student Literacy Camp (SLC), seterusnya lahirnya artikel-artikel popular dari peserta di media massa, artikel akademik di jurnal-jurnal. Peserta yang terpilih, merupakan hasil perdana dari sebuah ivent untuk talenta bidang akademik. Sebuah platform baru yang harus dipertahankan dan dikembangkan, sehingga menjadi impian seluruh mahasiswa," ungkap Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Akademik UIN Imam Bonjol Padang, Welhendri Azwar, S.Ag, M.Si, Ph.D, Senin (10/6). 

Wednesday, November 15, 2023

Maestro Tari dari Ranahminang

Jalan Tari Ery Mefri 


Khatam. Sebuah buku yang telah membuat air mata jatuh ke dalam. Cerita sebuah perjuangan seseorang yang keras kepala, meneroka jalan dengan seni olah gerak tubuh bernama tari. Jalan itu akhirnya membawanya sampai ke seluruh benua. Panggung ke panggung teater tertutup yang ditunggu penonton telah dijejak melalui karyanya. Sebuah capaian yang tidak mudah tentunya. 

Pelajaran penting dari setiap buku tentang tokoh adalah daya juang dalam mencapai puncak dari pilihan hidupnya. Begitu juga buku tentang perjalanan kekaryaan seorang Maestro Tari, Ery Mefri ini.   

Salam Tubuh Pada Bumi (STPB) ditulis oleh jurnalis senior, mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Padang, Hendra Makmur, mengurai kisah 40 tahun Ery Mefri berkarya. Tidak hanya sosok koreografer saja, tetapi juga diajak berwisata tentang masa lalu kehidupan para seniman, media cetak, kampus, juga panggung ke panggung. Wacana yang sedang aktual pada masa itu juga dikupas. 


Saya jadi ingat satu buku biografi lagi, 40 Th Karni Ilyas; Lahir Untuk Berita, ditulis oleh Fenty Effendy (Kompas, 2012). Saya tambah satu lagi, Sekali di Daerah Tetap di Daerah; Autobiografi Basril Djabar (Genta Singgalang Press, Padang: 2009). 

Ery Mefri, Karni Ilyas, Basril Djabar, memang tiga tokoh yang layak dibukukan. Mereka masuk dalam Ensiklopedia 1001 Tokoh Minang (UMSB Press, Padang: 2023). Tentulah bukan cita-cita sang tokoh ini, untuk dibukukan atau masuk ensiklopedia namun jejak sejarah hidup mereka, daya juang, patut menjadi pelajaran bagi generasi selanjutnya. Tidak mudah mencapai puncak cita-cita. Siapapun itu, pengecualian mungkin terjadi pada anak raja dan anak orang kaya. 

Membaca Ery Mefri melalui tulisan Hendra Makmur, mengungkapkan betapa perih harus dilalui agar bisa bertahan dan tetap berkarya, dihargai dengan tepuk tangan di bangku penonton. Bertahan hidup dengan seni, di negeri ini, masih terasa aneh bagi sebagian orang. 

Ery Mefri sudah 40 tahun berkarya, dengan Magnum Opus "Rantau Berbisik" tidak hanya penghargaan kementerian yang baru saja diterima namun saya usul perguruan tinggi patut memberi gelar yang layak entah apa itu. Jejak keilmuan praksis yang dicapai melalui eksperimen dan kreativitasnya, telah membuktikannya sebagai salah seorang kreografer kelas dunia. Sungguhpun Ery Mefri tidak akan pernah mengharapkan itu, namun sekali lagi, "kerjanya menari ke menari saja," kata Sastrawan Khairul Jasmi, patut diapresiasi lebih atas capaiannya. 

Onak dan duri bersama bendera seni Nan Jombang Dance Company, telah membuat Ery Mefri mengungkapkan beberapa filosofi hidup tentang gerak dan bunyi. Sehingga harus menyampaikan salam kepada bumi, sebagaimana judul buku ini.  

Menikmati Ery Mefri menari, tuan puan akan tahu betapa menyatunya antara bunyi dan gerak di tubuhnya. Saya amat terkesan, ketika pertama menonton sosok ini membawa Tan Bentan (Tari Adok). Jika ada pendapat, sebelum lahir Ery Mefri telah menari, mungkin ada benarnya. Darah seni tradisi dari abaknya, Manti Menuik dan amaknya, Nurjannah. Sejak kecil sudah akrab dengan paduan bunyi dan gerak. 


Terakhir, secara umum STPB perlu dibaca oleh siapapun namun secara khusus mesti dibaca oleh seniman, sastrawan, mahasiswa seni tari dan penikmat seni. Bacalah, agar memahami kreativitas tiada henti akan berujung pada hasil yang tak pernah mendustai proses. Bersabar dan belajar itu pahit namun dijanjikan dengan buah yang manis. [Abdullah Khusairi]

Sunday, October 8, 2023

Short Sunday Notes

Always remind students who are lazy to write and speak, not to work in the mass media. The passion of media people is writing and speaking as the main thing. The main support is reading! Actually this profession alone requires passion; writing, speaking and reading, there are also many others. If you are lazy to do all three, stay away from ideals that revolve around these three fields. 

More than that, actually if you have reached the college class stage, the above is not a big problem. Now, I see that it is a big problem, not only students but also lecturers, some of whom are only fixated on the old things that are taught. Meanwhile, progress has come a long way. Students are also engrossed in a new world, watching short videos that keep them away from academic intellectual work. 

For me, it's a terrible job because they carry parental responsibility. It costs a lot of money. Students nowadays are given motorcycles, laptops, cellphones, enough money in their accounts. They should get more knowledge and experience, as their capital after graduation. Not just to be a scholar. 

Meanwhile, competition for job opportunities is tough. They will soon become unemployed if they do not have more value than others. I fret to myself on Sundays. Hope all is well. [] Abdullah Khusairi

Sunday, March 12, 2023

RUANG PERCAKAPAN

my twit

Berapa groups yang ada di dalam sellulermu? Apakah di atas 25 WhatsApp Group (WAG)? Sudah efektifkah setiap WAG itu sebagai sebuah medium komunikasi kelompok? Pernahkah ketinggalan informasi di WAG karena terlalu sibuk bekerja? Mari kita bahas. #WAG #Crowded

WAG seperti jalanan raya yang macet dan seseorang bisa ketinggalan informasi. Harus dipahami, kalau ada anggota WAG tidak bisa mengikuti pembicaraan yang sedang berlangsung, sebab sudah jauh harus scroll. #WAG #Crowded

Ada baiknya, langsung ke orangnya, jangan ke WAG. Kalau di WAG, harus ditag ke tujuan, karena belum tentu yang dituju sedang ada waktu baca. WAG adalah jalan raya. #WAG #Crowded

Informasi di ruang percakapan WAG adalah kecepatan yang tak mungkin dikejar oleh manusia-manusia sibuk. Maka jangan pernah menyangka orang bisa ada waktu untuk aktif di WAG. Kita harus tahu, begitu banyak perbedaan. #WAG #Crowded