4 Provinsi 17 Kabupaten
Sumbar - Jambi - Sumsel - Bengkulu 1. Kota Padang 2. Kabupaten Solok 3. Kota Solok
Dalam Tempo 15 Hari mesti Laksanakan Musyawarah Seniman
Wartawan : Ganda Cipta - Padang Ekspres
Editor : Riyon
09 June 2015 12:04 WIB
Forum Silaturahmi Seniman Sumatera Barat (FSS-SB) mengultimatum Tim 9 untuk segera meyelenggarakan musyawarah seniman Sumbar dalam 15 hari ke depan, sejak ultimatum tersebut dikeluarkan.
Ultimatum tersebut tertuang dalam sebuah petisi yang ditandatangani seniman dan budayawan Sumbar yang hadir dalam Silaturahmi Sastra Sumbar di Komunitas Seni INTRO Payakumbuh, Sabtu (6/6).
Dari acara Silaturahmi Sastra Sumbar itu terungkap bahwa, Tim 9 adalah tim yang di-SK-kan Gubernur Sumbar Irwan Prayitnon untuk menyelenggarakan musyawarah seniman Sumbar, 2013 lalu.
Hari Ini, Tokoh Pendidikan Kami Menghadap Ilahi
Selamat jalan Datuk HM. Nurdin Razak. Cucu tertua ini tak bisa ikut mengantar ke pemakaman Pematang Karas. Ada dua kelas, hari ini, Senin (4/5). Keduanya kelas Teologi Dakwah di Jurusan Manajemen Dakwah dan Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol Padang. Cucumu ikhlas atas kepergian Datuk. Tentu Datuk berbahagia bisa bertemu dengan Nenek.
Kita terakhir bertemu, Agustus lalu, selebihnya kita biasa berkabar lewat seluler. Aku pulang setelah kabar duka kepergian Pak Ngah Uje. Ampun dan maaf tak bisa kali ini bisa pulang mendadak seperti waktu itu. Selain dua kelas, sudah pula ada rencana jadi pemateri dalam sebuah pelatihan se kabupaten yang ditaja Balai Bahasa Padang. Ada pula agenda penelitian di kabupaten lain.
Suksesi rektor kali ini diberi kesempatan menjadi moderator empat calon, tiga panelis dalam acara yang bertajuk, Diskusi Publik Bedah Visi Misi Calon Rektor. Calon rektor itu, Prof. Dr. Duski Samad, M.Ag, Dr. Eka Putra Wirman, Dr. Yasrul Huda, MA, dan Prof. Dr. Armai Arif, MA. Sedangkan panelis, Prof. Dr. Z Mawardi Effendi, M.Pd, Prof. Dr. Werry Darta Taifur, MA, dan Edi Utama. Tampil sebagai moderator bersama Muhammad Taufik, M.Si.
Abdullah Khusairi
Sebuah mimpi yang terus diusahakan agar terwujud di Fakultas Dakwah & Ilmu Komunikasi IAIN Imam Bonjol Padang adalah hadirnya sebuah Televisi Komunitas. Sebagai sarana laboratorium bagi mahasiswa. Proses kehadiran televisi komunitas terus berjalan, seiring tahapannya. Sebagai sebuah lembaga pendidikan yang mengusung cita-cita melahirkan tenaga ahli kejuruan, Fakultas Dakwah & Ilmu Komunikasi terus berusaha untuk melengkapi sarana dan pra sarana. Televisi Komunitas merupakan sarana penting agar mahasiswa cakap dalam bidang broadcasting.
Tak Perlu Berlebihanlah
Awal tahun kita diributkan oleh kisruh dua lembaga penegakan hukum, KPK-Polri. Awalnya KPK menetapkan status Tersangka kepada Calon Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Budi Gunawan (BG), atas kasus rekening gendut, yang besoknya akan melakukan Fit and Propert Test di Gedung DPR. KPK seperti biasa membuat konferensi pers yang diliput banyak media. Memang begitu tradisinya, kadang setelah itu tak tahu lagi bagaimana nasib Tersangka. Ada yang langsung masuk sesi Persidangan ada yang terkatung-katung hingga satu tahun lebih. Kasihan juga mereka yang sudah ditetapkan Status Tersangka, mereka sudah dicap oleh publik sudah bersalah padahal panjang jalan mencari keadilan belum dilalui.
Korupsi memang meraja, tetapi tata cara pemberantasan korupsi memang harus tampak sempurna dan profesional. Membuat Tersangka terkatung-katung nasibnya, kasihan sekali, karena kebenaran tuduhan harus dibuktikan di Pengadilan. Kasus mantan Menteri Agama R.I, Surya Dharma Ali salah satu yang tak ada kabar berita di media. Mungkin saja ada perkembangan lanjutannya.
#rotfl
Tak ada yang lebih mengecewakan dari pada memiliki pemimpin, yang sudah dipilih tetapi terbukti tak punya visi. Tidak Kreatif, kaku, lalu hanya bisa main ancam terhadap bawahan. Bawahan tidak bergairah bekerja karena di bawah ancaman demi ancaman. Tidak ada kabar mengembirakan yang membangkitkan semangat untuk meningkatkan kinerja.
Apalagi memiliki pemimpin yang hanya bisa memikirkan remeh-temeh. Menggaruk tidak di tempat yang gatal. Menjahit tidak di tempat yang kuyak. Maka cukup sudah kekecewaan itu hingga habis masa jabatannya. Lalu yakinkanlah tidak akan cukup dikenang sebagai pemimpin yang fenomenal.
Hadir Memberi Arti
Abdullah Khusairi
Ini persoalan yang terus mengganggu. Seharusnya tidak perlu lagi menjadi debat panjang yang makin menggerus akal sehat. Apalagi harus berkejang urat leher hanya soal hadir tidak hadir, lalu mempertebal foto copy seluruh aturan demi membuat dalil yang masuk akal.
Sebuah sistem di institusi modern, kinerja individu dan kelompok merupakan target tujuan lembaga. Kehadiran itu wajib, sesuai dengan ketentuan berlaku. Namun selalu ada aturan yang dibuat untuk berlaku khusus.
Sebuah Pengalaman
Bekerja di redaksi, seorang wartawan mengisi absensi jika diperlukan. Jika ada rapat, maka absensi dihadirkan. Penilaian kehadiran memiliki persentase kecil dibandingkan dengan nilai kinerja, dengan begitu, kehadiran seorang wartawan, redaktur, dan awak redaksi yang lain disesuaikan dengan karakter pekerjaannya.