Thanks You for Chief of Editor Padang TV. Sudah lama tidak live. Bangga pernah bergabung di awal tahun televisi ini berdiri. Seadanya. Modal semangat.
Saturday, February 2, 2019
Thursday, December 20, 2018
Cuit Pagi
Cuit Pagi
selamat pagi.
kemudahan mencomot berita media lain, lalu ubah redaksional membuat kemudahan bagi awak pers. tetapi itu laku buruk bagi masa depan jurnalisme. nilai dan kualitas produk bukan saja pada redaksional tapi cara mendapatkannya.
content is king. produk jurnalistik yang dicari dengan susah payah, diolah dengan seksama, akan dihargai sebagai karya bermutu bagi publik. media yang memuat akan mendapatkaj trust publik.
Sunday, December 16, 2018
40th Suara Kampus
Temu Ramah Keluarga Besar Suara Kampus Tutup Rangkaian HUT ke-40
Salingka Kampus | Minggu, 16/12/2018 01:18 WIB | Noura Arifin (mg) Lisa Septri Melina (Mg)
![]() |
| Arjuna Nusantara Abdullah Khusairi |
Suarakampus.com- Peringati Hari Ulang Tahun ke-40, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suara Kampus adakan acara temu ramah bersama keluarga besar Suara Kampus. Kegiatan diadakan di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Imam Bonjol Padang, Minggu (16/12).
Acara yang turut dihadiri oleh LPM se-Kota Padang, UKM selingkup UIN Imam Bonjol, dan Dekan FDIK ini dibuka langsung oleh Ketua Panitia Riyandi. Ia mengatakan, kepanitiaan dibentuk pada 4 November dan terdiri dari 40 orang panitia. “Mohon maaf atas keteledoran panitia dan terima kasih kepada tamu undangan yang bersedia menghadiri HUT ke-40 Suara Kampus ini,” ungkapnya.
Riyandi mengungkapkan harapan agar perayaan HUT ke-40 ini dapat memperkuat silaturrahmi antara keluarga besar Suara Kampus. “Saya berharap, semoga ikatan kita sebagai keluarga besar Suara Kampus semakin erat,” tegasnya.
Pemimpin Umum LPM Suara Kampus M. Rahmadh Naufal Ash Siddiq mengatakan rasa syukur karena bisa melengkapi perayaan HUT Suara Kampus dengan pemutaran film dokumenter dengan sejarah tematik yang merupakan bagian terpenting. “Pada HUT ke- 40 ini, alhamdullillaah kita masih bisa merayakannya dan film dokumenter ini dibuat untuk para pendahulu dan didedikasikan untuk Pendiri LPM Suara Kampus Yulizal Yunus dan Almarhum St. Zaili Asril,” jelasnya.
Thursday, December 13, 2018
Luhak Adakan Diskusi 'Cerdas Bermedia Massa'
Jangan Cepat Percaya pada Satu Media!
Naufal Asshidiq - Bukittinggi
Suarakampus.com - Jangan langsung percaya pada satu media massa. Kini publik harus kritis. Memeriksa, memverifikasi setiap berita-berita yang ingin dikonsumsi. Percaya satu media massa berarti akan siap mendapat framing dari media massa tersebut.
Demikian dikatakan Pegiat Literasi Media, Abdullah Khusairi ketika menjadi narasumber Diskusi Mingguan Lembaga Kajian Hukum dan Korupsi (Luhak) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) Kampus Bukittinggi, Rabu (12/12).
Saturday, December 8, 2018
Milad 20 Tahun Prodi Perpustakaan UIN Padang
Pustakawan Era Digital Harus Profesional
![]() |
| LEPAS BALON: Jajaran Pimpinan Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang melepas 20 balon, simbol ulang tahun Program Studi Ilmu Kepustakaan, Jumat (7/12). |
Padang, Padek --- Pustakawan dituntut kian profesional, seiring perkembangan teknologi informasi. Digitalisasi telah membuat perubahan hebat dalam dunia perbukuan.
Demikian terungkap dalam Syukuran Milad 20 Tahun Program Studi (Prodi) D3 Ilmu Perpustakaan Fakultas Ada dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Rabu (7/12).
Thursday, December 6, 2018
Gerakan Penyuluh Agama Anti Hoaks
Lawan Hoaks Lewat Literasi Media
PADANG, HARIANHALUAN.COM – Sebanyak 20 orang penyuluh agama Kemenag Kota Padang mendeklarasikan gerakan literasi media yang bertajuk Gerakan Antihoaks, Rabu (5/12). Secara simbolis, peserta One Day Workshop bertema "Literasi Media Bagi Penyuluh gama sebagai Upaya Gerakan Anti Hoaks Kota Padang" ini menandatangani spanduk gerakan antihoaks.
Acara yang ditaja Pusat Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, menghadirkan Aktivis Literasi, Yusrizal KW dan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang 2010, Hendra Makmur.
Sunday, December 2, 2018
Yuval Noah Harari
Beda Orientasi
Mereka yang hidup di istana selalu punya agenda
yang berbeda dengan mereka yang hidup di gubuk
dan itu tidak mungkin berubah pada abad ke-21.
yang berbeda dengan mereka yang hidup di gubuk
dan itu tidak mungkin berubah pada abad ke-21.
(Yuval Noah Harari, Homo Deus, Jakarta: Alvabet, hal. 64)
Manusia akan berpikir sesuai dengan kadar pengetahuan yang ada alam otaknya. Memory yang penuh dengan kebajikan, ilmu yang bermanfaat, akan melahirkan visi dan misi kehidupan yang hebat baik untuk diri orang tersebut maupun bagi orang-orang di sekitarnya.
Friday, November 30, 2018
Cebong - Kampret
Cebong - Kampret
Banyak sekali yang menanyakan bahkan menebak sendiri, saya cebong atau kampret! Paling banyak yang menuduh saya cebong. Biar sajalah, hak dia pula untuk berpendapat. Hormati pendapat orang, walaupun salah! hahaha.
Padahal, teman-teman saya banyak di kampret. Mereka baik-baik semua. Begitu juga di cebong, baik-baik juga. Lalu saya dimana?
"Apa urusan anda menanyakan begitu?" kata seorang gubernur saat wawancara live streaming dari redaksi televisi. Sebuah pernyataan yang sangat menggelitik dan viral jadinya.
Thursday, November 29, 2018
Bedah Buku Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta
>>
Bedah Buku Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta
Berjuang Demi Daulat Ekonomi Rakyat
![]() |
| Bedah Buku: (Kanan ke kiri), Ahmad Khoirul Fata, Prof. Saifullah, Rifki Abror Ananda (moderator), Nova Sofyan Hakim, Sudarman. |
Kepentingan
ekonomi global untuk menguasai aset nasional terus dilancarkan pemodal besar (multinational
coorporate) melalui berbagai jalan. Sementara itu, nasionalisme oknum aparatur
pemerintah begitu keropos ketika diumpan dengan uang. Inilah salah satu dampak
sistem pasar bebas.
ABDULLAH
KHUSAIRI --- PADANG
Demikian benang merah dari 'Bedah Buku Melawan
Konspirasi Global di Teluk Jakarta', yang ditulis oleh mahasiswa program
doktor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ahmad Khoirul Fata,
di Aula Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol
Padang, Rabu (28/11).
Tuesday, November 27, 2018
Membaca Yuval Noah Harari
Membaca Yuval Noah Harari
Masa depan ummat manusia akan berakhir karena pikiran dan nafsu yang berkembang tiada henti hingga ke titik paling menghancurkan. Pada masa depan, ketika ilmu pengetahuan tidak terbendung untuk menciptakan apapun melalui temuan-temuan mutakhir, manusia akan repot sendiri menghadapi apa yang telah diciptakannya.
Begitulah, catatan paling singkat setelah membaca Sapien yang ditulis Yuval Noah Harari. Setelah dibawa bolak-balik ke masa lalu ke masa kini, masa lalu yang teramat jauh, zaman batu, hingga jutaan tahun ke belakang, Yuval seakan-akan ingin mengaduk-aduk pikiran kecil dan ruang pengetahuan dalam kepala yang terbatas.
Yuval hendak menggambarkan sebuah siklus zaman di muka bumi melalui data-data keilmuan di berbagai bidang, secara logis dan sistematis. Perkembangan paling purba hingga paling mutakhir digambarkan secara kontras antara satu peristiwa dengan peristiwa lain. Sulit menidakkan apa yang telah diuraikan Yuval.
KENANGAN KEPADA SEORANG GURU
Ibu Guru Zulhanidar

Guru pertama mengajar Mengarang bernama, Zulhanidar. Guru dari Sijunjung. Dia membuatku tersanjung. Hanya bidang Mengarang, aku bisa mengalahkan mak cik Raudhatul Husna (Husna Yuski). Selebihnya, ia libas semua. Rangking satu, setiap menerima rapor. Aku, terus merosot. Mak cik memang rajin. Kelas enam sekolah dasar, serupa bocah kebanyakan. Aku agak nakal. Dikit. 😂#thanksguru
tak sedikitpun sepanjang lima tahun aku hendak menjadi juara kelas. menelikung mak cik itu berat. dia telah rajin baca sejak kecil. maka tetap puas saja kalau dapat rangking, dua, tiga, empat, lima, bahkan enam. bahkan sedikit tak peduli. sing penting sepuluh besar. Dasar bocah. #thanksguru
ibu guru Zulhanidar, guru yang telaten dan sabar. Mengajar banyak hal. Suatu hari, ia ungkapkan sebuah pepatah; binatang tahan pukul, manusia tahan kias. Kami selokal terdiam! Ia tak main pukul, tapi cubitnya di perut bikin engkau meringis lama. Tulisannya di papan hitam, rapi sekali. Dia akan tandai, sebelum menghadap papan tulis, siapa yang sedang bermain. Dia akan melempar patahan kapur itu ke tengah bocah dekil ribut karena mainan. #thanksguru
Thank to
ayah ibu yang telah melahirkan dan membesarkanku
isteri dan anak-anakku yang telah memberi rindu
para guru-guru yang telah menumpahkan ilmu
Thursday, November 8, 2018
Kala Khairul Jasmi Rindu Baitullah
#Satu Lagi, Lahir Buku Baru
Kala Khairul Jasmi Rindu Baitullah...
PADANG --- Ranahminang tidak pernah berhenti menulis. Tak berhenti menerbit buku. Inilah Ranah yang subur pekerja kata-kata. Sebuah kerja intelektual yang tak boleh berhenti walaupun teknologi informasi menjauhkan kita dengan buku-buku.
Kali ini, sastrawan cum wartawan, Khairul Jasmi merilis buku kembali. Setelah novel Lonceng Cinta Sekolah Guru (Kompas: 2012), kali ini meramu catatan perjalanan spiritualnya ke Baitullah menjadi sebuah buku. Enak dibaca dan perlu bagi mereka yang akan berangkat ke Tanah Suci dan juga bagi yang telah pulang namun memendam rindu.
Monday, June 4, 2018
Zinedine Zidane Berhenti Sebelum Usai
Zinedine Zidane Berhenti Sebelum Usai
By Abdullah Khusairi - Sabtu, 02 Juni 2018 | 18.11
BOLASPORT.COM - Kabar mundurnya Zinedine Zidane dari kursi pelatih Real Madrid langsung menghebohkan jagad maya. Media sosial mengharu biru.
BOLASPORT.COM - Kabar mundurnya Zinedine Zidane dari kursi pelatih Real Madrid langsung menghebohkan jagad maya. Media sosial mengharu biru.
Musim depan, Zizou tak lagi berada di tepi lapangan Real Madrid. Zidane memilih berhenti sebelum usai.
Satu sikap yang dianggap tepat bagi sebagian orang, tetapi sebagian lain banyak yang menyayangkan.
Mereka yang menyayangkan tentunya masih merasakan euforia kesuksesan Zinedine Zidane mengantar Los Blancos meraih trofi Liga Champion 2018.
Sementara mereka yang menyatakan sekarang waktu yang tepat untuk pergi, menganut aliran pemikiran pergi setelah semua terasa usai.
(Baca juga: Piala Dunia 2018 - Jadwal Timnas Jerman di Fase Grup)
Bagi Zidane, dirinya tentu sudah usai menoreh jalan hidup di Real Madrid. Cukup 2,5 tahun.
Subscribe to:
Posts (Atom)






