Thursday, December 20, 2018

Cuit Pagi

Cuit Pagi


selamat pagi.

kemudahan mencomot berita media lain, lalu ubah redaksional membuat kemudahan bagi awak pers. tetapi itu laku buruk bagi masa depan jurnalisme. nilai dan kualitas produk bukan saja pada redaksional tapi cara mendapatkannya.

content is king. produk jurnalistik yang dicari dengan susah payah, diolah dengan seksama, akan dihargai sebagai karya bermutu bagi publik. media yang memuat akan mendapatkaj trust publik.

Sunday, December 16, 2018

40th Suara Kampus

Temu Ramah Keluarga Besar Suara Kampus Tutup Rangkaian HUT ke-40
Salingka Kampus | Minggu, 16/12/2018 01:18 WIB | Noura Arifin (mg) Lisa Septri Melina (Mg)
Arjuna Nusantara
Abdullah Khusairi
Suarakampus.comPeringati Hari Ulang Tahun ke-40Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suara Kampus adakan acara temu ramah bersama keluarga besar Suara Kampus. Kegiatan diadakan di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Imam Bonjol Padang, Minggu (16/12).

Acara yang turut dihadiri oleh LPM se-Kota Padang, UKM selingkup UIN Imam Bonjol, dan Dekan FDIK  ini dibuka langsung oleh Ketua Panitia Riyandi. Ia mengatakan, kepanitiaan dibentuk pada 4 November dan terdiri dari 40 orang panitia. “Mohon maaf atas keteledoran panitia dan terima kasih kepada tamu undangan yang bersedia menghadiri HUT ke-40 Suara Kampus ini,” ungkapnya.

Riyandi mengungkapkan harapan agar perayaan HUT ke-40 ini dapat memperkuat silaturrahmi antara keluarga besar Suara Kampus. “Saya berharap, semoga ikatan kita sebagai keluarga besar Suara Kampus semakin erat,” tegasnya.

Pemimpin Umum LPM Suara Kampus M. Rahmadh Naufal Ash Siddiq mengatakan rasa syukur karena bisa melengkapi perayaan HUT Suara Kampus dengan pemutaran film dokumenter dengan sejarah tematik yang merupakan bagian terpenting. “Pada HUT ke- 40 ini, alhamdullillaah kita masih bisa merayakannya dan film dokumenter ini dibuat untuk para pendahulu dan didedikasikan untuk  Pendiri LPM Suara Kampus Yulizal Yunus dan Almarhum St. Zaili Asril,” jelasnya.




Thursday, December 13, 2018

Luhak Adakan Diskusi 'Cerdas Bermedia Massa'

Jangan Cepat Percaya pada Satu Media! 

Naufal Asshidiq - Bukittinggi 


Suarakampus.com Jangan langsung percaya pada satu media massa. Kini publik harus kritis. Memeriksa, memverifikasi setiap berita-berita yang ingin dikonsumsi. Percaya satu media massa berarti akan siap mendapat framing dari media massa tersebut. 

Demikian dikatakan Pegiat Literasi Media, Abdullah Khusairi ketika menjadi narasumber Diskusi Mingguan Lembaga Kajian Hukum dan Korupsi (Luhak) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB)  Kampus Bukittinggi, Rabu (12/12). 

Saturday, December 8, 2018

Milad 20 Tahun Prodi Perpustakaan UIN Padang

Pustakawan Era Digital Harus Profesional


LEPAS BALON: Jajaran Pimpinan Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang melepas 20 balon, simbol ulang tahun Program Studi Ilmu Kepustakaan, Jumat (7/12). 
Padang, Padek --- Pustakawan dituntut kian profesional, seiring perkembangan teknologi informasi. Digitalisasi telah membuat perubahan hebat dalam dunia perbukuan. 

Demikian terungkap dalam Syukuran Milad 20 Tahun Program Studi (Prodi) D3 Ilmu Perpustakaan Fakultas Ada dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Rabu (7/12). 

Thursday, December 6, 2018

Gerakan Penyuluh Agama Anti Hoaks

Lawan Hoaks Lewat Literasi Media


ANTIHOAKS: Penyuluh Agama Kemenag Kota Padang, Rapiun (42) bersama koleganya menandatangani secara simbolis Deklarasi Penyuluh Agama Anti Hoaks Kota Padang, Rabu (5/12).
PADANG, HARIANHALUAN.COM – Sebanyak 20 orang penyuluh agama Kemenag Kota Padang mendeklarasikan gerakan literasi media yang bertajuk Gerakan Antihoaks, Rabu (5/12). Secara simbolis, peserta One Day Workshop bertema "Literasi Media Bagi Penyuluh gama sebagai Upaya Gerakan Anti Hoaks Kota Padang" ini menandatangani spanduk gerakan antihoaks.

Acara yang ditaja Pusat Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, menghadirkan Aktivis Literasi, Yusrizal KW dan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang 2010, Hendra Makmur.

Sunday, December 2, 2018

Yuval Noah Harari



Beda Orientasi 

Mereka yang hidup di istana selalu punya agenda
yang berbeda dengan mereka yang hidup di gubuk
dan itu tidak mungkin berubah pada abad ke-21. 
(Yuval Noah Harari, Homo Deus, Jakarta: Alvabet, hal. 64) 

Manusia akan berpikir sesuai dengan kadar pengetahuan yang ada alam otaknya. Memory yang penuh dengan kebajikan, ilmu yang bermanfaat, akan melahirkan visi dan misi kehidupan yang hebat baik untuk diri orang tersebut maupun bagi orang-orang di sekitarnya.

Friday, November 30, 2018

Cebong - Kampret

Cebong - Kampret 

Banyak sekali yang menanyakan bahkan menebak sendiri, saya cebong atau kampret! Paling banyak yang menuduh saya cebong. Biar sajalah, hak dia pula untuk berpendapat. Hormati pendapat orang, walaupun salah! hahaha. 

Padahal, teman-teman saya banyak di kampret. Mereka baik-baik semua. Begitu juga di cebong, baik-baik juga. Lalu saya dimana? 

"Apa urusan anda menanyakan begitu?" kata seorang gubernur saat wawancara live streaming dari redaksi televisi. Sebuah pernyataan yang sangat menggelitik dan viral jadinya. 

Thursday, November 29, 2018

Bedah Buku Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta


>> Bedah Buku Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta
Berjuang Demi Daulat Ekonomi Rakyat
                                                      
Bedah Buku: (Kanan ke kiri), Ahmad Khoirul Fata, Prof. Saifullah,
Rifki Abror Ananda (moderator), Nova Sofyan Hakim, Sudarman.
Kepentingan ekonomi global untuk menguasai aset nasional terus dilancarkan pemodal besar (multinational coorporate) melalui berbagai jalan. Sementara itu, nasionalisme oknum aparatur pemerintah begitu keropos ketika diumpan dengan uang. Inilah salah satu dampak sistem pasar bebas.

ABDULLAH KHUSAIRI --- PADANG

Demikian benang merah dari 'Bedah Buku Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta', yang ditulis oleh mahasiswa program doktor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ahmad Khoirul Fata, di Aula Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang, Rabu (28/11).

Tuesday, November 27, 2018

Membaca Yuval Noah Harari

Membaca Yuval Noah Harari

Masa depan ummat manusia akan berakhir karena pikiran dan nafsu yang berkembang tiada henti hingga ke titik paling menghancurkan. Pada masa depan, ketika ilmu pengetahuan tidak terbendung untuk menciptakan apapun melalui temuan-temuan mutakhir, manusia akan repot sendiri menghadapi apa yang telah diciptakannya. 

Begitulah, catatan paling singkat setelah membaca Sapien yang ditulis Yuval Noah Harari. Setelah dibawa bolak-balik ke masa lalu ke masa kini, masa lalu yang teramat jauh, zaman batu, hingga jutaan tahun ke belakang, Yuval seakan-akan ingin mengaduk-aduk pikiran kecil dan ruang pengetahuan dalam kepala yang terbatas. 

Yuval hendak menggambarkan sebuah siklus zaman di muka bumi melalui data-data keilmuan di berbagai bidang, secara logis dan sistematis. Perkembangan paling purba hingga paling mutakhir digambarkan secara kontras antara satu peristiwa dengan peristiwa lain. Sulit menidakkan apa yang telah diuraikan Yuval. 

KENANGAN KEPADA SEORANG GURU

Ibu Guru Zulhanidar 



Guru pertama mengajar Mengarang bernama, Zulhanidar. Guru dari Sijunjung. Dia membuatku tersanjung. Hanya bidang Mengarang, aku bisa mengalahkan mak cik Raudhatul Husna (Husna Yuski). Selebihnya, ia libas semua. Rangking satu, setiap menerima rapor. Aku, terus merosot. Mak cik memang rajin. Kelas enam sekolah dasar, serupa bocah kebanyakan. Aku agak nakal. Dikit. ðŸ˜‚#thanksguru


tak sedikitpun sepanjang lima tahun aku hendak menjadi juara kelas. menelikung mak cik itu berat. dia telah rajin baca sejak kecil. maka tetap puas saja kalau dapat rangking, dua, tiga, empat, lima, bahkan enam. bahkan sedikit tak peduli. sing penting sepuluh besar. Dasar bocah. #thanksguru

ibu guru Zulhanidar, guru yang telaten dan sabar. Mengajar banyak hal. Suatu hari, ia ungkapkan sebuah pepatah; binatang tahan pukul, manusia tahan kias. Kami selokal terdiam! Ia tak main pukul, tapi cubitnya di perut bikin engkau meringis lama. Tulisannya di papan hitam, rapi sekali. Dia akan tandai, sebelum menghadap papan tulis, siapa yang sedang bermain. Dia akan melempar patahan kapur itu ke tengah bocah dekil ribut karena mainan. #thanksguru

Thank to 
ayah ibu yang telah melahirkan dan membesarkanku
isteri dan anak-anakku yang telah memberi rindu 
para guru-guru yang telah menumpahkan ilmu

Thursday, November 8, 2018

Kala Khairul Jasmi Rindu Baitullah

#Satu Lagi, Lahir Buku Baru 

Kala Khairul Jasmi Rindu Baitullah... 


PADANG --- Ranahminang tidak pernah berhenti menulis. Tak berhenti menerbit buku. Inilah Ranah yang subur pekerja kata-kata. Sebuah kerja intelektual yang tak boleh berhenti walaupun teknologi informasi menjauhkan kita dengan buku-buku. 

Kali ini, sastrawan cum wartawan, Khairul Jasmi merilis buku kembali. Setelah novel Lonceng Cinta Sekolah Guru (Kompas: 2012), kali ini meramu catatan perjalanan spiritualnya ke Baitullah menjadi sebuah buku. Enak dibaca dan perlu bagi mereka yang akan berangkat ke Tanah Suci dan juga bagi yang telah pulang namun memendam rindu. 

Monday, June 4, 2018

Zinedine Zidane Berhenti Sebelum Usai

Zinedine Zidane Berhenti Sebelum Usai

By Abdullah Khusairi - Sabtu, 02 Juni 2018 | 18.11 

BOLASPORT.COM - Kabar mundurnya Zinedine Zidane dari kursi pelatih Real Madrid langsung menghebohkan jagad maya. Media sosial mengharu biru. 
Musim depan, Zizou tak lagi berada di tepi lapangan Real Madrid. Zidane memilih berhenti sebelum usai.
Satu sikap yang dianggap tepat bagi sebagian orang, tetapi sebagian lain banyak yang menyayangkan.
Mereka yang menyayangkan tentunya masih merasakan euforia kesuksesan Zinedine Zidane mengantar Los Blancos meraih trofi Liga Champion 2018.
Sementara mereka yang menyatakan sekarang waktu yang tepat untuk pergi, menganut aliran pemikiran pergi setelah semua terasa usai.
Bagi Zidane, dirinya tentu sudah usai menoreh jalan hidup di Real Madrid. Cukup 2,5 tahun.

Tuesday, May 29, 2018

Catatan Final Liga Champions 2018

Salah Menangis, Nasib Menggelinding di Kaki Bale



BOLASPORT.COM - Sergio Ramos! Sepanjang laga final Liga Champions hingga usai, nama itu menjadi trending topic

Bermacam-macam kata kasar dan konyol dilemparkan banyak pencinta sepak bola ke media sosial.

Netizen mengutuk bek Real Madrid itu setelah membuat penyerang LiverpoolMohamed Salah, cedera pada laga final yang berlangsung Minggu (27/5/2018) dini hari WIB di Stadion NSC Olimpiyskiy, Kiev.

Salah menangis, dia harus keluar lapangan. Cedera bahu yang parah membuatnya tak bisa lagi meneruskan asanya; menjebol gawang Keylor Navas.