KOMENTAR
Membaca Mimpi
Dony Oskaria
ABDULLAH
KHUSAIRI
Bermimpilah,
sebelum bermimpi itu dilarang. Tak ada yang salah dari bermimpi sebab mimpi
adalah titik picu dan pacu seseorang agar bergerak dan berjuang menuju harapan.
Hidup harus punya harapan. Harapan lahir dari mimpi-mimpi. Mimpi harus menjadi
kenyataan agar tidak ditertawakan menjadi khayalan!
Plato
menyebutkan, realitas hadir dari alam ide. Pun begitu kehidupan ini, berangkat
dari ide-ide. Ide dalam kepala, hasil dari perenungan, daya pikir yang
dituangkan, diperjuangkan, sehingga menjadi kenyataan. Sebuah daerah yang maju,
lembaga yang kuat, berangkat dari ide-ide yang diperjuangkan dan
direalisasikan.
Adalah
Dony Oskaria, seorang profesional di bendera usaha Chairul Tanjung Corps
kelahiran Tanjung Alam, Tanah Datar, Sumatra Barat, 1969, menyatakan
mimpi-mimpinya untuk Sumbar.
"Saya
galau melihat Ranah Minang tercinta. Bergerak lamban dalam pertumbuhan, padahal
begitu banyak sumber daya alam dan sumber daya manusia yang bisa dikelola untuk
memaju pertumbuhan di atas rata-rata," ungkap Dewan Penasehat Dewan
Penasihat Presiden Bidang Ekonomi dan Industri di Komite Ekonomi dan Industri
Nasional (KEIN) ini, dalam Seminar Konsep
dan Pikiran 100 Tokoh Minangkabau untuk Sumbar ke Depan, di Pangeran Beach,
Minggu, 29 September 2019.







