Menulis Seperti Berbicara
ABDULLAH KHUSAIRI
Begitu banyak kiat-kiat menulis yang tersebar di online ini. Mahasiswa-mahasiswi hari ini sangat beruntung dengan keadaan ini. Sayangnya, terlalu menikmati copy-paste tanpa ingin sedikit berpeluh. Copy-paste tanpa menyebut sumber itu laku buruk. Plagiat. Mencuri. Semua itu akan berakhir buruk dalam dunia kepenulisan. Buruk bersebab tidak ada pengembangan narasi. Niatnya mau jalan pintas, cari dan copy-paste tidak mengembangkan nalar.
Tulisan ini ditulis langsung tanpa dikonsep lebih dahulu. Ditulis seperti berbicara kepada seorang kawan yang sedang berhadapan. Bedanya, saya berbicara dalam hati lalu mengetiknya dengan cepat. Ini dimungkinkan ketika kemampuan tangan saya yang dilatih untuk bekerja sesuai irama yang saya pikirkan. Berbeda dengan orang yang tidak mampu mengirim pesan kepada jari-jarinya di keyboard, akan sangat lamban merealisasikan apa yang dipikirkan. Ini persoalan teknis yang menyakitkan bagi yang malas belajar sebentar soal mengetik cepat. Padahal semua tinggal googling.








