Harga Sawit dan Karet Terjun Bebas
“Lembaga Keuangan Ketar-Ketir”
PADANG—Petani di sejumlah daerah di Sumatera Barat terus terpuruk, akibat krisis keuangan global saat ini. Harga getah karet dan tandan buah segar (TBS) sawit seperti di Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Dharmasraya terus menunjukkan kecendrungan turun harga.
"Ini harga terendah yang pernah terjadi," ungkap Wali Nagar Sumpur Kudus, Markias kepada Padang Today, Senin (Senin 10/11).
Kondisi ini membuat efek luas, terutama bagi lembaga keuangan setempat. Kredit macet menghantui.
Harga karet jauh merosot dari Rp12.000 menjadi Rp 2.500 per kilo dan sawit dari Rp2.200 menjadi Rp250.
Ini membuat penderitaan yang luas biasa mengingat besar biaya produksi ketimbang penghasilan.
“Akibatnya lebih jauh, masyarakat mulai malas memanen komoditi perkebunannya tersebut," ujar Markias.