Monday, October 2, 2017

Cerdaslah Memilih Media Online

ABDULLAH KHUSAIRI - PADANG


Zaman android yang serba mudah dan indah ini, mengakses informasi semudah menggerakkan jari di layar sentuh seluler. Sayangnya, kemudahan ini tidak dibarengi kesiapan literasi media massa, sehingga informasi diterima tanpa penyaringan yang layak.

Dampaknya adalah menyebarnya informasi bohong dan bodong. Dunia pun banjir informasi. Membawa sampah-sampah kepentingan sesaat orang-orang tak bertanggung-jawab atas informasi yang disebarkan. Sampah-sampah penetrasi kepentingan politik dan ekonomi orang-orang yang memperkuda kebodohan pengguna android. Menjadi semacam jarum hypodermic yang menyuntik tapi tak terasa sakit dan tak disadari, demi mencapai tujuan kepentingannya.

Bagi mereka yang tidak punya literasi media massa memadai, akan menelan bulat-bulat informasi yang diluncurkan. Sialnya lagi, menyebarkan kembali dengan penuh keyakinan atas kebenaran berita yang didapatkan. Inilah yang membuat runyam.

Literasi Media
Literasi media adalah, kemampuan memahami, menganalisis kebenaran informasi dan media yang menyebarkan. Kritis terhadap siapa yang membuat informasi, dimana ia dapatkan, untuk apa ia melakukannya, serta lalukan verifikasi setiap informasi yang didapatkan. Apalagi media online yang simpangsiur menjadi viral di media sosial.

Secara sederhana,  setiap media, baik online, cetak maupun elekronik, memiliki peran produksi informasi. Ada kaidah jurnalistik yang dipakai, serta kode etik jurnalistik dalam mendapatkannya. Setiap media yang resmi, memiliki badan hukum, tim kerja redaksi, bertanggung jawab atas kerja jurnalistik yang dilakukan setiap hari. Profesional dan siap melayani hak jawab. Sebagaimana diatur dalam UU Pers No. 40 Tahun 1999.

Sementara itu, kini muncul media online yang tidak memiliki reporter, kerjanya hanya copy paste dari media mainstream, lalu merobah judul lebih provokatif. Nama media online yang dipakai kadang-kadang juga mendompleng nama media cetak --- ini sudah memerlihatkan itikad buruk. Jika tidak memerhatikan dengan seksama, mudah sekali publik akan terbawa arus informasi yang keliru. Itikad berberita kadang-kadang tampak jelas, hanya menyebarkan kebencian, kedengkian, serta muatan politik yang kental. Bagi publik yang cerdas bermedia tidak akan menggunakan media serupa ini sebagai referensi informasinya.

Sikap kritis terhadap media online melalui literasi media sangatlah penting agar tidak membawa kesesatan lebih lanjut. (lihat Q.S: al Hujurat: 6)

Informasi yang menyesatkan hanya menjadi arena pembodohan serta bisa jadi membawa petaka. Perang sering kali dimulai dari kegagalan komunikasi dan informasi. Inilah yang harus dipertimbangkan.

Kemampuan mengkonsumsi informasi memang berhubungkait dengan kemauan, kemampuan serta kepentingan. Artinya, setiap orang memiliki segmen informasi yang berbeda. Namun demikian, kita akan dinilai oleh orang lain, konsumsi dari media informasi yang salah akan membawa kekeliruan mendasar dalam membangun konstruksi kebenaran faktual.

Mereka yang mengerti seluk beluk informasi yang diproduksi dengan profesional akan selalu membaca dan membagikan informasi melalui media online resmi pula. Sementara itu, bagi yang tidak mengerti, mungkin juga karena terlibat dalam kepentingan terhadap informasi, akan membagikan informasi sungguhpun dari media online yang abal-abal. (Lihat Komentar, Jurnalisme Online Situs Radikal, SINGGALANG, 6 April 2015)


Informasi adalah asupan pengetahuan untuk penalaran. Kamu adalah apa yang kamu makan, begitu kata orang kesehatan. Kamu adalah apa yang kamu baca, begitu pula kata orang akademik. Media online, kini bak kecambah tumbuh di musim hujan. Bacalah dengan seksama, tetaplah kritis terhadap informasi yang datang dan media online yang dibaca, pilih media online yang profesional dalam memroduksi karya jurnalistik. Jangan yang media abal-abal, kalau tak ingin disebut sebagai pembaca abal-abal. Jangan sebar informasi palsu, ingat UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE) No. 11 Tahun 2008 yang selalu mengintai. Begitulah kiranya, agar selamat dalam era banjir informasi ini. Salam. [] DITERBITKAN DI HARIAN SINGGALANG

Sunday, December 25, 2016

Bulan Manja dari Ayah

HIKMAH


Bulan Manja dari Ayah


ABDULLAH KHUSAIRI


Alhamdulillah. Kita bertemu lagi di bulan suci Ramadhan. Bulan penuh berkah. Bulan penuh perenungan. Bulan peperangan bathin menahan hawa nafsu. Bulan penuh kasih sayang.


Soal kasih sayang, saya punya pengalaman indah tentang kasih sayang Ayah, yang sebelumnya tak disadari. Hanya tahu, membenci rotan di tangannya. Setelah dewasa, barulah tahu, maksud kasih sayang itu. Ayah yang pendiam, kasih sayangnya sangatlah dalam!


Sekitar tahun 80-an, sebagai seorang bocah Sekolah Dasar (SD), tugas sudah didapatkan dari Ayah, yaitu mengembala sapi dan kambing. Setiap sore, harus dihidupkan api di dalam kandang sapi. Dengan begitu, sapi akan nyaman. Kandang sapi harus bersih, sebelum beberapa ekor sapi itu masuk. Ayah akan inpeksi mendadak (Sidak), sewaktu-waktu. Kalau sempat kandang sapi kotor, kalau api padam, siap-siaplah menghadapi murkanya!

Monday, July 18, 2016

Nilai Kejujuran

"Kakak tidak bekerjasama. Tidak mencontek. Hasil usaha sendiri," sedikit manyun gadisku memberi penjelasan. Sebenarnya, ia sedang membanggakan diri, walau sedang takut dengan nada tinggi suara ayah. Ia juga sedang ingin berusaha tegak di kebenaran yang pernah diberikan ayah.


Nilainya sedikit anjlok dari perkiraan. Saya masih bersyukur, nilainya masih rata-rata air dari yang lain. Tetapi dia sepertinya tetap puas, melakukan sendiri. Sebaliknya, saya gelisah setengah mati, karena teman-temannya dapat nilai tinggi dan bisa lolos ke sekolah selanjutnya dengan mulus.

Friday, June 3, 2016

Tidak Berkompeten Sama Sekali

Pernahkah engkau merasakan, ketika apa yang kita usulkan dari pikiran yang jernih tapi dianggap suatu virus? Pernahkah engkau merasakan, sikap kritis terhadap sistem tetapi dianggap sebagai bahaya? Pernakah engkau merasakan, tidak dianggap berkompeten dan cakap padahal, engkau dan teman-temanmu sudah melakukannya lebih dari seribu kali sebuah kegiatan itu?

Tuesday, December 8, 2015

Catatan Idiot

Pejabatnya tidak memenuhi standar dan kapasitas yang baik, hasil dari politik praktis tingkat paling ortodok. Pejabatnya banyak berpikir kerdil dan sempit. Tidak luas. Pemikiran serupa itu, dimungkinkan karena pengetahuan dan wawasan yang terbatas. Mereka berebut kekuasaan tapi tidak dengan kemampuan tapi bersandar sekte.


Walau mereka sudah bergelar akademik, doktor dan profesor namun sesungguhnya mendapatkan sesuatu dengan perjuangan paling minimal. Mereka melakukan apa saja demi jabatan dan pangkat naik. Ini baik, sayangnya tidak diikuti oleh pengetahuan dan kemampuan kepemimpinan. Mereka merangkak dari bawah, dari dasar di sini, bertahun-tahun lamanya. Hebat.

Friday, November 27, 2015

Catatan Anak Adam

Gagal Negoisasi dengan Tuhan


tibPada bingkai kosmologi, nalar memang tidak mampu sampai pada hukum tuhan yang paling puncak, bernama kepastian. Akal terus berjuang aktif hingga menyikapi satu persatu lautan ilmu pengetahuan tentang kehidupan paling hakiki, kebenaran paling hakiki, sertai bagaimana sunatullah telah ditetapkan di alam ini, yang biasa disebut hukum alam.


Akal sangat terbatas, membatasi sendiri dan dibatasi keadaan. Akal diberikan kepada ummat manusia hanya untuk  memikirkan alam, tidak Pencipta Alam, apalagi zat Pencipta Alam. Memikirkan alam Maha Pecipta saja, akal ternyata tidak mampu seutuhnya. Setiap hasil rekayasa nalar selalu ditemukan titik rumpang.


Begitulah catatan sehabis menikmati tontonan teater berjudul Anak Adam, produksi Teater Imam Bonjol (TIB) Padang, di Gedung Teater Tertutup, Taman Budaya Sumbar, Jumat (27/12), pukul 20.00 WIB.

Monday, November 9, 2015

Catatan MotoGP2015

Vale, Poeple Champion!

"The Doctor 46 tetap pemenangnya." Tulis seorang gadis di status blackberry, setelah menonton live Valencia MotoGP 2015 dengan drama menegangkan hingga laps terakhir.

Publik dunia pun tahu, apa yang terjadi di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol. Ada tiga rider Spanyol di depan, Jorge Lorenzo, Marc Marquez, Dhani Pedrosa. Sementara, ada satu Italiano, Valentino Rossi di posisi 4, setelah melewati belasan rider.

Thursday, October 15, 2015

PEKAN APRESIASI TEATER #6

Teater Satu Lampung: Kisahkan Cara Rakyat Kecil Melawan Kekuasaan
Kamis, 15 Oktober 2015 10:40 wib


Padang Panjang, sumbarsatu.com—Hari ketiga, Rabu (14/10/2015), Pekan Apresiasi Teater (PAT) #6, yang digelar di Kampus ISI Padang Panjang, menampilkan 2 repertoar: “Wageupap” dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh karya Teuku Afifudin dengan sutradara Afrimer.

Pementasan digelar di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam, dan “Orang-orang yang Setia” karya dan sutradara Iswadi Pratama dari Teater Satu Lampung di Teater Arena Mursal Esten.

Seperti hari-hari sebelumnya, gelaran alek teater dua tahunan ini, dua gedung yang digunakan untuk pertunjukan selalu dipadati penonton. Semangat penonton yang cukup tinggi ini sesungguhnya menjadi modal sosial untuk peningkatan kualitas iven ini ke depannya.

“Wageupap” dengan bentuk garapan berbasis tradisi rakyat Aceh, dibuka dengan kedai kopi yang kehadirannya sudah menjadi bagian kehidupan sosial masyarakat di daerah ini. lalu, seperti kebanyakan kedai-kedai di wilayah Nusantara, selalu dijadikan ruang publik untuk mengeluarkan unek-unek.

Sunday, August 2, 2015

LEBARAN 1436 Hijriah

4 Provinsi 17 Kabupaten


KAMI BEREMPATSumbar - Jambi - Sumsel - Bengkulu 1. Kota Padang 2. Kabupaten Solok 3. Kota Solok

Tuesday, June 9, 2015

Seniman Sumbar Ultimatum Tim 9

Dalam Tempo 15 Hari mesti Laksanakan Musyawarah Seniman


Wartawan : Ganda Cipta - Padang Ekspres


Editor : Riyon


09 June 2015 12:04 WIB


Forum Silaturahmi Seniman Sumatera Barat (FSS-SB) mengultimatum Tim 9 untuk segera meyelenggarakan musyawarah seniman Sumbar dalam 15 hari ke depan, sejak ultimatum tersebut dikeluarkan.


Ultimatum tersebut tertuang dalam sebuah petisi yang ditandatangani seniman dan budayawan Sumbar yang hadir dalam Silaturahmi Sastra Sumbar di Komunitas Seni INTRO Payakumbuh, Sabtu (6/6).


Dari acara Silaturahmi Sastra Sumbar itu terungkap bahwa, Tim 9 adalah tim yang di-SK-kan Gubernur Sumbar Irwan Prayitnon untuk menyelenggarakan musyawarah seniman Sumbar, 2013 lalu.

Monday, June 1, 2015

Bengkel Sastra Balaibahasa di Muaro Sijunjung

Kumpulan Cerpen
Tentang Helm

1. Kena Tilang
2. Ditilang Polisi
3. Sebuah Helm yang Berharga
4. Gara-Gara Helm
5. Uraian Panjang Terbuang
6. Helm Maut
7. Nasi Goreng Ladang Khayalan
8. Helmku dan Kantorku
9. Mencari Seribu dalam Satu Hari
10. Benda Keras Penyelamat Hidup
11. Lensa di Balik Kaca Hitam
12. Secarik Kertas Putih di Helm Sang Ibu
13. Helm Berhadiah Kematian

Bengkel Sastra Balai Bahasa SMANSA Padang

Judul Cerpen

1. Pertemuan di Atas Sebuah Gedung - Ernatati
2. Sang Pemimpi - Ivonne Avionita -
3. Payung yang Berdebar - Melisa Putri Mardatillah
4. Kata Sebingkai Maaf untuk Ibu - Chindy Selvia
5. Perjuangan Senyuman Manis - Yolanda Putri Yani
6. Dunia Jebakan - Silvia Febiola
7. Selimut untuk Adik - Citri Aisyah
8. Perlombaan Pramuka yang Menakutkan - Trinaldi Pramudya
9. Sosok Aneh di Sekitar WC - Dwiki Erman
10. Segi Tiga Patah Hati - Meylani Ferta Putri
11. Hijab Pelangi dan Amplop Merah Jambu - Witri Wilia
12. Siena - Estetia Fajrianti
13. Petaka di Ujung Tahun ke Sepuluh - Aulia Putri
14. Bahagia Abadi - Hafifa Cahyani
15. Goresan Pena - Siti Zahra
16. 20th Kemudian - Nadhea Dewirza
17. Tekanan Batin Sang Pacar - Debio Khalisa
18. Amplop Putih - Moza Khairunisa
19. Penantian yang Membuahkan Hasil - Putri Ismalina
20. Kertas Lusuh - Fadillah Hasnah Nadia
21. Bunga Terakhir - Milenia Ruadelia

Monday, May 4, 2015

Obituari HM. Nurdin Razak

M Nurdin RazakHari Ini, Tokoh Pendidikan Kami Menghadap Ilahi


Selamat jalan Datuk HM. Nurdin Razak. Cucu tertua ini tak bisa ikut mengantar ke pemakaman Pematang Karas. Ada dua kelas, hari ini, Senin (4/5). Keduanya kelas Teologi Dakwah di Jurusan Manajemen Dakwah dan Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol Padang. Cucumu ikhlas atas kepergian Datuk. Tentu Datuk berbahagia bisa bertemu dengan Nenek.


Kita terakhir bertemu, Agustus lalu, selebihnya kita biasa berkabar lewat seluler. Aku pulang setelah kabar duka kepergian Pak Ngah Uje. Ampun dan maaf tak bisa kali ini bisa pulang mendadak seperti waktu itu. Selain dua kelas, sudah pula ada rencana jadi pemateri dalam sebuah pelatihan se kabupaten yang ditaja Balai Bahasa Padang. Ada pula agenda penelitian di kabupaten lain.