Tuesday, May 19, 2020

#DIRUMAHAJA


Dakwah bil Qalam 

ABDULLAH KHUSAIRI 

Sejak pertengahan Februari, banyak di rumah dari pada di luar. Gerakan #DirumahAja dan #WorkforHome telah menggiring menggunakan kesempatan untuk membaca dan menulis sembari menyelesaikan tugas-tugas rutin sebagai pengajar. Kuliah online tetap dilaksanakan, seminar proposal online juga digelar, walaupun tidak efektif karena kendala-kendala media komunikasi yang digunakan. 

Membaca dan menulis sudah menjadi hobi. Sesekali diingatkan oleh mereka yang peduli, agar pergi dan menjauh dari laptop, buku, dan hal-hal yang mengasyikkan ini. Biasanya saya geber motor tua keluar komplek, keliling-keliling saja, atau pergi ngopi ke kedai komplek, atau keliling dengan mobil sembari mencari pabukoan. 

Sunday, May 17, 2020

#DIRUMAHAJA

Makan Lemang 
dengan Rendang 


ABDULLAH KHUSAIRI 

"Tapainya berapa pak?" 
"Tak usah, saya makan lemang pakai rendang." 
"Oh, enak juga. Cukup setengah?" 
"Cukup."
"Makasih, bapak." 
*
Satu dari sekian banyak dialog yang pernah teringat dan berulang. Tadi sore juga begitu. Sambil memanaskan mobil, kelilinglah sebentar. Hingga masuk kampus, sekadar berputar arah dan berhenti di ATM.

Kota Padang memang sepi dari biasa. Sejak PSBB, orang banyak di rumah, walau beberapa tempat ramai. Saya kira itu hanya sebentar, orang-orang belanja memenuhi kebutuhan dapur dan mungkin juga belanja untuk lebaran. Setelah mampir isi BBM, yang masih tak turun-turun walau stok minyak dunia  sedang banjir, berhenti membeli lemang. Selera puasa memang ada-ada saja. Walau sudah ada masakan di rumah, nafsu belanja meninggi dari biasa. 

Sunday, May 10, 2020

#DIRUMAHAJA


Pada Mulanya Provokasi Tingkat Dewa! 

ABDULLAH KHUSAIRI

"Terima kasih TVONE, terima kasih pemirsa telah kirim foto. Salam hormat. Selamat menunaikan ibadah puasa. Tetap tabah menghadapi wabah, tetap di rumah."
*

Sejak kuliah di Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) tahun 1995, dunia media massa sudah ditekuni sambil kuliah. Aktif di Tabloid Mahasiswa Suara Kampus, juga media komunitas di Senat Fakultas, Alfitrah. Pada jurusan ini banyak tentang teori dengan praktek yang minim. Maklum waktu itu belum ada labor. 

"Jurusan tanpa labor, adalah jurusan icak-icak," cemeeh Dr. Sheiful Yazan, M.Si., tetapi tekad agar mahasiswanya menjadi apa yang hendak ia cita-citakan begitu besar. 

"Siapa yang saja di kelas ini yang karyanya dimuat di koran, klipinglah. Setor ke saya, tak perlu kuliah lagi. Sudah saya jamin nilainya," ujar Kang Iful, demikian kami memanggilnya. Sebuah provokasi tingkat dewa! Tapi saya masuk terus, kuliah kemediamassaan tak boleh tertinggal pun sehari.

Tuesday, May 5, 2020

#DIRUMAHAJA

Ketika Seorang Teman Berbaju Azmat

ABDULLAH KHUSAIRI 

"Selamat berjuang, kawan. Salam hormat atas segala pengorbanan. Insya Allah berkah. Selamat ulang tahun juga untuk anak dan isteri tercinta. Doa mereka membuatmu kuat dan selamat dari arena pertempuran dengan kemenangan. Amin ya rabb. Ya Allah, beri kekuatan kepada sahabatku ini." 

Tulisan ini hendak menebus rasa bersalah, ketika sebuah foto seorang teman yang memakai baju azmat Alat Pelindung Diri (APD) menjadi ide awal tulisan yang ditayangkan prokabar.com, dengan judul "Tetap di Rumah Niatkan Ibadah." Kalimat awal tulisan ini, juga pembuka dari tulisan tersebut, sebagai support terhadap teman yang sedang berjuang melaksanakan tugas negara. Siapa dia? 

Friday, May 1, 2020

#DIRUMAHAJA

Mei, Selamat Datang

ABDULLAH KHUSAIRI 

Mei, selamat datang
gemuruh di dadaku masih seperti dulu,
belasan tahun silam

Selalu ada Mei setiap tahun, seperti kita mengingat sesuatu pada bulan-bulan lain. Setiap orang punya masa lalu yang patut dikenang-kenang. Armand Maulana punya 11 Januari, sedangkan Iwan Fals punya 22 Januari. Masih banyak yang lain, yang menjadikan itu sebuah judul. 

Thursday, April 23, 2020

#DIRUMAHAJA

Jejak Kaki Regu Harimau

ABDULLAH KHUSAIRI

Satu foto seribu kata 
Kata adalah kisah 
Kisah adalah jejak 
Jejak adalah kenangan! 

Begitulah, setelah sebuah foto lama dan buram diposting di bilik percakapan mengabarkan seribu kisah di baliknya. Kisah 30 tahun silam. Tahun 1990. 

Pada foto itu, anggota Regu Harimau Pondok Pesantren Al-Hidayah Sarolangun sedang berbaris tertib menuju lapangan upacara pada sebuah pagi yang sama serupa pagi ini, dari sebuah tenda yang dibuat serapi mungkin, walau tidak sekeren tenda-tenda "budak kini..."

Begitu buram foto itu, tak lagi kelihatan siapa saja di dalamnya. Hanya yang jelas, ketua regu. Ya, ketua regu itu adalah Dr. Sufyan Ramli, M.Ag. paling kiri. Saya entah dimana, biasanya seingat saya, selalu berada di depan, atau nomor dua, sebab berbadan kecil. Anggota berbadan besar biasanya di belakang. Saya sudah lupa anggota-anggota lain. 

Thursday, April 16, 2020

Catatan 43Th

Meski Nanti tak Hitam Lagi ...

ABDULLAH KHUSAIRI

Hari bahagia, hari lahir ke dunia. Kini sudah 43 tahun usia. Alhamdulillah. Menua dengan tanda-tanda yang tak jelas bersetia. Rambut mulai banyak yang memutih. Tak apa. Beberapa orang teman justru telah jauh berada di depan, bila bicara soal rambut yang memutih. Saya termasuk di bagian belakang. Agak lamban kelihatan. 

Saturday, April 11, 2020

#DIRUMAHAJA

Menulis Tentang Membaca

ABDULLAH KHUSAIRI 

Saya tak hendak menulis hari ini. Saya mau membaca saja. Membaca banyak bacaan. Ada bacaan yang bergizi, ada bacaan yang ada honornya pula. Membaca dapat honor? ehem. Juri lomba menulis, ups. Itu saja...

Membaca buku tebal, tebal sekali 397 halaman. Tentang seseorang yang kaya raya di dunia. Tak perlu saya sebut namanya. Ditulis oleh hebat, Robert Slater. Buku ini tentang perjalanan seseorang sejak kecil, tentang asal usul keluarga hingga sukses luar biasa di dunia bisnis keuangan. Keuangan, dunia ekonomi, ekonomi dunia. Tuntas blas! 

Friday, April 10, 2020

#DIRUMAHAJA

Jum'at Keempat 

ABDULLAH KHUSAIRI


Maka telah hilang sedihku, pada jumat keempat ini. Terang benderang di pikiran, bersebab tiada berjumat punya sandaran yang kuat adanya. Minggu lalu, tiada berjumat ketiga kali, rasa bersalah begitu besar terasa di dada kami yang inhern dengan shalat jumat. Tulisan ini memberi sitawa sidingin bagi kami yang masuk kategori ketiga pada tulisan ini. Wabil khusus, ini karya kandidat doktor @Abrar Dt. Gampo dan petinggi di Thawalib Padangpanjang. Demonstrans '98 ini, sering mengaku malas hendak menulis, lebih suka orasi di kelas dan di jalanan. Senang saya, akhirnya, berkat dorongan orang-orang di sekitarnya dan banyak waktu #DirumahAja karena wabah Covid-19 membuatnya mau menulis. Demikian apresiasi saya atas artikel populernya di inioke.com ini. Salam hormat senior...

Saya mengapresiasi Abrar Dt. Gampo yang telah menulis Shalat Jumat Tidak Wajib Saat Wabah Covid-19. Materi yang ditulisnya, to the point menjawab keresahan ummat yang belum mendapat dalil sehingga bisa merasa berdosa, marah-marah kepada pemerintah karena mengganggap pemerintah sekuler, prasangka buruk demi menjaga marwah dan keimanan. Macam-macamlah alasannya. Kini semua itu terang benderang. 

Monday, April 6, 2020

#DIRUMAHAJA

Books PDF Version 

 "Tahu Betapa Sakitnya Emak Banting Tulang


ABDULLAH KHUSAIRI

Alhamdulillah. Kumpulan tulisan versi PDF berjudul "Tahu Betapa Sakitnya Emak Banting Tulang," terkirim ke tujuh WhatsAppGroups (WAG). Setelah secara marathon disunting kalimat demi kalimat, sejak pukul 11.00 WIB, Minggu 5 April 2020, hingga jam yang sama pada hari ini, Senin 6 April 2020. 

"Keren pak," Hengki Natha, salah seorang dari mereka. Hengki Natha menyumbang tulisan berjudul, "Gaji Garin Kesepian yang Sempurna." 

Berderet-deretlah ucapan terima kasih dan pujian sejak pukul 11.00 WIB. hingga kini. Ada yang slow respon, ada pula yang menyatakan, tulisan saya tak dimuat. Hahaha. Maaf, yang terlambat, yang melampau garis mati (deadline), yang tak memungkinkan dimuat, harus tertinggal kereta. Kami tak bisa menunggu, sebab ada yang harus segera berangkat! 

Naskah buku ini sengaja dibuat, setelah muncul ide menantang mahasiswa untuk melepaskan semua boring, bosan, melaporkan keadaan sekelilingnya, ke dalam kata-kata. Data, fakta, opini, yang mereka ungkapkan ini akan dijadikan tulisan khusus untuk jurnal ilmiah, bila ada waktu senggan nanti. 

Saya senang, mereka bahagia. Sebab saya merasakan betapa bosan #DirumahAja. Alangkah baiknya mampu menuliskan tiga empat alinea. Alhamdulillah, ada yang panjang, menarik, hingga tak perlu banyak disunting. Ada juga yang parah, sangat parah sekali. Begitulah dinamikanya. 

Friday, April 3, 2020

#DIRUMAHAJA

Menulis Pendek Agar Dibaca! 


ABDULLAH KHUSAIRI

Jangan panjang-panjang, tak ada yang suka membacanya. Pendek saja, yang penting mengena. Orang sudah tak suka membaca, maunya menonton. Menonton pun yang pendek-pendek juga filmnya. Habis paket data mereka kalau panjang-panjang. Makanya saya sarankan youtuber agar bikin konten yang pendek-pendek. 

Saran diterima dengan baik dan ikhlas. Walau kadang-kadang sulit sekali menghentikan sebuah tulisan jika sudah asyik mengungkapkannya. 

Kalau mau menulis panjang-panjang di jurnal saja atau menulis sebuah buku saja, sekalian. Menulis opini di online, jarang yang baca, kecuali orang-orang tertentu. Tidak akan dibaca oleh pembaca-pembaca baru. Yakinlah itu. Minat baca itu melambat di tengah disrupsi yang terjadi dimana-mana. Mereka lebih suka media sosial, baca status di linimasa saja. Jadi, jangan kepedean menulis panjang.  

Thursday, April 2, 2020

#DIRUMAHAJA

Melunasi Banyak Kepergian! 


ABDULLAH KHUSAIRI

Apa saja kegiatan ketika #DirumahAja dimulai? Banyak. Buka laptop, menulis, membaca, mencuci mobil, motor, ngopi, merokok, dengar lagu, main sama anak. Sudah berapa lama #DirumahAja dilakukan? Sejak awal Maret sudah saya lakukan. Sebelum anak-anak sekolah diliburkan. Saya sudah sering #DirumahAja. Saya seperti melunasi banyak kepergian! 

Sejak September 2016 hingga September 2019, saya terikat kontrak dengan Ministry of Religion Affair (MORA). Beasiswa Program Doktor yang memberi kesempatan saya untuk wara-wiri Ciputat-Padang. Alhamdulillah, selesai tepat waktu. Lunas sudah amanat ayah, agar sekolah tinggi-tinggi. Sudah, itu sudah tinggi. Tak ada lagi di atas itu.

Monday, March 30, 2020

#DIRUMAHAJA

Siapa Baca Tulisanmu! 


ABDULLAH KHUSAIRI  

Hari ini tak ada yang ditulis. Kosong. Cuma baca-baca saja. Tak ada yang penting-penting amat untuk dibagikan. Perasaan kian masgul, saja. Apa itu masgul? Mungkin sama dengan galau. Lha, kok galau. Galau tak bisa keluar untuk ngopi-ngopi, nongkrong, diskusi, juga beberapa agenda penting harus cancel. Saya memang suka nongkrong untuk berdiskusi. Apalagi? Ya, bulan tua nan pasi di ujung ranting. Hehehe. Apa pula itu, tanggal satu dua hari lagi! 

Hari ini tak ada yang ditulis. Kosong. Cuma baca-baca saja. Lha, ini nulis apa? Nulis apa saja. Hehehe. Begini, ya, buat apa menulis? Memangnya ada yang baca? Sekarang zaman video, gambar bergerak, tidak lagi teks? Jadul amat, nggak ada waktu untuk membaca, apalagi panjang-panjang. 

Saya coba menjawab. Soal dibaca atau tidak, itu urusan lain. Urusan saya, ya menulis. Menulis apa yang saya mau. Kalau tak mau baca, ya sudah, tak dosa pun! Hahaha. Saya menulis seperti olahraga, untuk diri saya, bukan untuk orang. Kalau ada orang mau baca, silahkan. Tidak, juga tidak apa-apa. Itulah anehnya.