Monday, October 2, 2017
Di Bawah Naungan Merah Putih
Tragedi Tabloid Charlie Hebdo
Tenggelamnya Kapal Ikan Asing
Jurnalisme Online Situs Radikal
Dakwah Entertainment dan Sertifikasi Mubaligh
Benediction in the cabin AirAsia one Day
Cerdaslah Memilih Media Online
Sunday, December 25, 2016
Bulan Manja dari Ayah
HIKMAH
Bulan Manja dari Ayah
ABDULLAH KHUSAIRI
Alhamdulillah. Kita bertemu lagi di bulan suci Ramadhan. Bulan penuh berkah. Bulan penuh perenungan. Bulan peperangan bathin menahan hawa nafsu. Bulan penuh kasih sayang.
Soal kasih sayang, saya punya pengalaman indah tentang kasih sayang Ayah, yang sebelumnya tak disadari. Hanya tahu, membenci rotan di tangannya. Setelah dewasa, barulah tahu, maksud kasih sayang itu. Ayah yang pendiam, kasih sayangnya sangatlah dalam!
Sekitar tahun 80-an, sebagai seorang bocah Sekolah Dasar (SD), tugas sudah didapatkan dari Ayah, yaitu mengembala sapi dan kambing. Setiap sore, harus dihidupkan api di dalam kandang sapi. Dengan begitu, sapi akan nyaman. Kandang sapi harus bersih, sebelum beberapa ekor sapi itu masuk. Ayah akan inpeksi mendadak (Sidak), sewaktu-waktu. Kalau sempat kandang sapi kotor, kalau api padam, siap-siaplah menghadapi murkanya!
Monday, July 18, 2016
Nilai Kejujuran
"Kakak tidak bekerjasama. Tidak mencontek. Hasil usaha sendiri," sedikit manyun gadisku memberi penjelasan. Sebenarnya, ia sedang membanggakan diri, walau sedang takut dengan nada tinggi suara ayah. Ia juga sedang ingin berusaha tegak di kebenaran yang pernah diberikan ayah.
Nilainya sedikit anjlok dari perkiraan. Saya masih bersyukur, nilainya masih rata-rata air dari yang lain. Tetapi dia sepertinya tetap puas, melakukan sendiri. Sebaliknya, saya gelisah setengah mati, karena teman-temannya dapat nilai tinggi dan bisa lolos ke sekolah selanjutnya dengan mulus.
Friday, June 3, 2016
Tidak Berkompeten Sama Sekali
Pernahkah engkau merasakan, ketika apa yang kita usulkan dari pikiran yang jernih tapi dianggap suatu virus? Pernahkah engkau merasakan, sikap kritis terhadap sistem tetapi dianggap sebagai bahaya? Pernakah engkau merasakan, tidak dianggap berkompeten dan cakap padahal, engkau dan teman-temanmu sudah melakukannya lebih dari seribu kali sebuah kegiatan itu?
Tuesday, December 8, 2015
Catatan Idiot
Pejabatnya tidak memenuhi standar dan kapasitas yang baik, hasil dari politik praktis tingkat paling ortodok. Pejabatnya banyak berpikir kerdil dan sempit. Tidak luas. Pemikiran serupa itu, dimungkinkan karena pengetahuan dan wawasan yang terbatas. Mereka berebut kekuasaan tapi tidak dengan kemampuan tapi bersandar sekte.
Walau mereka sudah bergelar akademik, doktor dan profesor namun sesungguhnya mendapatkan sesuatu dengan perjuangan paling minimal. Mereka melakukan apa saja demi jabatan dan pangkat naik. Ini baik, sayangnya tidak diikuti oleh pengetahuan dan kemampuan kepemimpinan. Mereka merangkak dari bawah, dari dasar di sini, bertahun-tahun lamanya. Hebat.
Friday, November 27, 2015
Catatan Anak Adam
Gagal Negoisasi dengan Tuhan
Pada bingkai kosmologi, nalar memang tidak mampu sampai pada hukum tuhan yang paling puncak, bernama kepastian. Akal terus berjuang aktif hingga menyikapi satu persatu lautan ilmu pengetahuan tentang kehidupan paling hakiki, kebenaran paling hakiki, sertai bagaimana sunatullah telah ditetapkan di alam ini, yang biasa disebut hukum alam.
Akal sangat terbatas, membatasi sendiri dan dibatasi keadaan. Akal diberikan kepada ummat manusia hanya untuk memikirkan alam, tidak Pencipta Alam, apalagi zat Pencipta Alam. Memikirkan alam Maha Pecipta saja, akal ternyata tidak mampu seutuhnya. Setiap hasil rekayasa nalar selalu ditemukan titik rumpang.
Begitulah catatan sehabis menikmati tontonan teater berjudul Anak Adam, produksi Teater Imam Bonjol (TIB) Padang, di Gedung Teater Tertutup, Taman Budaya Sumbar, Jumat (27/12), pukul 20.00 WIB.
Monday, November 9, 2015
Catatan MotoGP2015
"The Doctor 46 tetap pemenangnya." Tulis seorang gadis di status blackberry, setelah menonton live Valencia MotoGP 2015 dengan drama menegangkan hingga laps terakhir.
Publik dunia pun tahu, apa yang terjadi di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol. Ada tiga rider Spanyol di depan, Jorge Lorenzo, Marc Marquez, Dhani Pedrosa. Sementara, ada satu Italiano, Valentino Rossi di posisi 4, setelah melewati belasan rider.

