Sunday, March 29, 2020

#DIRUMAHAJA

Tidak Boleh Mudik! 


ABDULLAH KHUSAIRI 

Twitter @KemenkesRI menganjurkan Jangan Mudik! Sebab itu bisa menyebarkan Covid-19 bagi handai taulan di kampung halaman. Covid-19 menyebar seiring dengan sebaran para ummat manusia yang berhubungan satu sama lain. 

Ini satu pukulan lagi karena Covid-19. Pukulan pertama tidak boleh kemana-mana, #DirumahAja. Kedua, tidak boleh Jumatan. Pukulan ketiga ini, sepertinya masih lama tetapi sudah diumumkan! Sudah diprediksi perang melawan Covid-19 bakal memakan waktu lama. 

Hampir masuk minggu ketiga, walau minggu-minggu pertama, satu dua kali sering keluar, terasa mulai berat menjalani hari-hari di #DirumahAja. Untung saja ada pelarian-pelarian, kompensasi dengan hal-hal positif. Banyak cerita sama anak-anak, banyak di depan laptop. Tidak Jumatan, sudah membuat sedih sendiri. Baca saja tulisan sebelum ini. 

Saturday, March 28, 2020

#DIRUMAHAJA

Suasana Bathin Tentang Covid-19 

di Media Sosial 


ABDULLAH KHUSAIRI

Setiap daerah tidak memiliki suasana bathin yang sama dalam memahami ketakutan pada daerah lain. Beda daerah beda pula merasakannya. Beberapa teman di kabupaten-kota yang berbeda berkomentar santai dan belum merasakan ketakutan yang berlebihan. Sementara, pada tingkat provinsi, hampir sama, sudah ketakutan semua. Begitu pula awalnya, ketika Covid-2019 masih berada di Wuhan, negeri ini belum mengalami suasana mengerikan. 

Pada ruang percakapan di lini masa juga begitu, ada yang masih berdebat panjang soal masih Jumatan atau tidak. Pada suatu daerah mungkin saja masih merasakan seperti biasa, ketakutan belum melanda. Status ODP, PDP, belum ada di daerah tersebut, sehingga belum ada ketakutan. Ada teori dalam journalism, teori nilai berita (news value), sesuatu akan sangat berarti bagi public di suatu daerah bilamana peristiwa itu begitu dekat dengan dirinya. Nilai berita tersebut disebut, proximity. Faktor kedekatan antara yang diberitakan dengan yang terjadi.

Friday, March 27, 2020

#DIRUMAHAJA

Kisah Hari Jumat

ABDULLAH KHUSAIRI

ini rahasia, maaf kalau melow...
air mata menetes sendiri nggak pergi jumatan
kali kedua. separah ini harus kita jalani...

#statusfacebook #statuswhatsapp #statustwitter #dirumahaja

Respon dari teman-teman di akun media sosial saya beragam. Ada yang ikut hanyut jadi melow, ada pula yang datar-datar saja, ada pula yang tajam. Misalnya, Dr. Faizin, MA menyatakan "lebih sedih mereka yang setiap jumat di atas mimbar." Saya balas dengan emoticon saja. Sebab kami sangat tahu maksudnya. 

Status itu tiba-tiba saja ada dalam kepala dan saya catat langsung waktu seharusnya saya mesti berada di masjid. Langsung posting. Minggu lalu saya juga sudah tak ke masjid tapi tidak begitu melow. Mungkin ini kali kedua, yang harusnya harus pergi. Sebab jarang sekali saya tidak jumatan. Saya diajarkan agar terus jumatan. Jangan pernah ditinggalkan sampai tiga kali, saya diajarkan, muslim yang tidak jumatan hingga tiga kali akan mendapat hukuman berat. 

Thursday, March 26, 2020

#KULIAHONLINE

mytwitt


mahasiswa tak membaca buku yang dianjurkan. kok tahu? ya dari pertanyaannya. wawasannya dalam mengungkapkan pikiran. padahal, kuliah online menuntut mahasiswa jujur pada diri sendiri, disuruh baca ini baca itu harusnya dilakukan. #kuliahonline

memang sejak pulang program doktor, masuk ke kelas, harapan bertemu dengan mahasiswa yang kritis, punya bacaan yang luas, begitu besar. tetapi zaman telah berubah. mereka cenderung memilih mendengar saya saja, saya asyik aja. tetapi itu sangat jelek buat mereka. #kuliahonline

ada iklim yang buruk terbangun di dunia pendidikan yang saya kira memang tidak semua. pengalaman saya menunjukkan, keasyikan berakademik itu sangat menurun drastis. mahasiswanya banyak main PUBG-ML, juga ular-ular itu. mahasiswinya sibuk tik-tok. #kuliahonline

Monday, March 23, 2020

#DIRUMAHAJA

Bosan 


ABDULLAH KHUSAIRI


Bosan. Padahal baru beberapa hari. Masih terasa lama April tiba. Lebih bosan lagi bila mengingat, kalau status #Dirumahaja diperpanjang. Saya iseng panasin mobil, lalu keluar. Ternyata sepi. Tidak seperti biasa. Teringat beberapa tahun silam ke Penang, kotanya sepi. Hanya banyak mobil parkir saja. Orang memang banyak di dalam gedung. Nah, Kota Padang seperti itu. Di jalanan sepi sekali, padahal hari ini, Senin. Semoga #Dirumahaja segera berakhir. 

Membaca berita-berita tentang Corona Virus Dieases (Covid-19), terasa kian menakutkan. Sebab #Dirumahaja merupakan langkah awal. Sedangkan langkah selanjutnya, setelah 14 hari ke depan baru dilihat hasilnya. Deteksinya. Seberapa banyak yang ke rumah sakit menyerahkan diri. Semoga kita baik-baik saja, amin. 

Sunday, March 22, 2020

#SERIKULIAHAN

Merumuskan Ide


ABDULLAH KHUSAIRI 

Pada sebuah pelatihan penulisan Farid Gaban menerangkan kiat-kiat menulis dengan cara merumuskan ide dasar. Mulailah dari apa yang ingin dikatakan. Rumuskan itu dalam sebuah kalimat sederhana.Setelah itu, di kertas atau pikiran, buatlah outline berisi dua sampai enam poin yang akan menjadi unsur tulisan. Jika tidak ada yang ingin dikatakan, bicaralah dengan orang-orang sekitar untuk mendapatkan ide tulisan dari mereka. Banyak diskusi, nonton film, baca buku, buku apa saja boleh. 

Seketika kita tahu apa yang akan diungkapkan lewat kata-kata, segera tulislah. Ambil satu poin (dalam outline) setiap kali dan buktikan/tunjukkan sebelum Anda berpindah ke poin lain. Draft pertama sudah pasti tidak akan sempurna. Setelah itu tulis ulang: rewrite. 

#SERIKULIAHAN

Menulis Seperti Berbicara 

ABDULLAH KHUSAIRI

Begitu banyak kiat-kiat menulis yang tersebar di online ini. Mahasiswa-mahasiswi hari ini sangat beruntung dengan keadaan ini. Sayangnya, terlalu menikmati copy-paste tanpa ingin sedikit berpeluh. Copy-paste tanpa menyebut sumber itu laku buruk. Plagiat. Mencuri. Semua itu akan berakhir buruk dalam dunia kepenulisan. Buruk bersebab tidak ada pengembangan narasi. Niatnya mau jalan pintas, cari dan copy-paste tidak mengembangkan nalar. 

Tulisan ini ditulis langsung tanpa dikonsep lebih dahulu. Ditulis seperti berbicara kepada seorang kawan yang sedang berhadapan. Bedanya, saya berbicara dalam hati lalu mengetiknya dengan cepat. Ini dimungkinkan ketika kemampuan tangan saya yang dilatih untuk bekerja sesuai irama yang saya pikirkan. Berbeda dengan orang yang tidak mampu mengirim pesan kepada jari-jarinya di keyboard, akan sangat lamban merealisasikan apa yang dipikirkan. Ini persoalan teknis yang menyakitkan bagi yang malas belajar sebentar soal mengetik cepat. Padahal semua tinggal googling. 

#SERIKULIAHAN


Pengalaman Menulis 


ABDULLAH KHUSAIRI

Setiap kata perlu dipertanggungjawabkan. Setiap ketukan jari terhadap huruf di keyboard adalah sejarah. Setiap kalimat yang dibangun menunjukkan siapa penulisnya. Setiap tulisan dalam bentuk karya adalah sidik jari penulisnya. Jika masih ada stupid mistake maka sebuah naskah belum layak dihidangkan kepada khalayak. 

"Goblok!" kata Prof. Dr. Azyumardi, MA, CBE suatu ketika di dalam kelas kuliah di Sekolah Pascasarjana (SPS) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat. 

Saturday, March 21, 2020

Work from Home

HIKMAH COVID-19 


Inilah hikmahnya sebuah kebijakan pemerintah. Bisa banyak di depan laptop, di rumah. Saya bisa menulis bebas. Blog ini dibuat untuk menumpahkan apa yang dirasakan, dipikirkan, serta hal-hal yang mungki dibagikan ke ruang publik. 

Virus Corona dengan nama kesehatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) mewabah menjadi ketakutan yang berlebihan. Bersebab informasinya tidak terkendali sehingga menyaru banyak kepentingan politik, kepentingan ekonomi, di balik berita-berita yang sebenarnya berawal sangat netral. 

Wednesday, February 19, 2020

curhat

Curhat. tadi kuliah pertama. produksi media komunitas. empat kelas, sejak pagi. di lokal D10. lokal terang benderang dari arah dalam keluar dan sebaliknya. parkir kelihatan. ibu-ibu kebersihan ribut. dangdutan dari kantin seberang jalan. saya usul, agar ada tirai biar tak badmood mengajar. saya kira, kita memang belum banyak berubah. saya sedih. dibanding ruang dekan yang baru saja direnovasi. kontras. indah dan nyaman. salam.

Thursday, February 6, 2020

Cerita Baru Inyiak Canduang dan Buya Hamka

DUA NOVEL TENTANG ULAMA DITERBITKAN

Cerita Baru Inyiak Canduang dan Buya Hamka 

Ini berita baik bagi pencinta buku dan penikmat novel. Kali ini dua sastrawan, Khairul Jasmi dan Akmal Nasery Basral menerbitkan karya terbarunya. Khairul Jasmi menulis tentang jejak rekam kehidupan Syeikh Sulaiman Arrasuly yang dikenal dengan Inyiak Canduang. Sedangkan Akmal Nasery Basral menulis tentang sisi lain Buya Hamka. Dua novel ini diterbitkan oleh Republika Penerbit. 

ABDULLAH KHUSAIRI 

Inyiak Canduang dikenal seorang ulama pendiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah, yang lahir dan besar di lereng gunung. Belajar mengaji ke Batu Hampar di waktu kecil. Lalu seterusnya belajar hingga ke Mekkah. 

Sulaiman kecil memang disiapkan menjadi orang besar. Menantang zaman, menjemput asa. Begitulah kisah dimulai oleh Khairul Jasmi dalam novel yang diberi judul "Inyiak Sang Pejuang." Kisah-kisah jenaka Sulaiman kecil dipungut dan diceritakan menjadi enak dibaca. 

Melalui riset yang panjang, Khairul Jasmi menulis kisah-kisah kecil Inyiak Canduang dan diterbitkan RepublikaPenerbit di awal tahun ini. Menurut Khairul Jasmi, nama Inyiak Canduang sangat harum di seluruh penjuru negeri ini. 

Saturday, January 4, 2020

Jangan Buang Hajat Sembarangan

BURUKNYA AKSES SANITASI

BABS Bisa Bikin Stunting


Buang Air Besar Sembarangan (BABS) karena buruknya sanitasi rupanya bisa bikin geger. Salah-salah bisa menimbulkan stunting atau kekerdilan kepada manusia. Sedang Sumbar termasuk daerah yang sanitasinya buruk.

Padang --- Jangan pernah berpikir bahwa meski kakus sudah bersih lalu semua yang bertalian dengan pencernaan akan baik-baik saja. Budaya mengabaikan sanitasi akan berakibat buruk pada tubuh, bahkan tak jarang akan berakibat munculnya stunting.

Maka dapat dibayangkan pula bila kakus tak bersih, akses sanitasi buruk, akan melahirkan generasi yang buruk dan tidak sehat. Oleh karenanya, diperlukan upaya besar-besaran dan kerja keras semua pihak khususnya di Sumatera Barat untuk memperbaiki semua ini. Urusan ini tidak hanya urusan yang jadi tanggung jawab Dinas Kesehatan saja melainkan tanggung jawab semua pihak.

Demikian benang merah dari diskusi seputar burunya sanitasi Sumbar yang digelar di Hotel Pangeran Beach kemarin oleh Forum Editor, PKBI, LP2M dan SNV.

Wednesday, January 1, 2020

#SERIJEJAKULAMA


Ki Ja'far Hasan
Jejak Ulama Sarolangun


Buku Jaringan Ulama Nusantara Awal Abad XVII dan XVIII, magnum opus Profesor Azyumardi Azra telah diterbitkan berulang kali untuk memenuhi kebutuhan keilmuan sepanjang masa. Buku ini mengurai secara detail dengan fakta-fakta yang kuat tentang kiprah para ulama di Nusantara. Sayangnya, sejak diterbitkan pertama 1994 hingga edisi revisi berulang kali, belum ada penelitian yang menonjol dan diterbitkan untuk melengkapi jaringan ulama itu ke pelosok-pelosok. Padahal, peran ulama-ulama yang belum tertulis tersebut begitu besar melahirkan generasi baru, para akademisi yang hadir hari ini.

Catatan di atas lahir begitu saja ketika beberapa waktu lalu mendapat kabar dilantiknya Dr. Rafidah, SE, ME sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Siapa Dr. Rafidah, SE, ME ini? Dia seorang dosen, doktor bidang ekonomi jebolan Universitas Tri Sakti. Putri Sulung Dr. Rafi'i Nazari (alm.). Siapakah Rafi'i Nazari? Dia jebolan Fakultas Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah tahun 1990/1991. Lahir di Sarolangun, Desember 1942. Wafat Agustus 1990. Rafi'i Nazari pernah pula menjabat Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi tahun 1978 dan  menjadi anggota DPRD Provinsi Jambi tahun 1979-1982.