Saturday, April 12, 2008

CERPEN

Gemercik Api



Batang Hari airnya tenang, sungguh pun tenang derasnya ke tepi.


Anak Jambi jangan dikenang, kalau dikenang merusak hati.*



Dewi terkesima membaca pantun yang masuk ke inbox dikirim dari nomor yang tidak dikenal. Ia menebak-nebak dari siapa pesan pendek berupa pantun itu. Dan tiba-tiba melintas ingatan tentang seseorang yang sudah lama terkubur di hatinya. Wajah tampan seorang laki-laki melintas di angan-angannya. Ah!


Mungkinkah dia? Dewi harap-harap cemas. Dan semua kenangan hidupnya di negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah terburai sudah. Ah, itu sudah lima tahun lalu.



MENARA GADING MULAI LAPUK

SHEIFUL-YAZAN2


Oleh: Drs. Sheiful Yazan MSi


Dosen Komunikasi Fak. Dakwah


IAIN Imam Bonjol Padang



Saya kecewa sekali ketika seorang profesor, guru besar saya membagi-bagikan seluruh buku referensi dari perpustakaan pribadinya. Saya kecewa karena dua hal, pertama saya tidak kebagian warisan tersebut, saya datang seminggu setelah SMS saya terima dari teman, sekitar lima ribuan buku beliau sudah lindang tandeh diboyong para mahasiswa dan koleganya. Kedua, saya kecewa, sampai saat ini belum dapat jawaban mengapa beliau melakukan hal itu. Saya hanya dapat mengira-ngira, dan mencoba membongkar kembali kenangan saya kuliah dengan profesor gaek itu.


OPINI PEMEKARAN DAERAH: AMBISI ELIT ATAU KEBUTUHAN RAKYAT

WENDRA-YUNALDI


Oleh :


Wendra Yunaldi, SH, MH


Pengajar Hukum Tata Negara (HTN) dan Staff Ahli DPD RI


Mencermati fenomena pemekaran wilayah di Indonesia pasca pemerintahan Orde Baru hingga memasuki pemerintahan sekarang tampaknya cukup menarik untuk ditelaah secara mendalam. Secara teoritik, harus diakui bahwa kebijakan pemerintaha untuk memekarkan beberapa daerah di Indonesia telah menambah angka permasalahan baru terutama dalam proses penyusunan Undang undang dan sistem ketatanegaran kita saat ini. Kebijakan untuk melakukan pemekaran daerah memang harus dilihat dalam perspektif multidimensional. Di satu sisi persoalan pemekaran daerah merupakan suatu tuntutan masyarakat yang merasa daerahnya dieksplorasi, dan dieksploitasi pusat secara berlebihan. Pada sisi lain, pemekaran daerah tidak dimaknai sebagai upaya peningkatan kapasitas, dan kapabilitas aparatur pemerintah daerah, namun, justru sebaliknya.



ISLAM DAN DEMOKRASI: BEDA TAPI SAMA

Oleh :


Riki Saputra


Direktur Eksekutif Majelis Sinergi Islam dan Tradisi (MAGISTRA) Indonesia


RIKI-SYAHPUTRA


Pembicaraan demokrasi dewasa ini masih begitu hangat dan mendapat tempat dalam pemikiran manusia. Manusia di seluruh dunia, baik dengan latar belakang agama, peradaban, dan sejarah, umumnya mengakui demokrasi sebagai sesuatu yang harus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Demokrasi dipuji banyak orang terutama dalam ranah politik - walaupun saat ini nilai demokrasi mulai di kembang luaskan pada bidang lain, termasuk dalam masalah agama. Sistem politik yang tidak sesuai dengan demokrasi dianggap ketinggalan kereta, karena tidak sesuai lagi dengan perubahan zaman dan sangat mustahil bisa membawa kemajuan. Jadi ada benarnya apa yang di sampaikan Saiful Mujani seorang peneliti pada Pusat Kajian Masyarakat Islam bahwa “Hampir tidak mungkin menolak demokrasi di zaman sekarang ini. Demokrasi sudah menjadi semangat dan anak zaman. Menolak demokrasi sama artinya dengan menolak zaman”.


AKAL dan JIWA

COVER-NALARWAHYU



Judul : Nalar & Wahyu
Penulis : Dr. Abu Yasid, LL.M
Penerbit: Erlangga
Cetak : Januari 2008
Tebal : 182 Halaman
Resensi : Abdullah Khusairi


Realitas kehidupan beragama terbentuk dari pemahaman wahyu. Pemahaman dan tidak menggunakan nalar sering kali menjadi dangkal dan membuat pemahaman agama menjadi kaku, sempit dan picik. Oleh karenanya, interelasi nalar dan wahyu dalam proses pembentukan syariat sangat penting.


AWALNYA CUMA SECANGKIR KOPI

COVER-STARBUCKS



Judul : The Starbucks Experience
Penulis : Joseph A. Michelli
Penerbit : Esensi Erlangga
Cetak : Juni 2007
Tebal : 225 Halaman
Resensiator : Abdullah Khusairi



Ini persoalan yang teramat sepele. Soal menjual secangkir kopi kepada pelanggan. Karena teramat sepele, ia dikemas menjadi tidak sepele. Maka ia menjadi sesuatu yang membawa banyak karyawan, pembuat kopi, petani kopi dan orang, lembaga, yang terkait dengan kopi menjadi amat berharga.
Ya, inilah fenomena Starbucks, yang mengubah secangkir kopi menjadi fenomena bisnis yang mendunia. Penulis buku ini mengungkapkan lima prinsip kepemimpinan di Starbucks yang mengubah gagasan biasa menjadi sebuah pengalaman yang amat luar biasa. Prinsip tersebut adalah, lakukan dengan cara anda, semua penting, surprise and delight, terbuka terhadap kritik dan leave your mark.


Friday, April 11, 2008

NASIB PUAK MELAYU PASCA PEMILU

FUAD



Oleh: Fuad Mahbub Siraj
Mahasiswa ISTAC Malaysia


Pemilihan raya tahun 2008 telah selesai dilaksanakan. Pemilihan yang seharusnya diadakan bukan pada bulan Maret ini berakhir dengan kemenangan Barisan Nasional. Barisan nasional adalah salah satu dari tiga partai besar yang ada di Malaysia yang merupakan gabungan dari beberapa partai lain yang ada, kemudian diikuti oleh partai PAS yang merupakan partai Islam Malaysia sekaligus sebagai oposisi terkuat bagi pemerintah dan diikuti oleh Partai Keadilan Rakyat (PKR). Bagi pihak Barisan Nasional sendiri, kemenangan pada pemilihan raya kali ini merupakan kemenangan terburuk sepanjang 12 kali pemilihan raya. Gabungan dua partai, yakni antara PAS dan PKR membuat pemilihan raya kali ini semakin menarik dan mampu membuat barisan nasional “sesak nafas”, alhasil di beberapa bagian Malaysia Barisan Nasional mengalami kekalahan, tetapi hasil akhir tetap memperlihatkan bahwa Barisan Nasional masih tetap mendominasi pemilihan raya di Malaysia. Dengan kemenangan barisan nasional ini, Perdana Mentri Abdullah Badawi mengatakan, bahwa ia tidak akan mundur dari jabatannya sebagai perdana mentri.


SECANGKIR ISU, SEGANTANG BUMBU

Beredar isu beberapa orang pejabat sedang menikmati shabu-shabu di sebuah hotel berbintang ditangkap aparat.
Pesan Pendek (Sandek) bersileweran melalui Short Messege Service (SMS) seputar isu ini, beberapa hari belakangan.
Wartawan yang sehari-hari mengendus, mengintip, mendengar, setiap peristiwa dan isu, panas dibuatnya. Karena ketika diminta keterangan dari sumber resmi, tak satupun yang membenarkan.


Pamong Senior Drs. Rusdi Lubis

Lakukan Evaluasi Pemekaran dan Otonomi Daerah


Sinyal evaluasi pemekaran daerah oleh pemerintah pusat beberapa hari lalu perlu disikapi secara positif. Karena otonomi daerah belum mampu memperlihatkan hasil yang maksimal terhadap pembangunan.
Wawancara, Abdullah Khusairi, Padang


Komentar anda tentang evaluasi pemekaran daerah dan Otonomi Daerah?
Saya pikir ini perlu dan penting. Karena penyelenggaraan pemerintahan di daerah pemekaran memperlihatkan kecenderungan euforia. Tidak bertitik tolak pada semangat otonomi daerah, yaitu meningkatkan pelayanan dan percepatan pembangunan. Justru yang lebih menonjol adalah seteru politik dalam pilkada. Ini tidak baik. Dampak yang buruk. Dan yang lebih naif, penilaian dari Kejagung, yang menilai pelaksanaan otonomi daerah justru semakin membuat korupsi kian marak. Pasalnya, banyak pejabat di daerah yang tidak paham dengan tata cara penggunaan anggaran secara benar.


ZIKIR PIKIR

Suatu hari beberapa puluh abad silam, di Semenanjung Asia Kecil, sekelompok warga Kota Athena mengemukakan pertanyaan. Mengapa alam semesta ini begitu teratur? Berubah dalam keteraturan pula. Sejak kapan alam ini ada?
Pertanyaan ini beranak pinak menuju puncak tanya yang paling tinggi dari waktu ke waktu meminta jawaban.


Jangan Nodai Demokratisasi

PADANG, METRO
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) diharapkan berjalan damai. Tidak terjadi chaos seperti di daerah-daerah lain, karena merugikan masyarakat dan menodai demokratisasi. Lebih parah lagi, akan membuat stagnasi roda ekonomi masyarakat.

Thursday, April 10, 2008

Seputar UU Pemilu


Padang, Padek---Hasil pembahasan Rancangan Undang Undang (RUU) Politik membuat partai baru tetap optimis mereka akan lolos verifikasi di Depkum HAM.
"Tapi kita menyayangkan, lobi pada pembahasan RUU Politik di DPRI mengindikasi affair yang tidak mencerdaskan bangsa. Buktinya, partai yang tidak lolos electoral treshold (ET) 3 tetapi punya wakil tak perlu verifikasi, itu namanya memikirkan diri dan lembaga sendiri," ujar Wakil Ketua Pemenangan Pemilu, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Sumbar, Marlis kepada koran ini, ketika diminta komentarnya, Kamis (28/2).
Marlis menyatakan, Hanura menunggu hasil verifikasi di Depkum HAM dan optimis akan lolos karena sudah memenuhi persyaratan. Sebagai partai baru, Hanura bagian dari 47 partai yang telah mendaftar. Kini mesti menunggu hasil verifikasi.
"Tetapi dengan berita kemarin, tentang kesempatan partai yang tidak lulus tak perlu verifikasi asalkan ada wakil di legislatif membuat kita makin memperlihatkan, kekuasaan adalah segalanya. Mengorbankan pendewasaan politik bangsa ini," tegas Marlis.
Sementara itu, Ketua DPW PBB Sumbar, Jonimar Boer bersama pengurus lain, Syahrul R Tanjung dan Zaldi menyatakan syukurnya atas lolos bersama 16 partai lain untuk ikut pemilu 2009.
"Kita memang sudah bersiap-siap atas apa yang akan dilakukan untuk menghadapi pemilu 2009. Dengan hasil dari pembahasan peralihan tersebut, artinya PBB akan membicarakan secara interen langkah apa akan bisa membuat Pemilu 2009 mendapatkan prestasi baik bagi PBB," ujar Jonimar Boer.
Sebelumnya DPP PBB telah mendaftar ke Depkum HAM dengan menformulasi nama menjadi Partai Bintang Bulan dengan akronim masih PBB. Seiring dengan itu juga dilakukan oleh partai lain, seperti Partai Bintang Reformasi, menjadi Partai Persatuan Bintang Reformasi.
Tampaknya partai-partai ini tak perlu lalu merubah nama dan mendaftar ulang ikut verifikasi seperti Hanura, yang benar-benar partai baru.
Senada dengan itu, Syahrul R. Tanjung DPW PBB Sumbar akan tetap berbenah untuk persiapan menghadapi Pemilu 2009 nanti. "Karena, partai sebagai lembaga politik mesti melihat fenomena di tengah masyarakat di mana ia ada. Jika tidak, berarti ia tidak dekat dengan masyarakat," ujar Syahrul via telepon.
Tiga kader DPW PBB Sumbar ini sedang berada di Jakarta dalam rangka koordinasi kepartaian secara nasional.
Di antara 16 partai yang langsung lolos adalah Partai Golkar, PDIP, PKB, PPP, Partai Demokrat, PKS, PAN. Partai-partai ini yang menembus ET. Sedangkan mendapat free pass adalah PBR, PBB, PDK, PDS, PKPB, PPDI, Partai Pelopor dan Partai Nasional Indonesia Marhaenisme. (hry)

Catatan dari Pelatihan Penulisan KNPI Payakumbuh

Guruku Rindu Menggali Ilmu


Pelatihan-pelatihan teknik dan akademik untuk guru sekolah mestinya digalakkan di setiap daerah. Buktinya, ternyata mereka merindukan untuk jadi "murid" kembali.


Abdullah Khusairi---Payakumbuh