Wednesday, May 4, 2011

Milad Ke-83

Tarbiyah Islamiyah Gelar Lomba Baca Kitab Kuning
PADANG
--- Membaca kitab kuning membutuhkan skill bahasa arab yang tinggi. Bisa berbahasa Arab aktif percakapan, belum tentu bisa membaca kitab kuning. Dalam kitab-kitab klasik inilah, banyak sekali ilmu pengetahuan keagamaan yang masih dibutuhkan dalam konteks kekinian.

“Sebaliknya, mereka yang menguasai kitab kuning, sudah bisa dikatakan, mampu berbahasa arab dengan baik. Ini memang bacaan bagi santri pesantren, namun belum tentu pula bisa dikuasai banyak santri. Jadi, ini membutuhkan skill yang lebih. Mereka yang menguasai nahwu, sharaf, dan ilmu pendukunglah yang bisa membaca kitab kuning,” ungkap Ketua Panitia Pelaksana Milad Tarbiyah Islamiyah Ke-83, H. Baharuddin Djamil, S.IP, kepada koran ini, kemarin.

Tuesday, May 3, 2011

 Milad Tarbiyah Islamiyah Ke-83

Momentum Penguatan Ideologi dan Aksi Sosial
PADANG ---
Persatuan Tarbiyah Islamiyah Sumatera Barat (Sumbar) akan menggelar Milad ke-83. Milad ini diisi dengan rangkaian kegiatan yang mengacu kepada Khittah Tarbiyah Islamiyah, pendidikan, dakwah dan sosial.
Ketua Pengurus Daerah Persatuan Tarbiyah Islamiyah Sumbar, H. Boy Lestari Dt. Palindih menyatakan, Milad Ke-83 adalah momentum bagi penguatan Tarbiyah Islamiyah baik secara ideologis, kelembagaan maupun aksi nyata keummatan.
“Momentum bagi pengembangan fungsi organisasi dan penguatan civil soceity yang berbasish budaya melalui program kerja dan proses kaderisasi yang terukur dalam lingkungan Keluarga Besar Tarbiyah Islamiyah; Perwati dan IPTI,” ungkap H. Boy Lestari.

Saturday, April 30, 2011

Paham Radikal Musykil Hidup di Minangkabau

PADANG, KOMPAS.com - Gerakan fundamentalisme dengan kedok agama yang cenderung menggunakan kekerasan dalam doktrinnya dinilai musykil bisa berkembang di Minangkabau.
Hal itu mengemuka dalam perbincangan dengan sosiolog Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Muhammad Taufik dan Nurus Shalihin, dosen Pemikiran Islam Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol Abdullah Khusairi, peneliti di Majelis Sinergi Islam dan Tradisi IAIN Imam Bonjol Muhammad Nasir, dan dosen antropologi Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Andri Rosadi di Kota Padang, Selasa (26/4/2011).
Muhammad Taufik mengatakan, hal itu disebabkan latar belakang sosial budaya di Sumatera Barat yang tidak memungkinkan tumbuhnya fanatisme pada ideologi tertentu. Menurut Taufik, representasi kekuasaan pada masyarakat Minangkabau bersifat abstrak dan tidak ada yang bisa saling menguasai, kecuali kebenaran itu sendiri.

Tuesday, April 26, 2011

DRS H AMRUL WAHDI MM


KABIRO AUAK IAIN IMAM BONJOL PADANG,


DRS. H. AMRUL WAHDI, MM


Pulang Ke Padang Membawa Perubahan


Pulang ke ranah sendiri bagi sebagian orang sebuah keputusan berat. Mengingat, rantau telah membuatnya besar dan eksis. Namun bagi Drs. H. Amrul Wahdi MM, pulang ke Padang dengan misi perubahan menjadi tekad yang kuat. “Tak hanya menghapus kerinduan tapi juga membawa sesuatu untuk sebuah perubahan,” ungkap Rang Luhak Limo Puluh ini. Apa saja tekad tersebut? Apa saja yang telah diperbuat selama setahun lebih di lembaga yang ia pimpin? Berikut wawancara khusus Abdullah Khusairi S.Ag M.A., dan Muhammad Nasir, S.S, M.A., beberapa waktu lalu.

Apa yang membawa bapak bisa kembali ke kampung halaman?

Jawabnya, kerinduan! Tapi lebih dari itu, ada tekad untuk lebih dekat dengan kampung halaman. Walau keluarga sudah di Jakarta semua. Jujur saja, setiap orang selalu merindukan masa lalunya. Masa lalu yang tak bisa dijemput kembali kecuali dalam ingatan saja.

Wednesday, April 20, 2011

Mobil Rusak, Pluralisme, dan Antikorupsi

Mobil Rusak, Pluralisme, dan Antikorupsi


(Mengiringi Pemilihan Rektor IAIN Imam Bonjol Padang Periode 2011-2015)


 Oleh Zelfeni Wimra


Mahasiswa Pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang


 Koran ini secara konstan telah menurunkan kabar perihal akan dipilihnya pucuk pimpinan (Ra’is al-Jam’iah) IAIN Imam Bonjol Padang yang tepat jatuhnya pada hari ini (14/04/2011). Pun telah disosialisasikan blue print visi dan misi ketiga bakal calon yang diusung melalui beberapa tahapan diskusi publik. Dr.Alkhendra,M.Ag., secara metaforik selalu mendeskripsikan realitas internal IAIN yang bagaikan mobil rusak. Kalau ia terpilih, ia akan segera memperbaiki mobil itu; melengkapi segala peralatan yang tidak layak pakai untuk kemudian dioperasikan guna melancarkan mobilitas akademik mahasiswa. Dr.H.Shofwan Karim Elha, M.A., jika terpilih akan memberangkatkan kepemimpinannya dengan semangat pluralisme, dimana perbedaan akan menjadi tenaga yang produktif untuk membangun IAIN ke depan. Prof.Dr.H.Makmur Syarif,SH,M.Ag., kalau dipercaya memimpin perguruan tinggi ini, akan merealisasikan kemashlahatan akademik melalui komitmen menciptakan sistem kepemimpinan yang tidak korup.  Di atas kertas, ketiga visi dan misi bakal calon ini mampu meniupkan hawa segar ke lingkungan IAIN yang akhir-akhir ini dirasakan civitasnya bercuaca gerah.

Sunday, April 10, 2011

Apa Kabar Rektor?

Apa Kabar Rektor?


Oleh: Firdaus Diezo*


Sering benar saya tercenung mengikuti perkembangan negeri ini, terutama persoalan hasil pendidikan.  Salah satunya di Sumbar, ada banyak  perguruan tinggi tapi sama  halnya dengan perguruan tinggi kebanyakan di Indonesia  lebih  mengutamakan menghasilkan lulusan ketimbang bisa memberdayakan kualitas lulusannya, baik di pasar kerja maupun dunia wirausaha. Agak patut kiranya, jebolan perguruan tinggi sansai dilamun gelanggang. Serupa orang mabuk menunggu diangkat menjadi PNS.

Sepertinya kualitas perguruan tingginya adalah  pekerjaan rumah yang harus disegarakan, kalau tidak tentu makin menumpuk juga pengangguran.  Harapan tentang perguruan tinggi yang berkualitas, kelihatannya bukanlah sebuah permintaan yang berlebihan, karena  dari segi anggaran secara nasional mencapai 20 persen.  Wacana-wacana serupa jurus-jurus mematikan dibeberapa seminar dari para  pakar,  hampir tidak ada yang mangkus. Tetap saja ada yang mengais dilahan basah itu,  peserta didik  adalah  tumbalnya.  Salah satunya di perguruan tinggi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang.

Saya bukan ingin mencabik baju didada, tapi  IAIN Imam Bonjol  sebagai salah satu kampus besar di Sumbar  harus mampu bebenah, harus dipimpin  atau di urus oleh orang-orang yang serius.  Kalau tidak IAIN Imam Bonjol akan kehilangan mahasiwa, serupa  Kota Sawahlunto, Sumbar  yang mendadak menjadi kota hantu, sekitar  7000 lebih penduduknya hijrah seketika sebab hasil tambang negeri itu  sudaha habis dikuras. Sekarang kota tersebut, harus memulainya dari nol lagi, berharap bisa menjadi kota wisata tambang demi kelangsungan hidup anak cucu dikemudian hari.

Tuesday, April 5, 2011

BLA BLA BLA

Menambah Wawasan


Koran merupakan suatu media yang memuat berbagai informasi. Dalam koran terdapat berbagai jenis pengetahuan dan wawasan. Pada hakikatnya membaca koran sama dengan membaca buku, membaca koran akan membuat pengetahuan dan wawasan menjadi bertambah.

Dalam berbagai koran terdapat berbagai jenis informasi. Mulai dari informasi terkini tentang suatu kejadian, informasi tentang pengetahuan, budaya, olahraga dan berbagai jenis lainnya. Koran tak semata memuat berita saja. Banyak hal yang didapat oleh seseorang dari kegiatan membaca koran.

Wednesday, March 23, 2011

Dr Muhammad Rahmad di Fakultas Adab

Agar Sukses, Mahasiswa Harus Aktif


PADANG --- Mahasiswa kurang respon terhadap perubahan. Padahal, semestinya mahasiswa menjadi agen perubahan (social change). Ladang kreativitas yang makin terbuka seharusnya mampu menjawab tantangan bagi para calon sarjana. Tidak melulu menunggu sarjana.

"Ini menyangkut kemauan keras. Reformasi pemikiran sedari awal menjadi semangat kuat untuk maju. Tidak menerima keadaan apa adanya. Bergeraklah untuk merobah diri," ungkap Dr. Muhammad Rahmad, di hadapan ratusan mahasiswa Fakultas Adab dalam Studium General dengan Tema Membangun Masa Depan Mahasiswa IAIN dengan Berkarya di Berbagai Bidang, di aula Fakultas Adab, Kampus Lubuk Lintah, Rabu (23/3).

Monday, March 21, 2011

Bla Bla

Tangkap Makna di Balik Cerita


Masalah film itu dari mana, buatan siapa, produk siapa itu tidak terlalu penting. Menikmati film tidak hanya menikmati cerita yang disuguhkan dalam pikiran kita. Tapi menikmati film yang paling penting adalah bagaimana melihat cerita yang ada di balik film itu, realita yang ditampilkan dari film itu.

Film yang bagus adalah film yang dibuat dari hati. Masing-masing film punya kearifan masing-masing. Masing-masing film, mempunyai unsur-unsur tertentu. Misalnya penokohan, setting, alur, ending, antagonis, protogonis dan sebagainya. Unsur-unsur ini juga menentukan kearifan dari film, enak atau tidak film itu ditonton.

Thursday, March 17, 2011

Dr. Riri Fitria, M.Ag, Menggugat Prof.Dr.H.Quraish Shihab

Ungkap Posisi Hadits Batas Aurat Muslimah

Batas aurat muslimah ketika sudah mengalami haid dalam pandangan para ulama bisa berbeda-beda, sesuai dengan landasan dan alasan masing-masing. Paling tidak, terdapat tiga pandangan para ulama soal aurat muslimah. Semuanya dipakai di berbagai belahan dunia.



Abdullah Khusairi ---- Padang



Pertama, ulama yang menyatakan seluruh tubuh muslimah itu aurat yang harus ditutupi, termasuk menutup wajah (dengan menampakkan mata) yang biasa disebut cadar. Kedua, ulama yang berpendapat bahwa aurat muslimah adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Ketiga, ulama yang berpendapat bahwa batas aurat muslimah diserahkan kepada budaya dan tradisi daerah masing-masing.

Monday, March 14, 2011

Rumah Kita belum Aman Gempa

Abdullah Khusairi, MA

Kolomnis

Kampanye rumah aman gempa kalah meriah dengan kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Papan reklame kampanye rumah aman gempa terpasang tidak sebanyak papan reklame para kontestan yang ikut dalam perhelatan pesta demokrasi. Dan yang lebih menyedihkan, tak ada kandidat yang berani mengedepankan wacana penanggulangan bencana dalam memenangkan hati rakyat. Sepertinya wacana kebencanaan tidak begitu penting dibandingkan dengan jargon-jargon yang "melangit" menjauhkan realitas di tengah-tengah masyarakat saat ini, khususnya di daerah korban bencana gempa.

Padahal, bila dibaca UU No. 24 2007 Tentang Penanggulangan Bencana, manajemen kebencanaan sangat penting, baik sebelum, sedang maupun sesudah terjadinya bencana. Sebab bencana selalu datang, baik secara langsung karena manusia, maupun tidak langsung.

UU Tentang Penanggulangan Bencana selain mengamanatkan pembentukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), juga memberikan kewenangan agar pemerintah daerah membentuk Badan Daerah Penanggulangan Bencana (BPBD). Selain itu, pemerintah juga menyiapkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana dan PP No. 22 Tentang Pendanaan Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

Friday, February 25, 2011

ILUNI IAIN IMAM BONJOL PADANG

Iluni IAIN Akan Gelar Reuni Akbar April Ini




PADANG --- Ikatan Alumni (Iluni) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang akan melaksanakan Reuni Akbar, 22-24 April 2011. Acara akan dikemas dalam tiga bidang, akademik, entertainment, rapat pengurus dan sosial.

“Ini hasil rapat terbatas pengurus yang akan diteruskan oleh segenap panitia. Reuni ini memiliki target, membangun rasa kekeluargaan bagi alumni. Mempersatukannya dalam wadah yang diharapkan memiliki manfaat untuk dinamika kehidupan. Goalnya, tentu saja, maju dan sukses alumni di segala bidang akan membawa kesuksesan almamater,” ungkap Ketua Pengurus Pusat (PP) Iluni IAIN Imam Bonjol Padang, Drs.H. Irdinansyah Tarmizi, usai rapat pengurus, Jumat (24/2).

Reuni Akbar direncanakan akan menggelar Seminar Nasional Strategi Mewujudkan Kehidupan Masyarakat yang Harmonis dan Agamis. Sedang dilakukan konfirmasi dengan keynote speaker dan beberapa pembicara yang sudah pakar dalam bidangnya.

Dr. Hj.Ulfatmi, M.Ag

Dr. Hj. Ulfatmi, M.Ag 

Proses Keluarga Sakinah Mesti Berlandaskan Ilahiyah



PADANG --- Proses pembentukan Keluarga Sakinah (KS) tidak bisa berlandaskan materi semata. Butuh landasan yang kuat, berupa landasan ilahiyah. Faktor agama dan akhlak, sangat menentukan proses pembentukan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Niat yang luhur membangun bahtera rumah tangga.


Demikian satu dari beberapa hasil penelitian Disertasi Dr.Hj. Ulfatmi, M.Ag, yang bertajuk Keluarga Sakinah dalam Perspektif Pendidikan Islam (Studi Terhadap Pasangan yang Berhasil Mempertahankan Keutuhan Perkawinan di Kota Padang). Disertasi ini dipaparkan dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor di Pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang, Kamis (24/2).

“Fakta yang mengemuka dewasa ini, ternyata makin hari semakin bertambah jumlah keluarga yang tidak merasakan kebahagiaan perkawinan, sehingga ada yang tidak berhasil mempertahankan keutuhan perkawinannya. Tetapi, di tengah gugat cerai perkawinan yang terjadi, ternyata ada pasangan yang berhasil mewujudkan keluarga sakinah,” ujar Ulfatmi di hadapan Tim Penguji, Prof.Dr.H. Sirajuddin Zar, MA (Ketua), Prof.Dr.H.Makmur Syarif, SH, M.Ag, Prof.Dr.H.Syafruddin Nurdin, M.Pd, Prof.Dr.H.Ramayulis, M.Pd, Prof.Dr.Firman, M.Pd, (anggota).