Saturday, June 1, 2013

Reformasi 1998

Tokoh Reformasi 98, Syahrul Ramadhan Tanjung 

Mahasiswa Bangkit dan Bergeraklah!

Jenderal Besar Reformasi
Syahrul Ramadhan Tanjung (SRT) sedang orasi di hadapan ribuan mahasiswa se-Sumbar menjelang runtuhnya Rezim Soeharto, Mei 1998. Dok. Tabloid Suara Kampus IAIN Imam Bonjol Padang | Nizam dan Khusairi

Hari ini, 15 tahun lalu, runtuhnya sebuah rezim yang telah berkuasa 32 tahun. Tapi reformasi belum usai. Masih banyak yang berserakan. Malahan kian jauh panggang dari api.


Romantika runtuhnya sebuah rezim tidak bisa dilupakan begitu saja. Walau sebuah cita-cita tidak bisa serta merta segera tuntas. Tuntutan reformasi masih banyak yang terbengkalai.

“Masih banyak yang terbengkalai. Otonomi Daerah memang terjadi, tetapi ada banyak masalah. Yang terasa berhasil, hanya kebebasan pers, hilangnya dwi fungsi ABRI,” ujar mantan aktivis reformasi, Syahrul Ramadhan Tanjung, Senin (20/5).

Tetapi reformasi di bidang hukum, ternyata belum bisa sampai. Malahan hukum kini, tajam ke bawah tumpul ke atas. Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN), makin marak. Raja-raja kecil tumbuh di daerah, seiring dengan otonomi daerah yang rancu. Keluar dari rel yang dicita-citakan.

Wednesday, May 8, 2013

Pilih Pemimpin Religius


*Raker MUI Padang Bahas Kriteria Pemimpin

[caption id="attachment_2718" align="alignleft" width="150"]MUZAKARAH: Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Hariadi Dahlan memberi sambutan mewakil Wako Padang, di hadapan para ulama dalam acara Muzakarah dan Raker MUI Kota Padang, di Asrama Haji Jl. Rasuna Said, Selasa (7/5). Muzakarah membicarakan tentang kepemimpinan Kota Padang. (Abdullah Khusairi)  MUZAKARAH: Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Hariadi Dahlan memberi sambutan mewakil Wako Padang, di hadapan para ulama dalam acara Muzakarah dan Raker MUI Kota Padang, di Asrama Haji Jl. Rasuna Said, Selasa (7/5). Muzakarah membicarakan tentang kepemimpinan Kota Padang. (Abdullah Khusairi)[/caption]

PADANG --- Pilih pemimpin yang mengusung nilai keagamaan dan menjaga moral. Punya kepedulian tinggi terhadap kaum papa. Ulama diminta untuk memberi pencerahan kepada ummat agar tidak salah pilih.

"Sederhana saja rumusannya, sedangkan kita pilih pemimpin yang baik, belum tentu kota ini baik. Apalagi kalau salah pilih. Pemimpin yang tidak memihak kepada nilai agama dan menjadi gawang moral rakyat," ungkap Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang, Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag, ketika memberi muzakarah dalam Rapat Kerja MUI Kota Padang, Selasa (7/5).

Duski Samad juga menyatakan, rumusan kearifan dalam memilih dari calon-calon yang muncul ini bagi MUI, belum mampu menyebut nama. "Karena belum ditetapkan, walaupun sebenarnya, perang opini sudah dimulai," ujar Dekan Fakultas Tarbiyah ini.

Duski Samad panel bersama dalam Muzakarah, bersama Ketua DPC NU Kota Padang, H. Guswandi Lc. MA, Ketua DPD Muhammadiyah Kota Padang, H. Maigus Nasir, S.Pd, dan Ketua DPC Perti Kota Padang, Drs. Zulkarnaini Khamsa. Dihadiri para ulama se-Kota Padang dan Kepala Kemenag Kota Padang, Yetrizal Khatib dan Ketua MUI Sumbar, Prof. Dr. H. Syamsul Bahri Khatib.

Muzakarah mengambil tema, Kepemimpinan Formal dan Sikap Ulama dalam Pemilihannya. Pada saat itu, Maigus Nasir memaparkan kepemimpinan versi Muhammadiyah. Dimana, kaderisasi dari Ormas Muhammadiyah dilakukan agar tidak terjadi kekosongan calon pemimpin.

Saturday, May 4, 2013

Industri Parwisata Butuh Kerja Sama



Padang, Padek—Tujuan pariwisata yang paling penting adalah mensejahterakan masyarakat. Karena itu, masyarakat mesti diajak kerja sama dalam menumbuhkembangkan industri pariwisata. Bukan saja objek wisata yang dibenahi, tetapi kesiapan masyarakatnya mesti dibenahi. Kampanye sadar wisata sangat penting dilakukan.
Hal ini dikatakan Dirjen Pemasaran Budpar RI, Thamrin B Bachri didampingi Kabag Hukum Perencanaan dan Hukum Depbudpar, Raseno Arya SE, Kadinas Budpar Sumbar, Jammes Halyward, Ketua Asita  Sumbar Asnawi Bahar dan Ketua PHRI Sumbar Aim Zein, kepada pers, Jumat (25/8).

Monday, March 4, 2013

Tenaga Teknis Segera Urus SKTK 
ASTTI: Sertifikasi untuk Profesionalisme


Padang, Padek---Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia (ASTTI) Sumbar mengimbau pemilik badan usaha agar mengutuskan penanggungjawab teknis di perusahaannya mengurus Sertifikasi Keterampilan Tenaga Kerja (SKTK) di ASTTI. Hal ini perlu dilakukan sehubungan akan diberlakukannya aturan Sertifikat Keterampilan Tenaga Kerja (SKTK) yang diterbitkan Badan Sertifikasi Keterampilan (BSK) seperti ASTII, sebagai syarat untuk mengikuti tender. 
Sesuai kewenangan yang diberikan LPJKN dengan Surat Nomor 491/LPJK/D/X/2006, ASTTI sebagai asosiasi profesi memiliki kewenangan untuk mensertifikasi 79 sub bidang, dengan rincian 22 sub bidang Arsitek, 30 sub bidang Sipil, 30 sub bidang Tata Lingkungan dan lain-lain, 6 sub bidang.

Friday, February 1, 2013

Wiranto Negarawan Bersikap Tegas


Padang, Padek---Wiranto adalah negarawan yang memiliki sikap tegas dan berani. Inilah pemimpin dibutuhkan bangsa ini.


"Dia memiliki track record yang bagus dalam perjalanan negeri ini. Kalau saja ia ingin kudeta pada waktu proses reformasi, alangkah mudahnya, tetapi ia tak mau melakukan itu. Bahkan, ia mengiringi perjalanan reformasi itu secara aman," ujar Pengurus Jamaah Syathariyah, TK Mudo Ismet Ismail kepadan koran ini, ketika diminta komentarnya seputar Capres Partai Golkar, H Wiranto.


Saturday, January 26, 2013

Pasar Emas Lesu
Aksi Jual Mendominasi


Padang, Padek---Jual beli emas di Kota Padang pasca gempa mengalami penurunan hingga 30-40 persen. Namun begitu, aksi jual dari masyarakat hari demi hari mengalami peningkatan. Dalam kondisi itu, harga emas tidak bergerak sama sekali, karena tekanan jual dan lemahnya aksi beli.

Dari pantauan koran ini akhir pekan lalu sepinya transaksi perdagangan membuat suasana miris dan dikeluhkan beberapa penjual emas yang ditemui koran ini.

"Pasca gempa, benar-benar belum pulih. Sehari dari kejadian gempa, lumpuh. Hari kedua dan ketiga baru beranjak sedikit," ujar Arif (25) di Toko Cendana Pasar Raya Padang.

Tuesday, January 15, 2013

Peningkatan Mutu Pendidikan Itu Mutlak


Padang, Padek----Peningkatan mutu pendidikan mutlak dilakukan dengan beberapa syarat. Mulai dari kualitas guru, kurikulum, sarana dan manajemen. Lebih dari itu, pentingnya pemerataan pembangunan dan kualitas pendidikan, antara daerah dengan daerah lain, antara kota dan desa.
"Menggenjot kualitas pendidikan memang dimulai dari empat komponen penting tadi. Dalam segi kualitas guru, kita masih merasa kurang. Standarnya untuk SLTP, setidaknya guru jebolan D3, SMA gurunya mesti jebolan S1," urai Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Prof Dr Satni Eka Putra, kepada koran ini di ruang kerjanya, Kamis (24/6).
Satni memprediksi, Sumbar masih kurang guru mencapai 1000 guru yang berkualitas, berdedikasi tinggi dalam pengabdian.
"Sementara soal kurikulum, sekarang tes case kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Dengan harapan 2005, full dilaksanakan dan menghasilkan generasi yang benar-benar mampu berkompetisi," jelasnya.

Berita Lama

PT. PLN Harus Ambil Kebijakan


Padang, Padek---Seharusnya PT PLN mengembalikan kebijakan kebijakan teknis dan non teknis di PT PLN Wilayah III Sumbar, Riau dan Jambi tidak di Palembang lagi.  
"Beberapa tahun silam, sebelum kebijakan teknis dan non teknis dipindahkan ke Palembang, tidak ada kebijakan pemadaman. Kenapa ini terjadi, karena kebijakan untuk memperbaiki, memelihara harus ke Palembang," ujar Ketua Komisi D DPRD Sumbar, Syawir Taher kepada koran ini, di ruang kerjanya, Kamis (24/6).
Kebijakan pemadaman aliran listrik jangan menjadi "agenda tahunan" yang merugikan Sumbar. "Sebab, ini cacatan kelam bagi daerah Sumbar yang nota benenya surplus tenaga listrik. Dijual ke Riau dan Jambi dalam bentuk interkoneksi. Ini keuntungan bagi Sumbar," papar Syawir.

Berita Lama

Solsel Harus Minta Dana Perimbangan


Padang, Padek---Badan Penggerak Pembentukan Kabupaten Solok Selatan (BP2KS2) menyatakan keprihatinan atas penyelenggaraan Pemkab Solok Selatan, bantuan yang diterima dari kabupaten induk hanya sebesar Rp4,8 miliar. Hal ini dinilai tidak adil bagi kabupaten baru tersebut, dibandingkan dengan APBD Solok sebesar Rp290 miliar.


"Padahal di dalam Undang-undang No 38 Tahun 2003, Pasal 20 ayat 2 menyatakan, Kabupaten Solok Selatan berhak mendapatkan alokasi dana perimbangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Artinya, Kabupaten Solok Selatan bukan saja harus dibantu, tetapi memiliki hak terhadap dana perimbangan lebih dari pada bantuan. Maka hak Pemkab Solok Selatan, artinya kepedulian kabupaten induk kepada kabupaten pemekaran sangat kurang," ujar Sekretaris Umum Ir Musril Kusai kepada koran ini, kemarin.

Berita Lama

IAIN Imam Bonjol Buka Pendaftaran


Padang, Padek---Insitut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang menyediakan kursi untuk mahasiswa baru sebanyak 1300 mahasiswa dalam tahun akademik 2004/2005.


Menurut Pembantu Rektor I IAIN Imam Bonjol Padang, Prof Dr Sirajuddin Zar MA, mahasiswa baru yang diterima ini melalui dua jalur. Pertama, jalur PMDK dan ujian masuk.
"Sekarang sedang jalan pendaftaran, untuk S1 hingga tanggal 3 Juli 2004, ujian masuk 6-7 Juli. Sedangkan program D III, Perbankan Syariah yang berakhir pendaftarannya, 15 Juli 2004, ujiannya tanggal 13-15 Juli 2004. Sedangkan D II, ujian pendaftaran berakhir 31 Juli 2004, ujian masuk 3-4 Agustus," ungkap Sirajuddin Zar.

Berita Lama

>> PT Semen Padang Pasca Eksekusi <<

Manajemen Baru Jangan Lamban


Manajemen baru jangan terlena dan bernyanyi sehingga menjadi janji. Tunjukkan profesionalisme untuk menyelesaikan persoalan yang ada di PT Semen Padang (PT SP). Pasca Eksekusi memang seperti sudah selesai dan redam, sesungguhnya kinerja manajemen baru terus disorot dan ditunggu keberhasilannya.



Demikian diingatkan Ketua Forum Independen Andalas, Ir Jhon Farlis ketika diminta komentarnya, Sabtu (20/9).


"Jangan terlena, bernyanyi sehingga menjadi janji. Bekerjalah dengan profesional apa yang sudah ditetapkan oleh pemegang saham. Amat banyak yang harus dibenahi di perusahaan itu," ujar dosen Universitas Andalas tersebut.

Thursday, December 27, 2012

Catatan Akhir Tahun

Pergantian tahun, selalu istimewa bagi mereka yang mampu mengapresiasikannya. Tapi tak semua mampu. Karena persepsi terhadap waktu, perjalan hidup, berbeda-berda."Ah, mengalir sajalah," begitu satu pendapat yang mengemuka.


Menghargai waktu seumpama menghargai diri. Sejauh mana menghargainya, sejauh mana bisa memanfaatkannya. Jika ditata dengan baik, tentu saja, ada kesuksesan dari waktu demi waktu.


2013 segera datang. 2012 tak jadi kiamat. Renungi kesuksesan masing-masing. Semoga kita masih dapat melangkah dengan pasti dan yakin atas cita-cita, mimpi, target tahunan, yang bisa membuat kita sukses. (Abdullah Khusairi)

Sunday, September 9, 2012

Juadah Terakhir


(Obituari Hj. Hazimah Binti H. Ibrahim)

 Suatu hari, perempuan itu membuat penganan khas yang amat aku kenal sejak kecil. Juadah itu berbungkus daun pisang. Masih panas, asapnya menebar aroma harum di ruang tamu. Pada lidahku, rasa penganan ini pernah amat lekat. Nikmat. Tak usah kau banding dengan Pizza Hut, McDonal, atau makanan cepat saji yang hari ini dimakan anak-anak kita. Ini penganan yang telah membesarkan kami. Tak tertandingi dengan makanan cepat saji itu. Ini sangat alami.

Ketika aku makan penganan ini, ingatanku langsung menghubungi masa lalu, ketika ibu sering membuatnya. Aku tak tahu cara membuatnya, tetapi entah kenapa rasanya begitu akrab. Juadahnya begitu sama. Komentarku ketika itu, ini penganan masa kecil yang begitu dicita-citakan. Enak sekali.