Monday, March 4, 2013

Tenaga Teknis Segera Urus SKTK 
ASTTI: Sertifikasi untuk Profesionalisme


Padang, Padek---Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia (ASTTI) Sumbar mengimbau pemilik badan usaha agar mengutuskan penanggungjawab teknis di perusahaannya mengurus Sertifikasi Keterampilan Tenaga Kerja (SKTK) di ASTTI. Hal ini perlu dilakukan sehubungan akan diberlakukannya aturan Sertifikat Keterampilan Tenaga Kerja (SKTK) yang diterbitkan Badan Sertifikasi Keterampilan (BSK) seperti ASTII, sebagai syarat untuk mengikuti tender. 
Sesuai kewenangan yang diberikan LPJKN dengan Surat Nomor 491/LPJK/D/X/2006, ASTTI sebagai asosiasi profesi memiliki kewenangan untuk mensertifikasi 79 sub bidang, dengan rincian 22 sub bidang Arsitek, 30 sub bidang Sipil, 30 sub bidang Tata Lingkungan dan lain-lain, 6 sub bidang.

Friday, February 1, 2013

Wiranto Negarawan Bersikap Tegas


Padang, Padek---Wiranto adalah negarawan yang memiliki sikap tegas dan berani. Inilah pemimpin dibutuhkan bangsa ini.


"Dia memiliki track record yang bagus dalam perjalanan negeri ini. Kalau saja ia ingin kudeta pada waktu proses reformasi, alangkah mudahnya, tetapi ia tak mau melakukan itu. Bahkan, ia mengiringi perjalanan reformasi itu secara aman," ujar Pengurus Jamaah Syathariyah, TK Mudo Ismet Ismail kepadan koran ini, ketika diminta komentarnya seputar Capres Partai Golkar, H Wiranto.


Saturday, January 26, 2013

Pasar Emas Lesu
Aksi Jual Mendominasi


Padang, Padek---Jual beli emas di Kota Padang pasca gempa mengalami penurunan hingga 30-40 persen. Namun begitu, aksi jual dari masyarakat hari demi hari mengalami peningkatan. Dalam kondisi itu, harga emas tidak bergerak sama sekali, karena tekanan jual dan lemahnya aksi beli.

Dari pantauan koran ini akhir pekan lalu sepinya transaksi perdagangan membuat suasana miris dan dikeluhkan beberapa penjual emas yang ditemui koran ini.

"Pasca gempa, benar-benar belum pulih. Sehari dari kejadian gempa, lumpuh. Hari kedua dan ketiga baru beranjak sedikit," ujar Arif (25) di Toko Cendana Pasar Raya Padang.

Tuesday, January 15, 2013

Peningkatan Mutu Pendidikan Itu Mutlak


Padang, Padek----Peningkatan mutu pendidikan mutlak dilakukan dengan beberapa syarat. Mulai dari kualitas guru, kurikulum, sarana dan manajemen. Lebih dari itu, pentingnya pemerataan pembangunan dan kualitas pendidikan, antara daerah dengan daerah lain, antara kota dan desa.
"Menggenjot kualitas pendidikan memang dimulai dari empat komponen penting tadi. Dalam segi kualitas guru, kita masih merasa kurang. Standarnya untuk SLTP, setidaknya guru jebolan D3, SMA gurunya mesti jebolan S1," urai Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Prof Dr Satni Eka Putra, kepada koran ini di ruang kerjanya, Kamis (24/6).
Satni memprediksi, Sumbar masih kurang guru mencapai 1000 guru yang berkualitas, berdedikasi tinggi dalam pengabdian.
"Sementara soal kurikulum, sekarang tes case kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Dengan harapan 2005, full dilaksanakan dan menghasilkan generasi yang benar-benar mampu berkompetisi," jelasnya.

Berita Lama

PT. PLN Harus Ambil Kebijakan


Padang, Padek---Seharusnya PT PLN mengembalikan kebijakan kebijakan teknis dan non teknis di PT PLN Wilayah III Sumbar, Riau dan Jambi tidak di Palembang lagi.  
"Beberapa tahun silam, sebelum kebijakan teknis dan non teknis dipindahkan ke Palembang, tidak ada kebijakan pemadaman. Kenapa ini terjadi, karena kebijakan untuk memperbaiki, memelihara harus ke Palembang," ujar Ketua Komisi D DPRD Sumbar, Syawir Taher kepada koran ini, di ruang kerjanya, Kamis (24/6).
Kebijakan pemadaman aliran listrik jangan menjadi "agenda tahunan" yang merugikan Sumbar. "Sebab, ini cacatan kelam bagi daerah Sumbar yang nota benenya surplus tenaga listrik. Dijual ke Riau dan Jambi dalam bentuk interkoneksi. Ini keuntungan bagi Sumbar," papar Syawir.

Berita Lama

Solsel Harus Minta Dana Perimbangan


Padang, Padek---Badan Penggerak Pembentukan Kabupaten Solok Selatan (BP2KS2) menyatakan keprihatinan atas penyelenggaraan Pemkab Solok Selatan, bantuan yang diterima dari kabupaten induk hanya sebesar Rp4,8 miliar. Hal ini dinilai tidak adil bagi kabupaten baru tersebut, dibandingkan dengan APBD Solok sebesar Rp290 miliar.


"Padahal di dalam Undang-undang No 38 Tahun 2003, Pasal 20 ayat 2 menyatakan, Kabupaten Solok Selatan berhak mendapatkan alokasi dana perimbangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Artinya, Kabupaten Solok Selatan bukan saja harus dibantu, tetapi memiliki hak terhadap dana perimbangan lebih dari pada bantuan. Maka hak Pemkab Solok Selatan, artinya kepedulian kabupaten induk kepada kabupaten pemekaran sangat kurang," ujar Sekretaris Umum Ir Musril Kusai kepada koran ini, kemarin.

Berita Lama

IAIN Imam Bonjol Buka Pendaftaran


Padang, Padek---Insitut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang menyediakan kursi untuk mahasiswa baru sebanyak 1300 mahasiswa dalam tahun akademik 2004/2005.


Menurut Pembantu Rektor I IAIN Imam Bonjol Padang, Prof Dr Sirajuddin Zar MA, mahasiswa baru yang diterima ini melalui dua jalur. Pertama, jalur PMDK dan ujian masuk.
"Sekarang sedang jalan pendaftaran, untuk S1 hingga tanggal 3 Juli 2004, ujian masuk 6-7 Juli. Sedangkan program D III, Perbankan Syariah yang berakhir pendaftarannya, 15 Juli 2004, ujiannya tanggal 13-15 Juli 2004. Sedangkan D II, ujian pendaftaran berakhir 31 Juli 2004, ujian masuk 3-4 Agustus," ungkap Sirajuddin Zar.

Berita Lama

>> PT Semen Padang Pasca Eksekusi <<

Manajemen Baru Jangan Lamban


Manajemen baru jangan terlena dan bernyanyi sehingga menjadi janji. Tunjukkan profesionalisme untuk menyelesaikan persoalan yang ada di PT Semen Padang (PT SP). Pasca Eksekusi memang seperti sudah selesai dan redam, sesungguhnya kinerja manajemen baru terus disorot dan ditunggu keberhasilannya.



Demikian diingatkan Ketua Forum Independen Andalas, Ir Jhon Farlis ketika diminta komentarnya, Sabtu (20/9).


"Jangan terlena, bernyanyi sehingga menjadi janji. Bekerjalah dengan profesional apa yang sudah ditetapkan oleh pemegang saham. Amat banyak yang harus dibenahi di perusahaan itu," ujar dosen Universitas Andalas tersebut.

Thursday, December 27, 2012

Catatan Akhir Tahun

Pergantian tahun, selalu istimewa bagi mereka yang mampu mengapresiasikannya. Tapi tak semua mampu. Karena persepsi terhadap waktu, perjalan hidup, berbeda-berda."Ah, mengalir sajalah," begitu satu pendapat yang mengemuka.


Menghargai waktu seumpama menghargai diri. Sejauh mana menghargainya, sejauh mana bisa memanfaatkannya. Jika ditata dengan baik, tentu saja, ada kesuksesan dari waktu demi waktu.


2013 segera datang. 2012 tak jadi kiamat. Renungi kesuksesan masing-masing. Semoga kita masih dapat melangkah dengan pasti dan yakin atas cita-cita, mimpi, target tahunan, yang bisa membuat kita sukses. (Abdullah Khusairi)

Sunday, September 9, 2012

Juadah Terakhir


(Obituari Hj. Hazimah Binti H. Ibrahim)

 Suatu hari, perempuan itu membuat penganan khas yang amat aku kenal sejak kecil. Juadah itu berbungkus daun pisang. Masih panas, asapnya menebar aroma harum di ruang tamu. Pada lidahku, rasa penganan ini pernah amat lekat. Nikmat. Tak usah kau banding dengan Pizza Hut, McDonal, atau makanan cepat saji yang hari ini dimakan anak-anak kita. Ini penganan yang telah membesarkan kami. Tak tertandingi dengan makanan cepat saji itu. Ini sangat alami.

Ketika aku makan penganan ini, ingatanku langsung menghubungi masa lalu, ketika ibu sering membuatnya. Aku tak tahu cara membuatnya, tetapi entah kenapa rasanya begitu akrab. Juadahnya begitu sama. Komentarku ketika itu, ini penganan masa kecil yang begitu dicita-citakan. Enak sekali.

Wednesday, August 1, 2012

MUI Desak Pemko Tertibkan Angkot dan Buskota

Prof. Duski Samad Pimpin MUI Padang


PADANG --- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang mendesak Pemko Padang agar menertibkan Angkutan Kota (Angkot) dan Buskota yang memakai kaca gelap dan musik yang berlebihan.


"Kita meminta agar Pemko bersama jajarannya untuk menertibkan segera. Karena mengganggu kenyamanan pengguna Angkot dan Biskota."
Demikian rekomendasi dari Komisi C dalam Musyawarah Daerah MUI Kota Padang VIII, yang digelar di Kampus Pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang, Rabu (4/7).

Tuesday, July 3, 2012

Biografi Prof. Dr. H. Amirsyah, MA

Pendidikan Modern Tak Membangun Teladan

HARI JADI: Dr. Hj. Ulfatmi, M.Ag membacakan ayat suci al-Quran dalam acara Hari Jadi 75 Th dan Perkawinan Emas Prof. Dr. Amirsyah, di kediaman Komp. Palimo Indah, Minggu (1/7). Tampak Buya Amirsyah dan isterinya, Syarifah Thahar mendengar khidmat lantunan ayat suci dari anak tertuanya yang pernah menjadi qori'ah tingkat nasional. (Foto. AK)
Dr. Hj. Ulfatmi, M.Ag membacakan ayat suci al-Quran di hadapan Buya Amirsyah dan isterinya, Syarifah Thahar. Keduanya khidmat lantunan ayat suci dari anak tertuanya yang pernah menjadi qori'ah tingkat nasional. (Foto. AK)
PADANG --- Pendidikan modern telah membuktikan tidak membangun teladan. Pendidikan modern hanya mengisi wilayah kognitif, yang mengenyampingkan wilayah apektif dan psikomotorik. Pengaruh kapitalisme dan kebebasan informasi membuat peran pendidikan dalam membangun ummat melemah. Malahan, lebih berbahaya lagi, para pendidiknya juga ada yang hanyut dalam pengaruh zaman. Misalnya, kapitalisme yang menciptakan hasrat korupsi.

"Beda dengan zaman dulu dan zaman klasik masa nabi. Dimana, suri tauladan dari guru, baik di hadapan anak didik dan ummat. Guru berjalan, bersikap, lurus pada prinsip. Ada keluhuran akal budi dan kejujuran atas dasar ilahiyah," ungkap Prof. Dr. H. Amirsyah, MA di sela-sela perayaan hari jadinya ke 75 tahun dan perkawinan emasnya dengan Syarifah Thahar.

Friday, March 2, 2012

Tim Kecil Bertemu Sabtu Ini

Padang Ekspres • Selasa, 28/02/2012 11:29 WIB •


Padang, Padek—Tim Kecil yang mendapat mandat dari pertemuan ”Baiyo Batido” mulai bergerak. Rencananya pada Sabtu (3/3), mereka akan kembali mengadakan pertemuan. Tim kecil ini dibentuk hasil pertemuan seniman Sumbar yang bertemu di galeri Taman Budaya Sumbar.


Tim Kecil dibentuk untuk bertemu dan menggagas pertemuan untuk membicarakan desain dan strategi serta membangun lembaga kesenian yang punya posisi tawar. Selain itu, pertemuan kemarin akan digagas bergiliran per bulan.


Dari pertemuan-pertemuan itu, diharapkan melahirkan hal-hal seputar budaya dalam bentuk rekomendasi kepada pihak terkait di pemerintahan. Dalam pertemuan Minggu (26/2) lalu, Tim Kecil direkomendasikan melihat akar persoalan yang terjadi pada tubuh DKSB.