Friday, May 14, 2010

Fasilitator Rehab Rekon Ikuti Pelatihan

BUKITTINGGI----Sebanyak 308 Fasilitator Rehab Rekon Sumbar Pasca Gempa mengikuti pelatihan di Parai Holidays Bukittinggi Resort. Pelatihan ini sebagai lanjutan bekal lapangan dalam mendampingi masyarakat korban gempa. Pelatihan juga dilaksanakan dua angkatan. Angkatan I digelar 9-12 Mei 2010, sedangkan Angkatan II digelar 13-16 Mei 2010.

"Fasilitator tahap pertama ini, sudah ke lapangan, dengan pembekalan yang sebelumnya. Kita masih merasakan perlul pembekalan lanjutan dan manfaat lain yang terasa, setelah mereka ke lapangan selama dua bulan lebih, mereka kembali berdiskusi masalah yang ditemui," ungkap Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Ir. Nasral di sela-sela kesibukan Pelatihan.

Kegiatan ini diserahkan kepada instruktur dari Pusat Diklat Regional Kementerian Dalam Negeri II Bukittinggi. Menurut Nasral, agar ada rasa kebersamaan antar fasilitator, disiplin, juga mempelajari dinamika kelompok masyarakat.

"Fasilitator kita umumnya adalah sarjana yang baru tamat, jadi memang perlu pembekalan lebih soal kepemimpinan dan komunikasi kelompok," jelas Nasral.

Sementara itu, Kuasa Penggunaan Anggaran (KPA) Perumahan dan Pemukiman Dinas Prasjal Tarkim Sumbar, Ir. Fachruddin menyebutkan, pemecahan masalah di tingkat kelompok masyarakat, peran fasilitator, juga keberadaan Tim Pendamping Masyarakat (TPM) adalah kesatuan dan kekuatan yang perlu dibangun segera.

"Sebagai basis kebersamaan. Jadi, pada intinya, bantuan yang diberikan yang diberikan, selain benar-benar termanfaat, inilah salah satu hikmah agar masyarakat bersatu dalam kebersamaan," ujar Fachruddin.

Materi Pelatihan
Selama tiga hari di lokasi pelatihan, pembekalan yang diberikan oleh Widyaiswara adalah, Dinamika Kelompok, Kebijakan Pemerintah dalam Pelaksanaan Rehab Rekon Pasca Gempa Sumbar, Sistem Pelaporan dan Sistem Informasi Manajemen, Community Base Development, Pengawasan Keuangan Negara, Monitoring dan Evaluasi, Pengelolaan Pengadeuan Masyarakat, Rekonstruksi Ramah Lingkungan, Perencanaan Teknis, Tatacara Perbaikan Rumah Rusak Akibat Gempa (Retrofiting), Pemeriksaan Sedarhana Pembangunan Rumah, Pemberdayaan Masyarakat, Dasar-Dasar Pengelolaan Keuangan Daerah, Proses Administrasi Penyerapan Dana Stimulus, Kriteria Verifikasi dan Validasi Rumah Rusak Akibat Gempa dan Persyaratan Pokok Membangun Rumah Lebih Aman.
Tampil memberi materi, selain dari Pusat Diklat Regional Kementerian Dalam Negeri II Bukittinggi, Koordinator Tim Pendukung Teknis (TPT) BNPB Rehab Rekon Sumbar, Dr. Sugimin Pranoto, Ir. Sugeng Sentosa, Ir. Febrin Anas Ismail, MS, Ir. Fachruddin.

Terima Fasilitator
Kegiatan Rehab Rekon Sumbar memasuki tahap II. Sementara tahap I sedang berjalan. Pada tahap II, setidak kurang dari 900 orang fasilitator akan diterima. Sudah dibuka lowongan dan lamaran yang masuk hingga ditutup 10 Mei lalu, sebanyak 1.100 lebih. Fasilitator yang lolos juga akan mengikuti pelatihan seperti ini nantinya. []Abdullah Khusairi

Tuesday, May 11, 2010

Iyut Fitra Wakili Indonesia pada Festival Penulis di Australia

padangmedia.com - PADANG - Penyair Sumatera Barat Iyut Fitra, bersama tiga penulis Indonesia lainnya mewakili Indonesia dalam The Festival Of Australian Writing WordStorm 2010. Festival yang bakal mempertemukan para penulis dari Negara Asia Pasifik dan Australia itu akan berlangsung di Darwin, Australia pada 13 sampai 16 Mei 2010.

Penyair yang beberapa waktu lalu meluncurkan kumpulan puisinya ‘Dongeng-Dongeng Tua’ itu telah berangkat ke Australia, Minggu (9/5). Pada malam sebelumnya, Sabtu (8/8), Kuyut, kerap penyair itu disapa, menyempatkan diri bersilaturahmi dengan beberapa penulis Sumatera Barat di Sekretariat Magistra Indonesia Sumatera Barat, seperti Zelfeni Wimra, M.Nasir, Jamaludin Rahmat, Dedi Arsya, Alee Kitonanma serta Abdullah Khusairi.

Lewat kesempatan tersebut, Iyut bercerita bahwa dengan mengikuti festival tersebut ia berharap bisa membangkitkan semangat menulisnya. Iyut juga berharap agar para penulis muda tetap semangat dalam berkarya dan ikut serta dalam beragam festival penulis, sebagai salah satu wadah saling bertukar pikiran sesama penulis.

Dalam festival itu, Iyut Fitra akan hadir bersama tiga penulis Indonesia. Yaitu, Andrea Hirata (penulis novel tetralogi Laskar Pelangi), Mohammad Guntur Romli (Program Manager dan Editor Jurnal Perempuan, kolumnis) serta Lily Yulianti Farid (jurnalis dan cerpenis).

The Festival Of Australian Writing WordStorm 2010 ialah salah satu festival penulis internasional yang akan mempertemukan penulis dari negara Asia Pasifik dan Australia. Seperti dilansir dari website WordStorm 2010, tahun ini festival ini menghadirkan lebih dari 75 penulis dari berbagai negara di Asia Pasifik serta Australia.

Beberapa acara akan digelar dalam kegiatan ini seperti pemutaran film, konferensi penulis, pertunjukan musik, juga festival baca puisi. Yang paling istimewa tahun ini workshop dan diskusi panel akan dilakukan di Kebun Raya. Diskusi tersebut nantinya membahas karya sastra dari berbagai jenis dengan sejumlah topik antara lain perubahan iklim, tanah air, komedia, hukum dan kriminal, penculikan anak, juga tak kalah menarik membahas feminisme dan Islam. (dodo) Sumber: www.padangmedia.com, Selasa, 11/05/2010 12:08 WIB

Thursday, May 6, 2010

Sumbar Supermarket Bencana

Oleh:
Medi Herlianto
Kasubdit Inventarisasi
BNPB

Bencana tiada berhenti hampir setiap hari terjadi di bumi Indonesia ini karena negeri ini terletak diarea “supermarket bencana” yang rawan dan dapat menimbulkan risiko tinggi akibat bencana karena kerentanannya (vulnerability) dan keterbatasan kemampuan (capacity) .

Dampak risiko bencana, sudah terbukti gempa bumi Sumatera Barat 30 September tahun lalu adalah bencana besar ketiga dilihat dari total kerusakan dan kerugian yang ditimbulkannya mencapai Rp.21,5 T dan kerusakan terbesar adalah sektor Perumahan (82 Persen)dan jumlah korban 1.117 jiwa setelah bencana gempa dan tsunami di Aceh tahun 2004 dan di Jogjakarta tahun 2006.

Pada saat ini Sumatera Barat dalam phase pemulihan dimulai sejak Nopember 2009 dan aktivitasnya yang masih lamban,tersendat,hampir semua sektor yang terkena dampak belum bangkit dan untuk mencapai pada tatanan sebagaimana kondisi sebelum bencana. Aktivitas yang mulai membaik masih hanyalah terbatas pada pengembalian kondisi kehidupan yang masih sementara, baik itu dilakukan pemerintah ,swasta dan masyarakat Pemulihan awal masih aktivitas sementara,seperti perumahan ataupun sektor infrastruktur, sosial ekonomi, semuanya masih temporari seperti shelter dan darurat dan masih banyak ang belum bisa beraktivitas seperti semula.

Membangun Kembali Lebih Baik
Banyak hikmah yang bisa kita ambil dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi 30 September 2009 yang lalu, dimana proses pemulihannya paling kompleks karena berbagai terjadi hambatan, seperti rehab rekon perumahan dengan konsep pemberdayaan,masih banyak permasalahan; akurasi data dsb.

Walaupun dalam realitas penanggulangan bencana pada phase rehab rekon ini masih terhambat berbagi hal mendasar dalam penyelenggarannya, pada tataran level pemerintah pusat, BNPB telah memberikan dengan cukup baik, baik dukungan pendanaan dan kelembagaan seperti dalam Pemulihan Dini (Early Recovery) maupun dukungan organisasi/kelembagaan TPT (Tim Pendukung Teknis) perlu kiranya pemerintah dan masyarakat intervensi dimasa rehabilitasi dan rekonstruksi ini memikirkan ketahanan terhadap bencana masa datang dengan pemulihan berbasiskan pengurangan resiko bencana .

Rehabilitasi dan Rekonstruksi sebenarnya tidak hanya untuk mengembalikan kondisi daerah wilayah terkena bencana kembali kepada tatanan/tempat semula tetapi menjadi lebih baik dan berketahanan untuk masa depan Sumatera Barat sebagai daerah risiko bencan tinggi ,pada pasca bencana ini harus dibangun kembali dengan lebih baik (Build West Sumatera Back Better).

Membangun kembali lebih baik tidak hanya terfokus atau ditafsirkan kepada kontek fisik saja seperti perumahan dan prasarana dan sarana saja misalnya dengan struktur aman gempa dan sejenisnya tetapi lebih luas kepada seluruh sektor termasuk tatanan sosial- ekonomi dibangun dengan lebih kuat dan lebih baik berikut para pelakunya dan prosesnya harus disiapkan dengan baik.Semua program dalam kerangka pemulihan awal dirancang untuk bisa tahan/aman bencana ,misalnya terhadap kemungkinan adanya bencana gempa dan krisis baru dimasa depan

Sedikit kita perlu mengingatkan bahwa kegiatan pemulihan akibat gempa seperti perbaikan atau rekonstruksi bangunan perumahan mencapai 114 000 unit tersebar di 12 kabupaten/kota, diperkirakan 10 persen sudah dibangun kembali dan bangunan milik swasta yang telah dilakukan perbaikan oleh individu, apakah sudah melaksanakan prinsip membangun kembali lebih baik? apakah rumah yang diperbaiki tersebut sudah aman gempa dan sangat penting perhatian khususnya terhadap fasilitas publik seperti jalan/jembatan pasar/mall dan rumah sakit karena ,apakah pemulihan sudah memenuhi persyaratan aman gempa?

Pemikiran ini untuk mengingatkan,para pihak terkait dalam bidang penanggulangan bencana, bukan saja pemerintahan daerah; Satkorlak/Satlak/BPBD atau SKPD tertentu saja, tetapi juga semua elemen dalam masyarakat semestinya diberikan pencerahan ketahana masa depan ataupun apa namanya yang penting pelaku rehabilitasi dan rekonstruksi punya kesadaran ini.

Ketahanan masa depan antara lain dilakukan dengan Kebutuhan risiko bencana menjadi bagian perencanaan pembangunan, Pengembangan Institusi Kelembagaan Penanggulangan Bencana sebagai fungsi koordinasi, finansial dan tanggap teknologi rancang bangun dan pendekatan partisipasi kemasyarakatan; modal sosial, dalam proses perencanaan atau nilai tambah eksisting lainya.

Pertanyaan yang masih mengganjal di tengah hiruk pikuk Pemilihan Kepala Daerah, sudahkah ada pemimpin yang patut dipilih dengan konsep dan paham atas masalah daerah seputar kebencanaan? Sebab, percuma bicara ekonomi, pembangunan paling mutakhir sekalipun, jika hal dasar seputar kebencanaan tidak dimiliki. [] Jakarta-Swiss, 8 April 2010-Terbit di Posmetro Padang, 26 April 2010

Wednesday, May 5, 2010

Analisis Cerpen

ANALISIS PERWUJUDAN TEMA KEMANUSIAAN
CERPEN-CERPEN DI JAWA POS DENGAN PENDEKATAN ANALITIS
(Edisi Januari-Maret 2007)
Oleh :
Neneng Era Wati
( 03340008 )
TESIS


Keyword :
ANALISIS PERWUJUDAN TEMA KEMANUSIAAN


ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa karya sastra merupakan ciptaan pengarang yang mengungkapkan buah pikiran, sikap dan perasaan pengarang tentang kehidupan.. Sastra sebagai salah satu seni pada umumnya ditampilkan dalam bentuk prosa novel, puisi dan drama. Ketiganya tersebut merupakan tulisan yang memberikan hiburan, kesenangan, keharuan serta memberikan nilai-nilai tertentu pada pembaca. Cerpen sebagai salah satu sastra dapat dikaji melalui unsur-unsur intrinsik meliputi tema kemanusiaan melalui cerita yang ditawarkan pengarang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perwujudan tema kema-nusiaan dalam bentuk pengakuhan ketingihan martabat manusia yang diperlakukan secara adil dan manusiawi dalam cerpen-cerpen di Jawa Pos Edisi Januari-Maret 2007. serta mendeskripsikan perwujudan tema kemanusiaan dalam bentuk pengakuan ketinggian martabat manusia yang harus dihargai dalam cerpen-cerpen di Jawa Pos Edisi Januari-Maret 2007.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dalam penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif, data yang dianalisis atau yang akan dihasilkan berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati, sehingga data yang terkumpul berupa kutipan cerita yang terdapat dalam cerpen-cerpen di Jawa Pos. Langkah-langkah yang ditempuh oleh peneliti ini yaitu menganalisis cerpen-cerpen di Jawa Pos Edisi Januari-Maret 2007 untuk mendapatkan data mengenai tema kemanusiaan dalam bentuk pengakuan ketinggian martabat manusia yang diperlakukan secara adil dan manusiawi dalam cerpen-cerpen di Jawa Pos edisi Januari-Maret 2007, dan tema kemanusiaan yang dalam bentuk ketinggian manusia harus dihargai. Penelitian ini mengunakan pendekatan analitis, pendekatan analitis dalam penelitian ini digunakan sebagai salah satu tolak dalam mengkaji karya sastra yang berkaitan dengan masalah-masalah tema kemanusiaan.
Dari hasil analisis data diperoleh semula dua belas cerpen dan sekarang memperoleh gambaran (1) tema kemanusiaan dalam bentuk manusia yang diperlakukan secara adil dan manusiawi dalam cerpen: Orang Meru karya Abdullah Khusairi, Cerpen Banjur Karya Putu Wijaya, Cerpen Kutukan Mekele Saroja Karya Sunaryono Basuki KS, (2) mengambarkan tema kemanusiaan dalam batas pengakuhan ketinggihan manusia yang harus dihargai dalam cerpen Surat-Surat Putri Karya Ratna Indraswari, Cerpen Cimpling Jadi Laki-Laki Karya Bonar Nabonenar, Cerpen Kisah Bambu Karya Yetti A KA, Cerpen Wajah Bulan Kaeya Hudan Hidayat.
Dari hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian ini berusaha memahami pokok persoalan tema kemanusian yang ada dalam cerpen di Jawa pos. tema tersebut berkaitan dengan pengakuan ketingian manusia ketika harus diperlakukan secara adil dan manusiawi dan ketika manusia harus dihargai.[] DARI DIGITAL LIBRARY UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Monday, May 3, 2010

Nonton Duo Band Sumbar di X Mild Noize Nge-Jam Bareng Idola Global TV

Tampil Prima dengan Alat Band Seadanya


Lovana Band dan Cheerie Plus Band tampil memukau dengan band idola mereka, /rif dan Kerispatih. Duo band dari Sumatera Barat ini dua di antara puluhan band yang punya impian dapat satu panggung dengan band idola. Lovana Band dan Cheerie Plus Band beruntung, bisa mendapat kesempatan ini.

ABDULLAH KHUSAIRI 

Lovana Band, dengan personil Rory (Vokal), Jo'e (Keyboard), Andre (Guitar), Baim (Bass) dan Erig (Drum) kepada koran ini mengaku puas dengan penampilan mereka.

Hal yang sama juga dikatakan Cheerie Plus Band, dengan personil Alex (Vokal), Erie (Keyboar), Dafie (Guitar), Batmon (Bass) dan Arif (Drum).

"Walau masih terasa belum maksimal, karena alatnya sangat standar. Kami sudah biasa dengan alat bagus. Ini masukan buat kru studio agar jangan ada perbedaan alat musik antara idola dengan band lokal," ungkap Erig yang sedikit kecewa dengan drum Studio Guest Global TV di Jalan Perdatam Pancoran Jakarta Selatan itu.

Friday, April 30, 2010

Mengatur Infrastruktur yang Hancur

PADANG---Pengerjaan proyek infrastruktur yang rusak akibat gempa sudah memasuki masa pengerjaan oleh kontraktor. Progres menunjuk pada angka 58 persen.
Laporan terakhir, 20 April 2010, Kabid Infrastruktur Dinas Prasarana Jalan dan Tata Ruang Permukiman (Dinas Prasjal Tarkim) Sumbar sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), realisasi fisik di lima wilayah lebih maju dari sektor lain.
Rinciannya adalah, Wilayah I, Pasaman-Agam, 75, 23 persen, Wilayah II, Pariaman-Pessel 64,17 persen, Wilayah III, Tanahdatar-50 Kota 84,30 persen, Wilayah IV Solok-Sijunjung 55,98 persen.
Infrastruktur Jembatan dan Jalan disiapkan Rp48.384 Miliar. Realisasi keuangan terakhir, Rp15 Miliar.
Badan jalan yang diperbaiki akibat bencana gempa, di antaranya adalah Ruas Jalan Lubuk Basung-Sungai Limau, Ruas Jalan Ketaping-Pariaman, Ruas Jalan Pariaman-Manggopoh.
Selain itu, Ruas Jalan Manggopoh-Padang Luar, Ruas Jalan Padang Sawah-Kumpulan.
Di Kabupaten 50 Kota, ruas jalan Suliki-Koto Tinggi, Ruas Jalan Payakumbuh-Sitangkai. Di Tanahdatar Jalam Kubu Kerambil-Batusangkar, Jalan Baso-Batusangkar, Batas Kota-Guguk Cino, Guguk Cino Sawahlunto. Jalan Sitangkai-Batas Payakumbuh, Sitangkai-Batas Tanjung Ampalu.
Wilayah IV, Ruas jalan Lubuk Selasih-Surian, Solok-Alahan Panjang. Simancung-Tanjung Ampalu, Tanjung Ampalu-Sijunjung, Sijunjung-Tanahbadantung.
"Juga di wilayah-wilayah ini, jembatan sekaligus direhab dan rekon. Selain jalan, rangka jabatan telah juga ditenderkan," jelas Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK) Syahrial, S.ST.
Rapat Koordinasi
Rapat koordinasi SKPD, Kamis (29/4), Koordinator TPT BNPB Sumbar, yang dihadiri seluruh instansi terkait, laporan TPT menghimpun progres dari dana rehab rekon Rp313 Miliar, telah terealisasi Rp37 Miliar, alias 11,9 persen.
Realisasi anggaran ini lebih banyak uang muka kontraktual. Namun demikian, dijelaskan KPA Perumahan, luncuran bantuan kepada korban gempa sedang dilaksanakan. Pokmas yang persyaratan sudah selesai segera ditransfer. "Kendala kita di SK Pokmas dari wali kota dan bupati yang mendapatkan bantuan ini," ujar Fachruddin.
KPA Perumahan baru merealisasi keuangan sebenar Rp9,13 persen dari Rp114,540 miliar yang harus dituntaskan untuk masyarakat korban gempa.
Refdiamon dari Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Sumbar, wanti-wanti agar percepatan realisasi keuangan sangat menentukan kesuksesan. Dan ini menjadi nilai kinerja pemerintah juga.
Mengemuka juga masalah penyediaan tanah untuk gudang BNPB di by pass. Namun objek tanah yang disediakan, juga diusulkan oleh dinas kesehatan sumbar. Sementara, BNPB mengingatkan agar Pemprov sumbar segera memberikan, karena pemerintah Australia melalui Duta Besar Australia, telah bersedia memberi bantuan. Jika tak direalisasikan, maka harus direlakan ke daerah lain, karena bantuan ini merupakan bantuan regional.
Koordinator TPT BNPB RR Sumbar, Dr. Sugimin Pranoto mengharapkan agar seluruh masalah yang bisa menghambat segera tuntas sehingga percepatan rehab rekon itu kelihatan.
"Karena dana tahap II suda pula kita proses," tegas Sugimin.
Tak kurang Rp1,28 Triliun akan dikucurkan BNPB ke Sumbar. Namun demikian, mekanisme yang sudah ada harus dievaluasi lebih dahulu. []abdullah khusairi

Wednesday, April 28, 2010

Masih Ada yang Tidur di Tenda

Ke Mato Aie dan Kurao Pagang
PADANG --- Hampir delapan bulan berlalu, duka lara itu masih terasa di Pagang Dalam Kurao Pagang Kecamatan Nanggalo Padang. Mereka korban gempa masih ada yang tidur di tenda.
"Ada 161 rumah yang hancur di sini. Korban umumnya baru mendapatkan bantuan tanggap darurat. Rehab Rekon masih dalam proses," ungkap Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Zulman, ketika menyambut kedatangan Koordinator Tim Pendukung Teknis (TPT) BNPB Rehab Rekon Sumbar, Dr Sugimin Pranoto, Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK) dari Kuasa Penggunaa Anggaran (KPA) Permukiman dan Perumahan Dinas Prasjal Tarkim Sumbar, Ir. Nasral dan rombongan.
Kedatangan rombongan ini melalui jembatan gantung, dan langsung disambut dengan tenda-tenda putih yang telah buram karena hujan dan panas.
Zulman mengajak warga korban gempa untuk bangkit dan optimis. Meyakinkan mereka akan tetap mendapat bantuan, walau memang disadari sudah sangat terlambat.
"Baru menerima dana bantuan gempa 2007," ungkapnya yang diamini oleh salah seorang korban.
Sulit menyatakan korban makin optimis, semuanya makin apatis. "Saba ka saba se, janji ka janji se," ujar seorang ibu di RT 04 RW 01 yang melihat kedatangan rombongan memperlihat tempat mereka di waktu malam; sebuah tenda bertelevisi dan kipas angin.
Seberkas Harapan di Mato Aie
Sebelum ke Pagang Dalam, rombongan ke Kecamatan Padang Selatan. Melihat rumah korban yang sedang dibangun dengan dana bantuan dari pemerintah melalui BNPB 2010.
"Ini rumah Syamsul Akmal, dia juga seorang tukang. Hari ini tak bekerja di sini, di rumah kerabat yang lain," ungkap seorang tukang di lokasi rumah korban, Jl. Koto Kaciak RT 03, Kelurahan Mato Aie.
Menurut Ketua Pokmas setempat, ada 25 rumah yang sudah mendapat dan terpencar di kelurahan ini. Rombongan juga mendapat kesempatan melihat satu rumah yang sudah jadi. Rumah Ahmad Fajri (32) di RT 04, yang telah bisa ditempati beberapa waktu lalu.
"Rumah lama sudah hancur, ini benar-benar dibangun baru. Dana pinjaman, juga bantuan pemerintah ini," ujar Ahmad, yang mengakui baru menerima separuh dari yang telah ditentukan.
Lurah Mato Aie, Yusmiati meminta agar proses dipercepat karena kelurahannya cukup aktif dan sudah lebih dahulu. "Kalau sudah bisa tahap II, kami ingin segera memasukkan bahan korban yang lain. Masih banyak lagi yang membutuhkan. Kita punya data valid warga kita yang terkena," ungkap Yusmiati.
Pengawasan dan Percepatan
Koordinator TPT BNPB Rehab Rekon Sumbar, Dr. Sugimin Pranoto tampak berpeluh di bawah sinar matahari yang menyengat, Rabu siang (27/4). Dari dua lokasi itu, ia berpendapat, pengawasan dan percepatan harus dilakukan.
"Rumah aman gempa belum tersosialisasi dengan baik. Fasilitatornya harus berani menegur tukang," ujar Sugimin, setelah melihat dari dekat hasil pekerjaan tukang di rumah Syamsul Akmal di Mato Aie.
Sementara itu, ketika berada di Pagang Dalam, Sugimin lebih banyak mendengar keluhan dan bertanya, berapa biaya rumah yang sudah dapat membangun kembali. Ia juga punya usul agar daerah yang dilewati jembatan gantung ini, tidak hanya dibantu dalam bentuk rumah aman gempa tetapi juga desain sebuah permukiman.
"Fasum, riol, jalan, harus ditata. Beberapa daerah di Jogja, ini sukses dilaksanakan. Padang juga harus membuat seperti itu, sebagai kesempatan untuk menata kehidupan yang lebih baik untuk masyarakat," usulnya, yang diamini oleh para konsultan dan PPTK.
PPTK, Ir.Nasral, berkomentar, bahwa proses yang paling mendasar dan menegangkan adalah di tingkat Pokmas. "Tetapi kalau Tim Pendamping Masyarakat (TPM), Fasilitator, bisa bekerja sama, semua akan lancar-lancar saja," tutur Nasral optimis.
Target pencairan yang sedikit diulur, memang membuat masyarakat makin habis kesabaran. Belum lagi lambannya sosialisasi ke tengah mereka. "Tanpa menunggu tahap I rehab rekon ini selesai, tahap II diusahakan akan jalan. Sehingga nanti, pemerataan segera terjadi. Tidak hanya satu kelurahan satu kecamatan, tetapi tahap pilot project ini benar-benar dianalisa, dikaji, dipercepat, tanpa bertele-tele. Semuanya punya kelemahan, termasuk masyarakat korban juga. Saling pengertian, tanpa harus bertegang urat leher, kita semestinya mempercepatkan pekerjaan dari semua sisi," harap Sugimin. []
abdullah khusairi

Monday, April 19, 2010

Orientasi Kepemimpinan

Setiap kebijakan, bagi seorang pemimpin mestilah berorientasi kepentingan kepada rakyat. Sebab substansi dari kepemimpinan adalah melayani kepentingan massal. Inilah awalnya filosof Yunani itu menyebutkan demo dan cratos. Kini kita menyebutnya demokrasi. Rakyat yang berdaulat memilih pemimpin yang akan memimpin mereka. Lalu atas kehendak rakyat pula, kemana arah dan tugas dari pemimpin itu dalam melaksanakan tugasnya.
Namun perkembangan selanjutnya, memang tidaklah mudah melahirkan demokrat sejati itu. Kita menyebutnya seorang negarawan, pemikir dan pekerja keras untuk selalu berorientasi kepada kepentingan rakyat. Sebab, selain demokrasi substansi, juga berkembangan demokrasi prosedural.
Semuanya dilandaskan prosedur, jika tidak, penjara tempatnya. Kebijakan publik harus diambil hati-hati, mengikuti prosedur dan pada gilirannya mengikis substansi yang menjadi tujuan awal. Peraturan yang berlaku memang perlu dijalankan, namun kekuatan memahami teks tanpa melihat konteks adalah kenyataan yang harus diterima akhir-akhir ini. Dimana kesabaran sudah nyaris larut dalam apatisme.
Berkenaan dengan itu, agaknya tinjauan atas kebijakan dan pemahaman tentang kebencanaan, mestinya dapat tempat yang khusus. Karena bencana harus diberlakukan secara khusus, tidak bisa dilakukan dengan regulasi normal. Sebab, dengan regulasi normal, kelambanan prosedur itu terjadi karena terlalu hati-hati. Dan padahala, regulasi normal sekalipun, harusnya tetaplah cepat seluruh amanat rakyat ditunaikan.
Begitulah kita, terus belajar mengasah naluri kebencanaan dan mengelolanya secara baik. Masih terus kita berharap kepada pemimpin-pemimpin yang mengerti manajemen penanggulangan kebencanaan. Walau hari ini, dari kandidat-kandidat yang mengikuti suksesi di Ranahminang, daerah-daerah yang terkena bencana, belum kita lihat, apa konsep dari calon-calon ini untuk penanggulangan bencana. Kita berharap ada, walau kita belum mengetahuinya.
Sebuah sistem pemerintahan yang diharapkan dapat mengambil kebijakan yang cepat dan tepat untuk penanggulangan bencana memang belum terlalu dipahami oleh aparatur yang menanganinya. Jika tidak ingin kita menyebutnya profesional, setidaknya, terlalu kaku memahami aturan dan tidak mau sedikit 'kreatif' untuk berorientasi kepada kepentingan umum.
Yang terjadi, pembiaran bantuan yang harusnya sudah lama diterima, berada di awang-awang. Dunia serba tak pasti bagi rakyat yang menunggu. Apakah itu demokrasi yang dicita-citakan oleh Aristoteles itu? Sulit kita menjawab setuju, tetapi aturan yang membelenggu dan 'kepentingan oknum' di balik seluruh rangkaian sistem yang terbangun atas nama 'aturan' telah mengukuhkan 'pembenaran' agar rakyat tetap menunggu lama. Alangkah naifnya.
Pelajaran ini patut diungkapkan, setidaknya, kita memperbaiki seluruh sistem penanggulangan bencana, tanpa harus masuk ke wilayah 'normal' pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Sebab, hal demikian sepertinya selemah-lemah akal kita dalam menangani bencana yang selalu datang setiap saat. Salam. [abdullah khusairi]

Thursday, April 15, 2010

Sumbar Harus Naik Kelas

BNPB Serahkan Bantuan ke Sumbar
Padang --- Sumatera Barat harus naik kelas dalam menangani bencana alam. Tidak lagi serabutan dan lemah ketika terjadi bencana secara tiba-tiba.
"Harus naik kelas. Peralatan yang diserahkan ini sangat canggih. Diharapkan dapat bermanfaat," tegas Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif, di hadapan pemerintah daerah yang menghadiri penyerahan bantuan, di Halaman Kantor Gubernur, Kamis (15/4).
Dikatakan Syamsul Maarif, filosofi menanggulangan bencana ada tiga. Jauhkan rakyat dari daerah bencana, jauhkan bencana dari rakyat.
"Ketiga, living harmony with disaster. Teknologi yang kita berikan ini bantuan Asian Development Bank (ADB), dimana kegunaannya adalah untuk penanganan bencana lebih baik. Dan seharusnya kita naik kelas," papar Syamsul Maarif.
Peralatan Penanggulangan Bencana yang diserahkan berupa satu uni unit mobil komunikasi, 12 unit mobil rescue, 25 unit sepeda motor rescue, 12 tenda posko, 18 tenda sekolah, 12 unit perahu karet, 12 unit mesin perahu, 120 pelampung dan 12 unit komputer.
11 Kota dan Kabupaten yang mendapatkan bantuan adalah, Kota Padang, Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kabupaten Tanahdatar, Kabupaten Padangpariaman, Kabupaten Agama, Kabupaten Pasaman Barat. [abdullah khusairi]

Wednesday, April 14, 2010

Rehab Rekon Sumbar Makin Cepat

Padang --- Proses Rehab Rekon (RR) Sumbar Pasca Gempa, sejak Januari hingga April terus memperlihatkan progres yang cepat. Hal ini berkat bantuan banyak pihak. Masyarakat hendaknya juga membantu percepatan tersebut.
"Laporan yang masuk ke Pemprov, dari NGO dan pemerintah daerah, sudah menunjukkan penyelesaian infrastruktur pendidikan, kegiatan pemulihan sosial dan sebagainya. Kita telah membuat action plan untuk tahap RR selanjutnya," ungkap Gubernur Sumbar, Marlis Rahman didampingi Koordinator Tim Pendukung Teknis (TPT) BNPB Rehab Rekon Sumbar, Dr. Sugimin Pranoto, Ketua Bappeda Sumbar, Dr. Bambang Istijono, kemarin.
Marlis Rahman menyatakan apresiasi yang tinggi untuk Non Govermen Organization (NGO) yang telah dan sedang bekerja untuk mempercepat RR Sumbar.
Salah satu laporan yang datang ke tangan Marlis dari Australian Agency for Internasional Development (AusAID). Laporan menunjukkan, sudah dan akan membangun 20 sekolah senilai 5.000.000 Dollar Australia (Sekitar Rp41 Miliar dengan nilai tukar Rp8392), Suplay Air Bersih, 75.000 Dollar Australia (Rp629Juta), Renovasi Fasilitas Kesehatan 1,200.000 Dollar Australia (Rp1,02 M) dan lain-lain.
Sekolah Dasar (SD) yang mendapat bantuan dari AusAID di Padang, SDN 10 Koto, SDN 34 Kuranji, SDN 15 Koto Gadang, SDN 33 Kalumbuk, SDN 09 Kayu Aro, SDN 16 Tanjung Aur, SDN 14 Tabing Bandar Gadang. Di Pariaman, SDN 8 Toboh Palabah, SDN 01 Koto Marapak, SDN 14 Cubadak Air, SDN 2 Kajai, SDN 12 Sirambang.
AusAID juga membangun dan merenovasi SDN di Kabupaten Padangpariaman. Kabupaten Agam dan Pesisir Selatan. Sektor kesehatan juga dibantu, dibangunnya tujuh Puskesmas dan renovasi dua Puskesmas.
"Tanpa meniadakan arti bantuan yang lain, peran lembaga kemitraan baik lokal maupun asing sangat penting artinya. Kita harus mengucapkan terima kasih," kata Marlis.
Terdapat 69 LSM/NGO yang ikut ambil bagian menangani RR Sumbar bersama dengan pemerintah. Setidaknya, dalam sebulan satu kali digelar rapat koordinasi di ruang kerja TPT BNPB RR Sumbar, gedung PSDA Sumbar.
“Progres pekerjaan, dana yang diserap dari NGO, dilaporkan secara berkala, sehingga TPT BNPB RR Sumbar, yang kini juga diikuti oleh Kepala BPBD Sumbar yang baru dilantik, RR Sumbar cepat dan tepat menuju sasaran yang hendak dicapai,” kata Marlis optimis. [] Humas TPT BNPB RR Sumbar

Tuesday, April 13, 2010

Rekomendasi Relokasi Sedang Dikaji

Padang—Tim Pendukung Teknis (TPT) BNPB Rehab Rekon Sumbar melakukan kajian menyeluruh soal relokasi korban galodo akibat gempa. Hasil kajian yang melibat berbagai pihak ini akan melahirkan rekomendasi kepada Tim Pelaksana dan Pemkab.
"Sudah dimulai dengan beberapa kali pertemuan. Banyak persoalan yang mengapung, kita masih menampung," ungkap Anggota TPT BNPB Rehab Rekon Sumbar, Khatib RB Pahlawan Kayo, usai rapat relokasi, Rabu (7/4).
Rapat ketiga digelar menghadirkan NGO, BPBD, Wali Nagari. Semuanya memberikan data dan pemikiran atas kebijakan relokasi.
Hal-hal yang muncul, masalah sosial ekonomi warga yang akan direlokasi, budaya dan sikap kesiapan, pendapatan awal para korban, jumlah KK yang belum valid, lokasi penempatan, dll.
"Dinas Transmigrasi Provinsi Sumbar menyiapkan dua tempat, di Kabupaten Dharmasraya, Sijunjung dan Kabupaten 50 Kota. Kedua Pemkab siap menerima dan sudah ada lahan. Namun tidak bisa begitu saja dilaksanakan seperti pengadaan barang," ujarnya.
Sementara itu, ada beberapa tempat pengungsian yang kini masih ada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Padangpariaman. Setidaknya ada 1500 KK yang masih di penampungan. Sementara, tempat mereka sebelumnya telah rusak semua dan berada pada zona merah.
"Memang bukan langkah mudah. Tapi harus ada jalan keluar agar masyarakat korban cepat hidup normal. Tidak di pengungsian lagi," jelas Khatib.
Harapan agar cepat itu semakin jauh saja, sebab pemerintah daerah tidak punya dana untuk melakukan relokasi. Pilihan antara program insitu, eksitu, masih belum bisa diputuskan agar korban cepat dapat tempat permanen.
Masa transisi di tempat pengungsian memang dikhawatirkan menimbulkan berbagai masalah. Rencana aksi harus segera dilaksanakan. "Rekomendasi nanti kita usahakan dapat menyelesaikan masalah. Bukan menambah masalah bagi korban," ujarnya.
Rapat keempat seputar relokasi ini, dihadari dari Disnakertrans Sumbar, Bappeda Sijunjung, BPBD Agam, Bappeda Padangpariaman, NGO lokal dan asing.
”Ini tantangan. Karena bukan memindahkan barang, ini memindahkan orang. Kelayakan, persiapan mata pencaharian, sangatlah penting kajian matang,” tutup Buya Khatib, demikian ia akrab disapa.[abdullah khusairi]

Saturday, April 10, 2010

Aku Ada di Lantai Tiga

Mereka yang menulis dalam buku ini: Dwi Januanto Nugroho, Nursalam AR, Fira Basuki, Abdullah Khusairi, Dyra Hadi, Nuril Annissa, Igoy el Fitra, Dea Anugrah, Benny Arnas, Asep Sambodja, Irawan Aji, Zelfeni Wimra, Timra Madana Pitri, Mariska Anggraini, Endik Koeswoyo, Yandigsa, Muhammad Sholihin, Raudhatul Usnami, Karina Anggara, Irawan Senda, Sulfiza Ariska, Akhyar Fuadi, Zandika Alexander, Silfia Hanani, Feryanto Heady, Darwis Ramadhan, Galuh Parantri, Arif Puji G. Luckty Giyan Sukarno, Bejo Halumajaro, Pamungkas WH, Gayatri Parikesit, Monica Petra Karunia, Sulistyawati, Rahmad Ibrahim, Haerul Ibrahim, Haerul Said, Addiarahman, Salman Aristo, Dewi "dee" Lestari, Muhammad Nasir, Muhammad Zikri.
RAPALAN TERIMA KASIH
"Grrrrrrrrrrrrrrr.."
BUMI BERGUNCANG, tanah menari bagaikan seekora naga yang baru saja terbangun dari tidurnya. Melontarkan tanah dan lumut di batang badannya. Berhamburan meningkahi udara, dengan raungan dari inti bumi yang bergerak, bersigesak. Di rembang petang 30/S/2009, tanah Minangkabau, meraungkan getar 7,9 Scala Richter. Menjadi lonceng bagi para laron, mengarak bantuan; uang, obat-obatan, selimut serta pakaian. Lalu mereka dirikan sarang, berbentuk rumah-rumah darurat dari terpal yang berwarna-warni. Sementara dari Jambi, di Jalan Lintas Sumatera, raung sirene ambulance mengoyak tudung malam dan menyentil hati untuk melakukan sesuatu. Hendak menjadi laron ataukah yang lainnya. Meramu bala bantuan kemanusiaan.

Jedah dari getar 7,9 scala richter itu.
Pergulatan mencuat. Akankah menjadi laron, mengungsungi tenaga membawa keranda atau menjadi lebah, hanya meneteskan sedikit madu, tapi sama-sama menjadi obat laiknya kepakan sayap para laron yang menjadi payung teduh. Ya, akhirnya diputuskan untuk meramu kata dari penulis-penulis di Nusantara. Untuk kemudian dikumpulkan dalam sebuah antologi "Sebilah Sayap Bidadari: Memorilibia 7,9 SR".

[Pengalan Terima Kasih dari Antologi "Sebilah Sayap Bidadari: Memorilibia 7,9 SR."]
------------
Buku ini telah terbit! DAPAT DITEMUKAN DI TOKO BUKU SEPERTI GRAMEDIA, TOGA MAS, SOCIAL AGENCY, de el el. di seluruh Indonesia.
Untuk penulis yang bersedia menjadi distributor dan membantu mempromosikan buku ini, silahkan hubungi Penerbit Pustaka Fahima. d/a: Jl. Munggur No.7. Telp/Fax (0274) 585374
Atau Pak Bambang: 081328408023

Menggagas Gedung Aman dari Guncangan

Padang---Setelah kampanye rumah aman gempa, Pemprov Sumbar mulai menyadari dan akan mencanangkan pembangunan gedung yang diyakini aman gempa. Beragam teknologi dipelajari. Mulai dari yang konvensional hingga yang mutakhir.
"Pertanyaan yang sering muncul di tengah kita, apakah tahan ketika diguncang gempa. Saya mendapatkan jawaban dari teman-teman ahli konstruksi Jepang, tidak ada yang aman, namun bukan berarti tidak ada teknologi terbaru untuk membangun gedung agar tetap aman ketiga gempa terjadi," ungkap Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Permukiman, Ir. Dodi Ruswandi, MSc ketika membuka Workshop On Retrofit Damaged Building And Infrastructure due to September 30th 2009 Sumatra Earthquake Seismic Isolation Techniques, Pangeran Beach Hotel, Rabu (7/4).
"Sepulang dari studi ke Jepang hingga Amerika, jawabannya yang didapatkan adalah, gunakan teknologi terbaru. Sebab itulah yang paling mungkin. Tidak ada lagi alasan untuk menunda, pengalaman pemerintahan Jepang patut dijadikan modal kita," tegas Dodi di hadapan peserta yang terdiri dari konsultan konstruksi, akademisi konstruksi dan jajaran pemerintahan. Turut hadir Koordinator Tim Pendukung Teknis (TPT) BNPB Rehab Rekon Sumbar, Dr. Sugimin Pranoto.
Dodi Ruswandi, Sugimin Pranoto, bersama anggota TPT Febrin Anas Ismail bersama Gubernur Sumbar melawat ke Jepang dan Amerika, Februari lalu dalam dua rombongan. Selain mempelajari ilmu pengetahuan mutakhir tentang gedung aman gempa, juga melakukan lobi bantuan.
"Kita menyadari sekali, begitu abai dan tidak mengubris persoalan geografi. Gempa 30 September 2009 membuka mata kita. Bahwa sebuah rumah sakit harus dibangun di atas standar rata-rata kualitas. Begitu juga gedung pemerintahan lainnya. Sebab, sangatlah rugi jika setiap gempa selalu runtuh. Sementara gempa selalu ada setiap waktu karena Sumbar berada di wilayah gempa," jelas Dodi.
Dodi berharap pada Workshop dapat melahirkan komitmen atas kualitas konstruksi di Sumbar.
Pakar Konstruksi Jepang
Workshop On Retrofit Damaged Building And Infrastructure due to September 30th 2009 Sumatra Earthquake Seismic Isolation Techniques menghadirkan pakar konstruksi dari Jepang. Mereka adalah Takayuki Teramoto dari University of Science Tokyo, Dr.Toshio Okoshi, Keduanya menurunkan makalah, Seismic Retrofit Examples by Seismic Isolation in Japan, Seismic Isolation Systems in Japan, Current Topics in Seismic Isolation for Buildings in Japan. Kemudian pada sesi lain khusus para insinyur hadir PE.A.Sezaki, Shigeru Kumazawa dan Dr. S Komata. Mereka membahas masalah Water Supply System, Earthquake and Tube well dan Water Resource Investigation.
Paparan pakar-pakar ini memperlihatkan teknologi yang telah dipakai di Jepang, baik dalam membangun baru maupun dalam memperbaiki gedung yang rusak akibat gempa. Walau masih tergolong mahal, namun menurut Dodi Ruswandi, gedung pemerintahan mesti menggunakan ini, dengan harapan dapat diikuti oleh pihak swasta dalam membangun gedung nantinya. Pilihan-pilihan memakai teknologi seperti apa untuk Sumbar sangatlah terbuka.
Sejak gempa Kobe, Jepang mengembangkan teknologi yang telah ada di New Zealand. Teknologi Seismic Isolation, salah satu teknologi dengan memberi pengamanan pada dasar gedung. Pemerintah Jepang tetap yakin dengan teknologi yang dibuat bisa mengamankan aset berupa gedung-gedung bertingkat dan tetap terus membangun gedung pencakar langit dengan sistem konstruksi yang telah diuji.
"Kita harus memulainya tanpa tanda tanya lagi. Sebab teknologi selalu berkembang. Tak mungkin menunggu hasil final dari baru membangun. Sebab gempa terus ada," kata Dodi. [abdullah khusairi]